Bahaya Penyakit Paraphimosis (Parafimosis)
Ilustrasi.

Bahaya Penyakit Paraphimosis (Parafimosis)

Diposting pada
Penyakit paraphimosis (parafimosis) adalah infeksi pada kulit ujung penis dimana kulup penis tidak bisa dikembalikan ke semula setelah tertarik. Penyakit paraphimosis ini hanya menyerang pria yang tidak disunat. Penyakit paraphimosis (parafimosis) paling sering terjadi ketika penyedia layanan kesehatan menangani kulup dengan tidak benar. Mereka mungkin tidak mengembalikan kulit khatan kembali ke posisi normal setelah pemeriksaan fisik atau prosedur medis. Penyakit paraphimosis (parafimosis) tidak boleh disamakan dengan phimosis. Penyakit phimosis adalah suatu kondisi di mana kulup tidak bisa lagi ditarik kembali dari ujung penis. Biasanya terjadi pada anak-anak yang lebih muda, dan itu biasanya bukan kondisi yang serius. Penyakit paraphimosis (parafimosis) bagaimanapun, adalah kondisi darurat yang perlu ditangani oleh dokter sesegera mungkin. Apa yang dimaksud dengan penyakit paraphimosis ?, Apakah penyebab dan faktor terjadinya penyakit paraphimosis (parafimosis)?, Apa saja gejala penyakit paraphimosis (parafimosis)?, Apa bahaya dan komplikasi penyakit paraphimosis apabila tidak segera diobati?, Bagaimana diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit paraphimosis (parafimosis)?, Dan bagaimana pengobatan penyakit paraphimosis (parafimosis) di klinik pandawa jakarta ?

 

Apa Yang Dimaksud Dengan Penyakit Paraphimosis (Parafimosis)?

Perlu anda ketahui bahwa penyakit paraphimosis (parafimosis) merupakan kondisi dimana kulit yang melindungi glans penis (kepala penis) yang disebut juga dengan prepusium tidak bisa ditarik atau dikembalikan pada posisi normal untuk menutup glans penis. Penyakit paraphimosis (parafimosis) merupakan kondisi akut dengan tanda inflamasi dan akan menjadi kasus kronik jika pengobatan ditunda selama beberapa hari. Penyakit paraphimosis (parafimosis) sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat (sirkumsisi) di segala usia, terlebih lagi pada usia remaja. Hal ini menyebabkan kulup menjadi bengkak dan macet dan dapat memperlambat atau menghentikan aliran darah ke ujung penis. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.

 

Apakah Penyebab dan Faktor Terjadinya Penyakit Paraphimosis (Parafimosis) ?

Pada umumnya anak laki-laki memiliki kulit kulup yang tidak dapat ditarik, hal ini dapat terjadi hingga usia 10 tahun, dan secara paksa menarik kulit kulup kembali sebelum siap untuk melakukannya dapat menyebabkan jaringan parut yang dapat menyebabkan penyakit paraphimosis (parafimosis). Penyakit paraphimosis (parafimosis) paling sering terjadi pada laki-laki yang tidak di sunat atau ketika seorang profesional kesehatan lupa untuk menarik kulit khatan kembali ke posisi normal setelah pemeriksaan atau prosedur medis.

Pada orang dewasa penyakit paraphimosis (parafimosis) dapat disebabkan oleh salah satu kondisi atau kegiatan berikut, seperti:

  • Kulup yang ditarik terlalu lama selama pemeriksaan medis, setelah dibersihkan, atau setelah buang air kencing
  • Kulup ketat yang ditarik menyebabkan penis membengkak. Sehingga kulup tidak dapat kembali ke posisi semula
  • Aktivitas seksual yang terlalu kuat, menusuk penis.
  • Penggunaan kondom pada penis yang menyempit hingga meningkatkan ereksi dengan kompresi

Penyebab lain terjadinya penyakit paraphimosis (parafimosis) antara lain :

  • Mengalami infeksi
  • Mengalami trauma fisik ke area genital
  • Menarik kulup kembali terlalu kuat
  • Memiliki kulup yang lebih ketat dari biasanya
  • Memiliki kulup yang susah ditarik kembali untuk waktu yang lama

 

Faktor penyebab terjadinya penyakit paraphimosis (parafimosis) dapat dihasilkan dari kondisi atau prosedur medis berikut :

  • Infeksi karena berbagai faktor, termasuk kebersihan pribadi yang buruk
  • Bekas luka yang disebabkan oleh infeksi pada kulit kulup
  • Sunat yang belum dilakukan dengan benar
  • Terjadinya pembengkakan pada penis dan kulup yang dikarenakan gigitan serangga atau laba-laba
  • Penyakit diabetes yang menyebabkan peradangan kronis pada penis
  • Kateterisasi atau penanganan kulup yang salah, maka pastikan untuk mengembalikan posisi kulup setelah mencuci atau menyisipkan kateter
  • Tindikan yang menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada penis, yang dapat menyulitkan untuk menempatkan kulup kembali di tempat setelah menariknya
  • Saat berhubungan seksual apabila kulup tetap di pangkal terlalu lama, mungkin batang penis bisa membengkak sehingga kulup tidak dapat kembali pada posisi semula
  • Kondisi penis lainnya seperti penyakit yang dapat menyebabkan masalah kulup contohnya adalah fimiosis
  • mengalami trauma fisik ke area genital dan menarik kulup kembali terlalu kuat

 

Apa Saja Gejala Yang Terjadi Pada Penyakit Paraphimosis (Parafimosis) ?

Gejala yang dapat terjadi pada penyakit paraphimosis (parafimosis) antara lain :

  • Ketidakmampuan mengembalikan kulup kembali ke posisi normal di atas ujung penis
  • Kulup dan ujung penis mungkin bengkak dan terasa sakit
  • Ujung penis mungkin juga berwarna merah atau biru gelap karena kurangnya aliran darah
  • Kepala penis tampak membesar dan sesak
  • Ditemukannya jaringan yang membengkak di belakang kepala penis dan sekitar kepala penis.
  • Bayidan anak-anak yang mengalami penyakit paraphimosis (parafimosis) dapat mengalami gejala sulit buang air kecil (BAK) dan terhambatnya (obstruksi) urin yang bersifat akut dan berat

 

Apa Bahaya Dan Komplikasi Penyakit Paraphimosis (Parafimosis) Apabila Tidak Segera Diobati?

Komplikasi penyakit paraphimosis (parafimosis) adalah kondisi sekunder dan gangguan lain yang disebabkan olehnya. Seringkali perbedaan antara gejala dan komplikasi paraphimosis tidak selalu jelas. Dalam kasus yang parah, atau jika paraphimosis tidak diobati, komplikasi yang dapat terjadi yaitu kerusakan, infeksi yang parah pada penis, gangrene atau kematian jaringan yang menyebabkan kehilangan aliran darah gangreneloss dari ujung penis, dan mengahilangkan jaringan oksigen hingga menyebabkan kerusakan serius yang berpotensi untuk kehilangan ujung penis.

 

Bagaimana Cara Menegakkan Diagnosis Dan Pengobatan Terhadap Penyakit Paraphimosis (Parafimosis) ?

Untuk menegakkan diagnosis penyakit paraphimosis (parafimosis) adalah cukup pemeriksaan fisik saja terhadap penis dengan cara melihat dan meraba penisnya. Hanya saja perlu dicari penyebab dan faktor resiko lainnya terutama infeksi. Oleh karena itu perlu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mencari penyebab lainnya. Anamnesis yang lengkap dan komprehensif akan membantu dokter menemukan faktor resiko dan faktor penyebabnya.

 

Perihal pengobatan penyakit paraphimosis (parafimosis) ini membutuhkan penanganan segera dikarenakan sifatnya urgenci dan emergenci. Bila terlambat bisa menimbulkan nekrosis atau kematian jaringan atau penis. Tindakan bedah alias sunat sesegera mungkin. Atasi infeksi dan faktor resiko lainnya.

 

Bagaimana Pengobatan Penyakit Paraphimosis (Parafimosis) Di Klinik Pandawa Jakarta ?

Kami klinik pandawa yang berada dijakarta pusat memiliki banyak pasien dengan penyakit paraphimosis (parafimosis). Penanganan penyakit paraphimosis (parafimosis) adalah segera lakukan sunat dan atasi infeksi dan aliran darahnya agar terhindar dari bahaya komplikasinya. Klinik pandawa memiliki alat sunat laser yang bagus dan modern. Klinik Pandawa juga memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit paraphimosis (parafimosis) ataupun penyakit kulit dan kelamin lainnya. Banyak pasien yang telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan. Biaya berobat di klinik pandawa juga relatif terjangkau dan murah. Fasilitas yang dimiliki oleh klinik pandawa antara lain semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, rontgen dan USG, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Apabila anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut, silahkan berkonsultasi online gratis dengan dokter kami dengan cara telp / SMS / WA /  click tombol di bawah ini. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis anda akan terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *