BERCAK KUNING DI KELOPAK MATA TANDA PENYAKIT XANTHELASMA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

bercak kuning di kelopak mata tanda penyakit xanthelasma

 

Pernahkah Anda meraba kelopak mata Anda? Apakah ada bercak berwarna kuning – kekuningan yang tumbuh di area tersebut? Jika ya, mungkin Anda terserang penyakit Xanthelasma.

Xanthelasma adalah endapan lemak lembut, berwarna kekuningan, terbentuk di bawah kulit dan paling sering terjadi di area kelopak mata. Endapan berupa plak ini bisa terasa lembut, semipadat, atau berkapur.

Bercak kuning tersebut biasanya muncul di 4 titik kelopak mata, yaitu di atas dan di bawah sudut mata bagian dalam, serta pada mata kanan dan kiri. Meski demikian, kelopak mata bagian bawah kerap menjadi area yang sering ditumbuhi gumpalan itu.

Bercak kuning pada kelopak mata ini bersifat simetris dan memiliki kecenderungan untuk berkembang menjadi lebih progresif, menyatu satu sama lain, dan menjadi permanen. Gawatnya lagi, Xanthelasma bisa menjadi indikator sebuah penyakit jantung atau stroke.

Kondisi ini jarang terjadi, namun seseorang dapat mengalaminya jika memiliki kadar kolesterol tinggi atau lemak lain dalam darah meningkat. Bahkan dalam kadar kolesterol yang normal pun, seseorang tetap bisa mengalaminya. Bercak kuning di kelopak mata atau Xanthelasma lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan rentan menyerang orang paruh baya.

 

Penyebab Xanthelasma

Sekitar 50 persen pasien yang menderita Xanthelasma memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Xanthelasma sendiri disebabkan oleh kelainan enzim yang terakumulasi di dalam sel kulit, khususnya di sekitar area kelopak mata. Kondisi ini membuat kolesterol ‘jahat’ (LDL) dalam darah terdorong keluar ke permukaan kulit dan membentuk gumpalan berwarna kuning seperti lemak atau lipid.

 

Selain itu, berikut beberapa faktor risiko lain yang meningkatkan seseorang terserang Xanthelasma:

  • Rendahnya kadar kolesterol baik dalam tubuh seseorang sehingga kolesterol jahat lebih banyak dan lebih mudah muncul pada permukaan kulit.
  • Seseorang yang memiliki riwayat penyakit kolesterol atau hiperkolesterolemia lebih rentan mengalami kondisi Xanthelasma.
  • Pengidap penyakit diabetes juga sangat rentan dengan kondisi Xanthelasma.
  • Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi Xanthelasma. Sehingga tidak ada salahnya untuk menjaga tekanan darah agar dalam batas normal.
  • Obesitas dapat menjadi faktor yang menyebabkan seseorang Xanthelasma karena adanya lemak yang berlebihan pada tubuh.
  • Kebiasaan merokok dapat meningkatkan seseorang mengalami kondisi Xanthelasma. Kondisi ini dapat meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh.

 

Gejala Xanthelasma

Penyakit Xanthelasma ditandai dengan munculnya bercak yang berisi lemak atau lipid berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata. Bercak atau plak ini tidak terlalu padat namun teksturnya lebih keras dari kulit normal.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit ketika disentuh, tapi terkadang bercak yang muncul di kelopak mata bisa membuat Anda sedikit kesulitan atau terganggu ketika membuka mata.

Dalam kasus tertentu, gejala Xanthelasma memiliki kemiripan dengan penyakit kulit lain. Bahkan, bercak kuning pada mata juga dapat menimbulkan penyakit serius lainnya. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika terdapat gejala Xanthelasma di kelopak mata Anda.

 

Pengobatan Xanthelasma

Untuk mengobati Xanthelasma, dokter akan terlebih dahulu memeriksa gumpalan atau bercak yang terdapat pada kelopak mata Anda. Pemeriksaan dimulai dari warna dan ukurannya untuk mengetahui jika terdapat indikasi penyakit Xanthelasma.

Selain itu, beberapa tes juga akan dilakukan mengingat penyakit ini dapat dipicu oleh kondisi lainnya. Serangkaian tes tersebut, antara lain pemeriksaan tekanan darah, tes laboratorium, dan tes kesehatan jantung.

Jika pengelihatan Anda sudah mulai terganggu oleh gumpalan lemak yang tumbuh, tindakan bedah dapat dilakukan untuk mengangkat lapisan tersebut dari sekitar kelopak mata. Besarnya sayatan yang dibuat akan disesuaikan dengan kondisi lipid yang tumbuh.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengangkat gumpalan tersebut melalui teknik Electrodessication dan Cryotherapy. Kedua teknik ini berfungsi untuk mematikan sel yang menyebabkan Xanthelasma terjadi. Pada Electrodessication diperlukan bantuan gelombang listrik, sedangkan Cryotherapy menggunakan suhu yang sangat dingin.

Selain metode-metode di atas, ada juga teknik yang disebut sebagai ablasi laser argon dengan menggunakan gas karbondioksida. Pada teknik ablasi laser argon ini, dokter akan menggunakan sinar laser untuk menghancurkan lemak secara bertahap. Namun jangan khawatir, Anda akan diberikan suntikan anestesi lokal sebelum tindakan dilakukan.

Untuk meminimalisir efek samping seperti efek parut, teknik kauterisasi dengan cairan kimia dapat dilakukan. Dalam teknik ini, dokter akan mengoleskan zat seperti asam asetat diklorinasi, asam monokloroasetat, asam diklororoetat, atau asam trikloroasetat untuk mematikan jaringan pada gumpalan Xanthelasma.

Klinik Pandawa Jakarta memiliki banyak pasien dengan penyakit Xanthelasma dengan berbagai penyebab dan komplikasi. Ada banyak pasien yang telah disembuhkan dan merasa puas dengan pelayanan kami.

Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui bit.ly/2VdMqLL atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami