Inilah Berbagai Komplikasi dan Bahaya dari Infeksi Trikomoniasis

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

infeksi trikomoniasisPernahkan Anda mendengar infeksi trikomoniasis. Infeksi ini terjadi pada alat kelamin dan sangat menular. Jika Anda terkena infeksi ini, maka pasangan Anda juga beresiko untuk terkena juga. Simak pembahasan lengkap tentang infeksi trikomoniasis berikut ini.

 

Definisi Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis adalah infeksi yang ditimbulkan oleh penyakit menular yang disebarkan melalui hubungan intim. Selain itu, penyakit ini juga dapat ditularkan dengan berbagi pakai alat bantu untuk berhubungan intim dengan penderita trikomoniasis.

Sayangnya, banyak orang yang sudah terinfeksi tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap trikomoniasis. Pasalnya, gejala pada penyakit ini tidak terlalu nampak dan terasa.

Namun, infeksi ini dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan, infeksi jaringan kulit (selulitis) pada wanita, dan menyebabkan tersumbatnya uretra pria. Selain itu, infeksi yang terjadi pada masa kehamilan dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan berat badan bayi yang ringan.

 

Penyebab Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis, yakni protozoa motil berflagela. Ukuran rata-rata trichomonad adalah 15 mm dan tidak terlihat dengan mata telanjang. Reproduksi parasit dapat terjadi setiap 8-12 jam.

Setiap tahunnya, sekitar 174 juta orang di seluruh dunia terinfeksi parasit ini. Oleh karena itu, Infeksi trikomoniasis menjadi infeksi menular (IMS) paling umum di seluruh dunia. Diperkirakan sekitar 3,7 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi penyakit ini dan hanya sekitar 30 persen dari orang-orang tersebut yang akan memiliki gejala.

Penyakit ini bisa menyerang pria maupun wanita. Meski demikian, kondisi ini lebih sering ditemui pada wanita. Belum diketahui secara pasti mengapa wanita lebih sering terinfeksi daripada pria. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah cairan prostat mengandung zat seng dan zat lain yang bisa berbahaya bagi trikomonad.

 

Gejala Trikomoniasis

Tidak semua individu yang mengalami infeksi trikomoniasis dapat merasakan gejala dari infeksi penyakit ini. Sekitar 70 persen penderita tidak dapat merasakan gejala apapun. 30 persen lainnya akan merasakan gejala trikomoniasis setelah 5 – 28 hari terjangkit penyakit ini.

Pada wanita, gejala infeksi trikomoniasis berupa:

  • Keputihan yang banyak dan berbau amis.
  • Keputihan berwarna kuning kehijauan, bisa kental atau encer, serta berbusa.
  • Gatal yang disertai rasa terbakar dan kemerahan di area kewanitaan.
  • Nyeri saat berhubungan intim atau saat buang air kecil.
  • Merasa nyeri pada perut bagian bawah.

Sedangkan, gejala trikomoniasis pada pria seperti:

  • Sakit, bengkak, dan kemerahan di area ujung alat vital.
  • Keluar cairan putih dari alat vital.
  • Nyeri saat buang air kecil atau setelah ejakulasi.
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya.

Faktor Risiko Trikomoniasis

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena infeksi trikomoniasis, antara lain:

  • Kerap bergonta-ganti pasangan
  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman, seperti tidak menggunakan alat pengaman
  • Berbagi pakai alat bantu untuk berhubungan intim
  • Pernah mengalami infeksi menular (IMS) sebelumnya

Meski demikian, beberapa aktivitas intim, seperti oral, anal, ciuman, dudukan kloset, dan berbagi pakai alat makan dan alat pribadi tidak dapat menularkan penyakit ini.

 

Bahaya dan Komplikasi Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis yang tidak ditangani dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, terutama pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengidap penyakit ini dapat menularkan Infeksi trikomoniasis ke bayinya saat proses persalinan. Akibatnya, bayi terlahir prematur atau terlahir dengan berat badan rendah.

Selain itu, Infeksi trikomoniasis yang terjadi pada wanita dapat membuat penderitanya lebih rentan terkena infeksi HIV.

 

Pengobatan Trikomoniasis Di Klinik Pandawa

Untuk memastikan bahwa seseorang menderita  Infeksi trikomoniasis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada organ kelamin pasien, serta mengambil sampel cairan kewanitaan (pada wanita) atau urine (pada pria) untuk diteliti di laboratorium.

Butuh waktu beberapa hari untuk melakukan pemeriksaan sampel cairan kewanitaan atau urine. Meski hasil lab belum keluar, pasien tetap akan ditangani untuk mengurangi risiko penularan infeksi.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien positif menderita infeksi trikomoniasis, dokter akan menyarankan pasangan pasien untuk diperiksa dan diobati juga.

Untuk mengobati Infeksi trikomoniasis, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat antibiotik bisa diminum sebagai dosis tunggal dan besar, atau dikonsumsi 2 kali sehari, selama 5-7 hari, dengan dosis yang lebih kecil.

Pasien juga dilarang melakukan hubungan intim sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Selain itu, pasien harus menghindari konsumsi minuman beralkohol selama 24 jam setelah mengonsumsi antibiotik, karena bisa menyebabkan mual dan muntah.

Penyakit trikomoniasis biasanya sembuh dalam tujuh hari. Walau begitu, pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lagi ke dokter dalam 3 minggu hingga 3 bulan setelah pengobatan untuk memastikan dirinya tidak terinfeksi kembali.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kelamin terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan infeksi trikomoniasis. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan infeksi trikomoniasis. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani trikomoniasis yang Anda alami

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, maka Anda dapat menghubungi kami di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) atau klik bit.ly/2VdMqLL untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *