Bakteri Ureaplasma Sebabkan Infeksi Kelamin Pada Pria & Wanita

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

infeksi bakteri ureaplasma

Menjaga kebersihan dan kesehatan organ kelamin sudah menjadi kewajiban pria maupun wanita. Meski selalu tertutupi pakaian ada saja gangguan yang mengintai alat reproduksi ini. Apalagi bila perilaku seks bebas menjadi gaya hidup, maka bahaya infeksi menular seksual pun tak terelakkan. Datangnya penyakit kelamin pun beragam dari kurang menjaga kebersihan sehingga timbul jamur berbahaya, infeksi virus akibat seks bebas, hingga infeksi kuman atau bakteri kelamin. Sebut saja infeksi bakteri ureaplasma yang akan kita bahas di bawah ini.

Jika kamu mengalami infeksi kelamin maka perlu penanganan medis secepatnya dengan dokter ahli kulit dan kelamin. Sebab untuk menangani penyakit atau gangguan alat reproduksi tidak boleh sembarangan begitu juga saat terinfeksi bakteri ureaplasma ini.

Untuk sahabat pandawa yang penasaran seperti apa gangguan infeksi bakteri ureaplasma ini dan apa bahayanya? Simak hingga selesai ya!

Beragam Infeksi Kelamin

Jika bicara infeksi kelamin atau penyakit kelamin tentu akan menyita waktu dikarenakan begitu beragam penyakit kelamin pada pria maupun wanita.

Singkatnya, seperti yang disebut di atas bila ada beberapa faktor penyebab infeksi kelamin pada manusia. Bagi kamu yang aktif secara seksual perlu mewaspadai kondisi ini. Beberapa penyakit kelamin meliputi HIV, penyakit gonore, sifilis, klamidia, infeksi saluran kemih, trikomoniasis, kandidiasi, klamidia, vaginosis, herpes kelamin, dan kutil kelamin (HPV).

Umumnya, semua penyakit kelamin tersebut tergolong dalam Sexually Transmitted Disease (Infeksi Menular Seksual) berpotensi besar menularkan melalui kontak seksual baik vaginal, anal, maupun oral.

Kurangnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ kelamin, gaya seks bebas yang bisa mencetus infeksi menular seksual, dan tertular bakteri kelamin dari pasangan tentu bisa mengancam kesehatan reproduksi kamu.

Mengenal Infeksi Ureaplasma

Diantara beberapa bakteri kelamin, Infeksi bakteri ureaplasma salah satunya bisa menjadi penyebab munculnya infeksi menular seksual (IMS). Ureaplasma sendiri merupakan sekelompok bakteri kecil yang mendiami saluran pernapasan dan urogenital tempat saluran kemih dan reproduksi pada manusia.

Infeksi bakteri ureaplasma urealyticum sulit dideteksi dengan pemeriksaan mikroskop apalagi lewat mata telanjang. Sebab itu untuk mendeteksi bakteri ini diperlukan metode PCR dan beberapa pemeriksaan lebih kompleks.

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Ureaplasma urealyticum seringkali tidak menyebabkan keluhan, namun banyak penelitian menyatakan infeksi Ureaplasma urealyticum dapat berakhir pada infertilitas atau ketidaksuburan.

Infeksi Ureaplasma urealyticum juga dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan seperti kematian janin, kelahiran prematur dan infeksi paru-paru pada bayi, serta ditemukan pada pasien dengan penyakit radang panggul atau PID.

Dan gangguan ini termasuk dalam infeksi genitalia non spesifik (IGNS), dimana infeksi yang disebabkan oleh bakteri selain Nesisseria gonorrhoeae (pemicu penyakit gonore) yang terjadi pada wanita dan memicu peradangan di area kelamin dan juga organ reproduksi.

Istilah non spesifik ini digunakan bila organisme penyebab tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan mikroskop konvensional seperti yang disebutkan di atas. Organisme tersebut termasuk Chlamydia trachomatis (Grup D to K) dan Ureaplasma urealyticum.

Tanda atau Gejala Infeksi Bakteri Ureaplasma

Kebanyakan orang dengan infeksi bakteri Ureaplasma tidak mengalami gejala apapun. Infeksi bakteri ureaplasma menjadi kemungkinan penyebab dari peradangan di uretra. Kondisi ini biasa disebut dengan uretritis. Baik pria maupun wanita bisa saja mengalami gejala uretritis sebagai berikut:

  • rasa nyeri saat buang air kecil
  • sensasi terbakar
  • keluarnya cairan abnormal dari uretra saluran kencing

Infeksi bakteri ureaplasma juga bisa memicu kemungkinan terjadinya vaginosis pada wanita. Beberapa gejala diantaranya

  • Keputihan abnormal
  • Aroma tak sedap dari miss V
  • Pendarahan abnormal (di luar masa menstruasi)

Infeksi bakteri Ureaplasma juga dapat meningkatkan risiko kamu mengalami beberapa kondisi, termasuk:

  • infeksi saluran kemih
  • persalinan prematur
  • penyakit pernafasan pada bayi yang baru lahir
  • penyakit kelamin infeksi menular seks (IMS)

Apabila sahabat pandawa menumakan keluahan seperti tanda-tanda di atas jangan disepelekan. Segera konsultasikan pada dokter ahli untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat.

Khusus untuk wanita hamil harus periksakan diri ke dokter kandungan secara teratur guna memeriksa janin dan harus mendiskusikan semua gejala yang tidak biasa tersebut. Pemeriksaan ini dapat membantu menghindari komplikasi untuk ibu ataupun calon bayi.

Bagaimana pencegahannya?

Satu-satunya cara untuk mencegah infeksi bakteri Ureaplasma dengan mengatasi penyebabnya. Lakukan aktivitas seks yang aman, secara signifikan bisa mengurangi terjadinya risiko infeksi penyakit menular seksual (IMS) lainnya.

Diagnosa Infeksi Ureaplasma

Mendiagnosis suatu penyakit kelamin tidak semudah penyakit yang kasat mata. Ada beberapa pemeriksan yang dokter lakukan untuk mendeteksi penyakit kelamin. Salah satunya mengambil sampel cairan kelamin untuk dideteksi di laboratorium. Selain itu, juga dibutuhkan:

  • Tes usap serviks khusus wanita
  • Pemeriksaan sampel urin
  • Tes usap endometrium
  • Pemeriksaan biopsi endometrium

Pengobatan Penyakit Kelamin di Klinik Pandawa

Sama seperti pengobatan infeksi menular seksual (IMS) dan kuman kelamin lainnya, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaaan laboratorium untuk disesuaikan dengan penyebabnya. Umumnya akan diberikan obat antibiotik untuk mengatasi penyakit kelamin ini.

Sahabat pandawa yang mengalami keluhan atau menemukan gangguan seperti di atas, konsultasikan pada kami melalui konsultasi dokter online gratis di nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 atau dapat mengklik link KONSULTASI GRATIS. Rahasia terjamin!

Klinik Pandawa Jakarta layanan kesehatan spesialis kulit dan kelamin, andrologi, ginekologi, estetika dan antiaging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *