Berikut Ini Macam dan Fungsi Hormon Pada Wanita yang Perlu Diketahui

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

hormon pada wanita

Pernah merasakan tiba-tiba emosian atau lebih sensitive pada saat menjelang masa ovulasi ataupun datang bulan? atau kamu pernah berhadapan dengan orang seperti itu? Mungkin itu karena hormonnya sedang tak seimbang. Pada tubuh wanita terdapat banyak hormon yang mana membantu mengendalikan fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme dan juga reproduksi. Lalu, apa saja hormon hormon pada wanita ini dan apa saja fungsinya? Yuk kita simak bersama selengkapnya di bawah ini.

Bagi kaum wanita pasti sering memanfaatkan atau menyalahkan hormon ketika mereka mulai berperilaku sedikit aneh, emosional maupun tak rasional. Mulai dari cenderung emosinal, mudah marah hingga lebih sensitif dari biasanya. Pantas saja, ini memang berhubungan dengan hormon pada wanita.

Namun, meski hormon pada wanita kerap menjengkelkan diri sendiri maupun orang lain yang terkena imbasnya, perannya sangatlah penting. Hormon wanita ini turut berperan dalam tiap aspek kehidupan kewanitaan, seperti yang paling signifikan pada masa kehamilan hingga wanita melahirkan.

 

Macam Hormon pada wanita

Seiring proses alami tubuh yang dilalui semua wanita beragam perubahan pun dialami, mulai dari pubertas, ovulasi, menstruasi, kehamilan hingga menyusui. Berbagai proses ini terjadi berkat adanya macam-macam hormon pada wanita.

Hormon sendiri merupakan zat kimia yang diproduksi oleh sistem endokrin dalam tubuh serta berfungsi untuk membantu mengendalikan hampir semua fungsi tubuh. Seperti menjaga metabolisme tubuh, membantu pertumbuhan tubuh, hingga cara kerja berbagai sistem organ, termasuk untuk organ reproduksi.

Berikut ini beberapa macam hormon pada wanita, diantaranya yaitu

  1. Estrogen

Hormon wanita yang pertama yaitu ada Estrogen. Dimana merupakan hormon yang diproduksi oleh ovarium. Hormon ini bekerja untuk membantu mengembangkan dan mengubah tubuh selama pubertas, termasuk pengembangan fungsi organ seksual dan menjamin proses ovulasi dalam siklus bulanan.

Pada saat wanita hamil, maka hormon estrogen ini berfungsi untuk mendukung perkembangan plasenta, payudara, hingga janin. Selain itu, hormon ini juga membantu tulang-tulang dan memengaruhi jantung, otak dan kerja otot pada tubuh.

Penurunan produksi estrogen dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti menstruasi tidak teratur, vagina kering, suasana hati yang tidak menentu, menopause dan osteoporosis pada wanita yang lebih tua.

  1. Progesterone

Hormon wanita yang kedua ini juga tak kalah penting, yaitu progesterone. Dimana hormon ini bisa meningkat pada saat proses ovulasi dan akan terus naik hingga puncaknya selama proses kehamilan.

Progesteron hormonal menolong mengatur siklus haid serta mempersiapkan badan wanita untuk hamil. Sebab itu hormon progesteron kerap berkaitan dengan kesuburan karena mempengaruhi lancar tidaknya menstruasi, hamil, hingga risiko komplikasi saat hamil.

Progesteron ini juga menyiapkan dinding rahim untuk siap menerima telur yang dibuahi sehingga bisa bertumbuh. Tidak hanya itu progesteron hormonal juga bisa menghindari kontraksi otot rahim yang dapat menyebabkan dinding rahim seolah-olah mereka menolak telur.

 

Baca juga: Kulit Wajah Belang akibat Terbakar Matahari? Coba Cara Ampuh Ini

  1. Testoteron

Dalam tubuh wanita ada juga hormon testosteron, tetapi tidak sebanyak produksi testosteron pada pria. Hormon perempuan ini berfungsi dalam regulasi libido ataupun vitalitas seksual, serta perawatan kesehatan Miss V, payudara serta kesuburan.

  1. Follicle Stimulating Hormon

Dalam tubuh wanita juga terdapat hormon FSH, yang bertanggung jawab dan bertugas dalam ovulasi bulanan. Hormon wanita ini diproduksi di kelenjar hipofisis, yang berperan penting pada sistem reproduksi.

Jika tingkat hormon ini berkurang, menandakan bahwa wanita tidak mengalami ovulasi, ada gangguan kelenjar hipofisis, atau itu juga bisa berarti kehamilan.

Namun, sebaliknya, bila kadar FSH tinggi, bisa jadi menandakan wanita memasuki masa menopause, adanya tumor di dalam kelenjar hipofisis, atau gejala dari sindrom Turner.

  1. Hormon pada wanita : Luteinizing hormon

Selain FSH ada hormon Luteinizing Hormon. Hormon wanita ini bertanggung jawab untuk membantu tubuh mengatur siklus menstruasi dan ovulasi. Sebab itu, hormon luteinizing hormon (LH) juga berperan dalam masa pubertas. Hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar hipofisis di otak.

Umumnya, kadar hormon wanita akan meningkat saat menstruasi dan setelah menopause. Kalau kadar LH yang terlalu tinggi pada tubuh wanita bisa menimbulkan masalah reproduksi.

  1. Hormon pada wanita : Oksitosin

Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis di otak ini umumnya akan meningkat selama kehamilan, terutama ketika mendekati persalinan.

Ketika kadar hormon ini tinggi, rahim akan terangsang untuk berkontraksi dan mempersiapkan proses persalinan. Setelah melahirkan, hormon ini akan merangsang kelenjar payudara untuk menghasilkan ASI.

Baca juga: Kenali Penyakit Endometriosis, Kondisi yang Perlu Diawasi Wanita

Cara mengatasi kekurangan hormon pada wanita

Para ahli menyarankan beberapa tips untuk bisa meningkatkan hormon wanita, diantaranya seperti:

  • Melakukan diet sehat

Bila kamu mengalami obesitas atau berat badan berlebih sebaiknya mulai melakukan diet sehat. Karena dengan melakukan program diet ini bisa membuat menstruasi lebih teratur dan meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Jangan lupa juga untuk konsumsi makan makanan sehat.

  • Hindari stress dan tidur cukup

Seperti yang kita tahu stress juga bisa menyebabkan perubahan kadar serum dalam hormon pada tubuh, seperti glukokotikoid, katekolamin, hormon pertumbuhan dan prolaktin. Cobalah untuk melakukan hal-hal positif seperti beribadah. Kamu juga baiknya istirahat cukup setidaknya 8 jam per hari.

  • Olahraga teratur

Olahraga bisa membantu kamu untuk menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Olahraga sendiri mampu memperkuat sistem endokrin yang akan mengatur hormon dalam tubuh. Olahraga juga bisa mengurangi stres, membantu tidur lebih berkualitas, dan menjaga berat badan.

  • Hindari bahan kimia

Bahan kimia berbahaya bisa masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara. Jangan diabaikan, hal ini bisa mengganggu keseimbangan hormon kamu juga. Makanan yang mengandung pestisida, pembersih ruangan, wadah plastik yang kamu gunakan untuk makanan, dan produk perawatan tubuh yang dipakai, harus kamu perhatikan.

Demikianlah penjelasan macam-macam hormon pada wanita berikut dengan fungsinya. Bila kamu merasa mengalami gangguan yang berkaitan dengan hormon, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Hubungi kami melalui 0821-1141-0672/ 021-62313337 atau langsung klik KONSULTASI GRATIS.

Referensi:
Womens Health. Reproductive health and mental health
NHS.uk. Addisons disease
WebMD. Whar are Hormones?
MedicineNet. Medical Definition of Estrogen
Healthline. 12 Natural Ways to Balance Your Hormones

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *