BAHAYA FLEBITIS YANG PERLU ANDA KETAHUI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Pengertian, Karakteristik dan Bahaya Flebitis

Flebitis merupakan inflamasi vena yang disebabkan baik oleh iritasi kimia maupun mekanik yang sering disebabkan oleh komplikasi dari terapi intravena. Flebitis merupakan suatu peradangan pada pembuluh darah (vena) yang dapat terjadi karena adanya injury misalnya oleh faktor (trauma) mekanik dan faktor kimiawi, yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada endotelium dinding pembuluh darah khususnya vena.

Flebitis dikarakteristikkan dengan adanya dua atau lebih tanda nyeri, kemerahan, bengkak, indurasi dan serta mengeras di bagian vena yang terpasang kateter intravena. Flebitis juga dikarakteristikkan dengan adanya rasa lunak pada area insersi atau sepanjang vena. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya

pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat yang diinfuskan (terutama pH dan tonisitasnya, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur IV yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme saat penusukan).

Flebitis dapat menyebabkan trombus yang selanjutnya menjadi tromboflebitis, perjalanan penyakit ini biasanya jinak, tapi walaupun demikian jika trombus terlepas dan kemudian diangkut ke aliran darah dan masuk jantung maka dapat menimbulkan seperti katup bola yang menyumbat atrioventikular secara mendadak dan menimbulkan kematian. Hal ini menjadikan flebitis sebagai salah satu permasalahan yang penting untuk dibahas di samping flebitis juga sering ditemukan dalam proses keperawatan.

Flebitis adalah peradangan pada dinding pembuluh darah balik/vena, sedangkan thrombophlebitis adalah yang dipergunakan bila bekuan darah pada vena menyebabkan peradangan. Thrombophlebitis  biasanya muncul di vena kaki, tetapi kadang-kadang juga muncul di lengan. Thrombus (bekuan darah) pada vena menyebakan nyeri dan iritasi yang dapat menyumbat aliran darah di dalam vena.

Menurut letaknya, flebitis dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

  • Flebitis superficial terjadi pada vena di bawah permukaan kulit. Phlebitis jenis ini jarang merupakan kondisis yang serius, dan dengan perawatan memadai biasanya sembuh dengan cepat. Kadang-kadang beberapa orang denga phlebitis superficial juga menderita phlebitis vena dalam sehingga evaluasi medis perlu dilakukan.

Skala flebitis superficial:

Derajat 0        : tidak ada tanda phlebitis

Derajat 1        : merah atau sakit bila ditekan

Derajat 2        : merah, sakit bila ditekan dan edema

Derajat 3        : merah, sakit, edema dan vena mengeras dan

Derajat 4        : merah, sakit, dema, vena mengeras dan timbul nanah/pus.

  • Thrombophlebitis dalam vena dalam (deep vein thrombosis), menyerang vena yang lebih besar di sebelah dalam pada kaki. Sesudah thrombus terbentuk, dapat terlepas dan bergerak menuju paru-paru. Kondisi yang mengancam jiwa, disebut thrombo-emboli paru.

Flebitis dapat timbul secara spontan ataupun merupakan akibat dari prosedur medis. Penyebab phlebitis ada tiga, yaitu kimia, mekanis dan bacterial.

Secara kimia, phlebitis timbul karena obat yang dimasukan mempunyai.

  • pH asam atau basa yang berbeda denga pH normal darah (7,35-7,45) secara cepat. Obat-obatan uyang mempunyai pH berbeda sebaiknya diberikan secara intravena drip lambat atau bolus menggunakan syringe pump  selama 10-15 menit misalnya, natrium bikarbonat , K CI dan beberapa jenis antibiotic.
  • Osmolaritas tinggi yang berbeda dengan cairan tubuh normal (258 ±5 mOsm/L). cairan yang dapat ditoleransi maksimun berosmolaritas 900 mOsm/L. Bila memberikan cairan dengan osmolaritas tinggi, masukkan ke dalam vena sentral untuk mencegah phlebitis. Misalnya, bebarapa cairan infuse untuk nutrisi parental mempunyai osmolaritas tinggi.  Sebelum memberikan cairan jenis ini, periksa terlebih dahulu dahulu labelnya.

Secara mekanis, flebitis apat timbul karena.

  • Diameter jarum kateter terlalu besar sehingga vena teregang
  • Cara insersi kateter yang tidak baik da
  • Fiksasi tidak baik sehingga kateter brgerak-gerak.

Secara bacterial, flebitis timbul karena pencemaran.

Kebanyakan infeksi disebabkan oleh pencemaran kateter dengan mikroorganisme dari kulit pasien atau tangan petugas sewaktu pemasangan / perawatan karena kateter yang berhubungan langsung dengan pembuluh darah. Mikroorganisme dapat disalurkan ke dalam pembuluh darah melalui empat jalan sebagai berikut:

  • Melalui ruangan di antara kateter dan jaringan
  • Melalui pencemaran dengan bagian tengah (lumen kateter). Pemakaian sebuah jarum untuk beberapa orang dapat meningkatkan resiko penularan penyakit..
  • Melalui cairan infuse yang tercemar.

–   Kadang-kadang obat dimasukkan ke dalam botol infus. Suntikkan obat melalui karet karena lebih elastic dan setelah ditusuk karet akan kembali, sementara menusuk badan plastic akan menyebabkan lubang yang menyebabkan resiko masuknya bakteri ke dalam cairan.

–       Saat penggantian botol, setelah segel dibuka tidak perlu didisenfektan karena sudah steril.

–       Bila set infuse terlepas dari sambungan, sebaiknya ganti dengan baru. Set infuse diganti maksimal setelah infuse terpasang 72 jam.

  • Melalui pembuluh darah dari tempat infeksi lain.

Bakteri gram negative dan staphylococcus merupakan penyebabutama infeksi yang berhubungan dengan kateter pembuluh darah. Kadang ditemukan jamur pada penderita HIV/AIDS.

Fakor-faktor yang dapat meningkatkan resiko plebitis.

  1. Faktor pasien sendiri: usia, kekurangan gizi, penyakit kronis, pembedahan besar, penurunan daya tahan tubuh karena penyakit dan pengobatan
  2. Sebelum pemasangan : botol infus retak, lubang/dilubangi pada botol plastic, penghubung dan cairan infuse yang tercemar / kadaluawarsa set IV bocor. Mempunyai banyak penghubung, dan persiapan tidak steril baik alat maupun steril.
  3. Sewaktu pemakaian : penggatian cairan IV menggunakan set infus yang sama, pemberian suntikan berkali-kali, sistem irigasi, dan alat pengukuran tekanan vena sentral.
  4. Pencemaran silang : dari daerah terinfeksi di tubuh pasien melalui pasien itu sendiri/petugas/pasien lain atau sebaliknya melalui tangan petugas sewaktu tindakan, melalui pemasangan darah.
  5. Teknik pemasangan atau penggantian balutan yang tidak benar.

Beberapa resiko thrombophlebitis vena dalam sebagai berikut:

  • Tidak aktif dalam waktu berkempanjangan.

Darah kembali ke jantung dengan bantuan kontraksi otot. Kondisi pasien yang senantiasa berbaring menyebabkan darah terkumpul dan membeku. Ini juga dapat terjadi pada penumpang mobil atau pesawat terbang atau pasien tirah baring setelah operasi atau penyakit.

  • Gaya hidup tidak pernah berolahraga
  • Obesitas
  • Merokok
  • Terapi sulih hormone dan pil kontrasepsi
  • Kehamilan
  • Beberapa macam obat, seperti obat kanker dan obat untuk gangguan darah dapat membekukan darah
  • Trauma pada lengan dan kaki
  • Varises

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman