Pernahkah Anda meraba kelopak mata Anda? Apakah ada bercak berwarna kekuningan yang tumbuh di area tersebut? Jika ya, mungkin Anda terserang penyakit Xanthelasma.

Xanthelasma adalah endapan lemak lembut, berwarna kekuningan, terbentuk di bawah kulit dan paling sering terjadi di area kelopak mata. Endapan berupa plak ini bisa terasa lembut, semipadat, atau berkapur.

Gumpalan plak tersebut biasanya muncul di 4 titik kelopak mata, yaitu di atas dan di bawah sudut mata bagian dalam, serta pada mata kanan dan kiri. Meski demikian, kelopak mata bagian bawah kerap menjadi area yang sering ditumbuhi gumpalan itu.

Penyakit ini bersifat simetris dan memiliki kecenderungan untuk berkembang menjadi lebih progresif, menyatu satu sama lain, dan menjadi permanen. Gawatnya lagi, Xanthelasma bisa menjadi indikator sebuah penyakit jantung atau stroke.

Kondisi ini jarang terjadi, namun seseorang dapat mengalaminya jika memiliki kadar kolesterol tinggi atau lemak lain dalam darah meningkat. Bahkan dalam kadar kolesterol yang normal pun, seseorang tetap bisa mengalaminya. Xanthelasma lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan rentan menyerang orang paruh baya.

Penyebab Xanthelasma

penyebab xanthelasma
Penderita Xanthelasma memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Sekitar 50 persen pasien yang menderita Xanthelasma memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Xanthelasma sendiri disebabkan oleh kelainan enzim yang terakumulasi di dalam sel kulit, khususnya di sekitar area mata. Kondisi ini membuat kolesterol ‘jahat’ (LDL) dalam darah terdorong keluar ke permukaan kulit dan membentuk gumpalan berwarna kuning seperti lemak atau lipid.

Baca juga: Bisa Sembuhkah Penderita Prurigo? Apa Penyebabnya?

Selain itu, berikut beberapa faktor risiko lain yang meningkatkan seseorang terserang Xanthelasma:

  • Rendahnya kadar kolesterol baik dalam tubuh seseorang sehingga kolesterol jahat lebih banyak dan lebih mudah muncul pada permukaan kulit.
  • Seseorang yang memiliki riwayat penyakit kolesterol atau hiperkolesterolemia lebih rentan mengalami kondisi Xanthelasma.
  • Pengidap penyakit diabetes juga sangat rentan dengan kondisi Xanthelasma.
  • Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi Xanthelasma. Sehingga tidak ada salahnya untuk menjaga tekanan darah agar dalam batas normal.
  • Obesitas dapat menjadi faktor yang menyebabkan seseorang Xanthelasma karena adanya lemak yang berlebihan pada tubuh.
  • Kebiasaan merokok dapat meningkatkan seseorang mengalami kondisi Xanthelasma. Kondisi ini dapat meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh.

Gejala Xanthelasma

gejala xanthelasma
Xanthelasma ditandai dengan munculnya bercak yang berisi lemak berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata.

Penyakit Xanthelasma ditandai dengan munculnya bercak yang berisi lemak atau lipid berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata. Bercak atau plak ini tidak terlalu padat namun teksturnya lebih keras dari kulit normal.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit ketika disentuh, tapi terkadang bercak yang muncul di kelopak mata bisa membuat Anda sedikit kesulitan atau terganggu ketika membuka mata.

Dalam kasus tertentu, gejala Xanthelasma memiliki kemiripan dengan penyakit kulit lain. Bahkan, Xanthelasma juga dapat menimbulkan penyakit serius lainnya. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika terdapat gejala Xanthelasma di kelopak mata Anda.

Pengobatan Xanthelasma

pengobatan xanthelasma
Beberapa tes akan dilakukan untuk mendiagnosa Xanthelasma.

Untuk mengobati Xanthelasma, dokter akan terlebih dahulu memeriksa gumpalan atau bercak yang terdapat pada kelopak mata Anda. Pemeriksaan dimulai dari warna dan ukurannya untuk mengetahui jika terdapat indikasi penyakit Xanthelasma.

Selain itu, beberapa tes juga akan dilakukan mengingat penyakit ini dapat dipicu oleh kondisi lainnya. Serangkaian tes tersebut, antara lain pemeriksaan tekanan darah, tes laboratorium, dan tes kesehatan jantung.

Baca juga: Penyebab Benjolan Vagina yang Membahayakan

Jika pengelihatan Anda sudah mulai terganggu oleh gumpalan lemak yang tumbuh, tindakan bedah dapat dilakukan untuk mengangkat lapisan tersebut dari sekitar kelopak mata. Besarnya sayatan yang dibuat akan disesuaikan dengan kondisi lipid yang tumbuh.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengangkat gumpalan tersebut melalui teknik Electrodessication dan Cryotherapy. Kedua teknik ini berfungsi untuk mematikan sel yang menyebabkan Xanthelasma terjadi. Pada Electrodessication diperlukan bantuan gelombang listrik, sedangkan Cryotherapy menggunakan suhu yang sangat dingin.

Selain metode-metode di atas, ada juga teknik yang disebut sebagai ablasi laser argon dengan menggunakan gas karbondioksida. Pada teknik ablasi laser argon ini, dokter akan menggunakan sinar laser untuk menghancurkan lemak secara bertahap. Namun jangan khawatir, Anda akan diberikan suntikan anestesi lokal sebelum tindakan dilakukan.

Untuk meminimalisir efek samping seperti efek parut, teknik kauterisasi dengan cairan kimia dapat dilakukan. Dalam teknik ini, dokter akan mengoleskan zat seperti asam asetat diklorinasi, asam monokloroasetat, asam diklororoetat, atau asam trikloroasetat untuk mematikan jaringan pada gumpalan Xanthelasma.