Bintil di Vagina, Ini Dia 10 Penyebab Kemunculannya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

bintil di vagina

Masih banyak orang yang mengabaikan kesehatan organ sensitive dalam menjaga kebersihannya. Padahal penting untuk mencegah beberapa hal yang tidak diinginkan seperti benjolan atau bintil di vagina yang abnormal serta penyakit kelamin wanita lainnya.

Merawat vagina memang gampang-gampang susah. Berada di area bawah dan tertutup, sering kita abaikan dan menganggapnya ‘aman’. Tetapi justru sesuai dengan sebutannya ‘organ sensitive’ perlu dan wajib diperhatikan kebersihan atau kesehatannya sejak dini.

Tak banyak juga organ sensitif ini muncul jerawat, benjolan atau bintil di vagina, gatal, bengkak, atau iritasi lainnya. Bahkan juga hal tersebut gejala dari suatu penyakit yang mesti membutuhkan penanganan khusus.

Bagi sahabat pandawa yang saat ini sedang bertanya-tanya tentang penyebab bintil di vagina? Yuk kita lihat bersama apa saja yang menjadi penyebabnya di bawah ini yaa

 

Bintil di vagina                    

Bintil di vagina tentunya membuat para wanita resah dan merasa gelisah. Vagina sendiri merupakan organ berbentuk tabung yang berfungsi sebagai penghubung antara rahim dan leher rahim (serviks). Bagian vulva sendiri merupakan organ vital bagian luar yang terdiri dari (bibir) labia minora, labia mayora, dan kelenjar Skene.

Kondisi bintil di vagina tersebut bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kelainan wajar yang tidak berbahaya, infeksi, hingga kanker. Apalagi bila bintil tersebut disertai gejala lain, seperti gatal, iritasi atau ruam, perdarahan vagina, hingga nyeri.

Sahabat pandawa hanya perlu mengetahui apa penyebabnya dan jangan ragu untuk berdiskusi ke klinik kulit dan kelamin yang berkompeten guna mendapatkan penanganan tepat.

Penyebab Bintil di Vagina

Dari berbagai sumber, adapun beberapa penyebab bintil di vagina, meliputi:

  1. Kista Bartholin, bintil lunak di sekitar bibir vagina

Bintil di vagina pertama bisa menjadi gejala kista Bartholin atau Bartholinitis. Penyebab bintil di vagina ini muncul karena kelenjar keringat di sekitar kedua bibir vagina tersumbat, sehingga menyebabkan cairan yang semestinya keluar justru kembali ke dalam kelenjar.

Kista ini umumnya tak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika ukurannya besar, bisa menimbulkan rasa kurang nyaman saat bersenggama, berjalan, berolahraga, ataupun memakai pembalut jenis tampon sekalipun.

Apabila bintil di Miss V tersebut mulai menimbulkan rasa sakit, itu pertanda kista sudah terinfeksi dan perlu segera ditangani oleh dokter.

 

  1. Syringoma

Penyebab gangguan miss V selanjutnya bisa juga menjadi tanda kamu mengalami syringoma. Tumor jinak atau syringoma ini berupa benjolan kecil dan padat di permukaan kulit disekitar tubuh. Selain bisa timbul di alat kelamin vagina, syringoma juga bisa berada di area mata, pipi, dada, maupun perut.

Umumnya syringoma tidak memberikan rasa gatal maupun nyeri, dan tak berpotensi menjadi kanker. Terkadang dalam beberapa kasus, bintil syringoma di vagina ini bisa saja terasa gatal, terutama saat penderitanya berkeringat. Dimana kelenjar keringat tersebut terhadang sehingga menimbulkan bintil-bintil seperti jerawat.

 

Baca juga: Benjolan di Vagina Penyebab, Bahaya dan Pengobatanya

  1. Akibat Bulu yang tak tercukur habis

Bagi kamu yang sering melakukan aktivitas cukur juga perlu berhati-hati. Biasanya alat pencukur area kelamin ini juga bisa menimbulkan iritasi maupun bintil-bintil oleh akibat bulu yang tak tercukur/ terangkat atau bahkan tumbuh bulu ke dalam.

Sehingga sering mengakibatkan kulit vagina terasa tak mulus atau bruntusan akibat pencukuran ini.

 

  1. Sumbatan kelenjar lemak atau Fordyce spot

Fordyce spots merupakan benjolan atau bintil kecil berwarna putih kekuningan berukuran sekitar 1–3 mm. Fordyce spots umumnya muncul di bagian dalam vulva, tetapi bisa juga terlihat di area wajah, bagian tepi bibir, atau bahkan penis.

 

  1. Varises vagina

Selain di kaki, varises juga bisa loh menjadi penyebab bintil di vagina. Biasanya varises di vagina ini berada di permukaan luar vagina dan dialami oleh wanita hamil.  

Kondisi ini tak memberikan gejala dan bisa hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Tetapi untuk diketahui saja, terkadang ada beberapa kondisi ini memberikan rasa nyeri, bengkak, ataupun gatal.

 

  1. Bintil di Vagina Akibat Kutil kelamin

Bintil di Miss V juga pertanda kamu mengalami kutil kelamin. kondisi ini perlu penanganan khusus oleh karena termasuk penyakit infeksi menular seksual. Kutil kelamin sendiri disebabkan oleh adanya virus human papillomavirus atau HPV.

Sesuai golongannya penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual. Gejalanya pun diawali bintil kecil bewarna merah atau samar seperti kulit, nyeri, hingga rasa gatal. Jika kamu tau jengger ayam, kutil ini bisa seperti itu, yang mana bisa membesar dan membuat tidak nyaman. Jika kamu merasakan hal ini segeralah ke klinik kulit dan kelamin terpercaya.

 

Baca juga: Ini loh Virus Human Papillomavirus ( HPV ) Penyebab Infeksi Kelamin

  1. Herpes genital atau simpleks

Bintil di Miss V juga pertanda kamu mengidap suatu penyakit serius yaitu herpes genital. Sama dengan kutil kelamin, herpes genital juga merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus HSV.

Gejala awal yang kamu rasakan seperti kesemutan hingga nyeri yang menjalar di area vagina, yang kemudian menyebar hingga ke bokong dan paha.

Setelah itu, akan timbul rasa nyeri di bibir vagina, yang diikuti dengan munculnya bintil atau lenting-lenting kecil yang nyeri. Apabila sahabat pandawa mengalami bintil di vagina akibat herpes genital jangan ragu lakukan pengobatan di klinik kulit dan kelamin.

 

  1. Vulvovaginitis

Bintil di miss V juga pertanda kamu mengalami infeksi Vulvovaginitis atau peradangan di sekitar bibir vagina (labia) dan area perineum. Ini merupakan kondisi umum yang mempengaruhi wanita dan anak perempuan dari segala usia, dan memiliki berbagai penyebab.

Candida albicans merupakan salah satu infeksi jamur penyebab umum dari vulvovaginitis. Infeksi jamur ini bisa memicu rasa gatal dan cairan keputihan bertekstur kental yang mirip dengan keju cottage. Tanda lainnya adalah nyeri saat buang air kecil.

 

  1. Bintil di Miss Akibat Sifilis

Selanjutnya penyebab gangguan miss V bisa dikarenakan adanya penyakit sifilis atau raja singa. Bintil ini kadang terasa sakit atau tidak dan tak kasat mata. Sehingga jarang mengetahui bila ada tanda-tanda sifilis.

Sifilis juga termasuk penyakit menular seksual yang memiliki tingkatan stadium. Pada ibu hamil, infeksi sifilis dapat menyebabkan kondisi janin abnormal, prematur atau kematian bayi. Untuk itu, semakin dini dideteksi dan pengobatannya, maka semakin mudah pula disembuhkan.

 

Baca juga: Berbahaya! Kenali Tahapan dan Gejala Infeksi Menular Seksual dari Sifilis

 

  1. Moluskum Kontagiosum

Kehadiran gangguan miss V ini sering disangka jerawat biasa, tapi nyatanya bintil-bintil ini punya risiko dan bahaya menular. Bintil yang dikira jerawat ini sering tidak memberikan rasa nyeri namun akan terasa sedikit gatal dan hasrat ingin menggaruknya tak terbendung.

Pada orang dewasa bintil ini muncul oleh karena infeksi menular seksual. Penyebabnya dipicu oleh virus pox dan dapat menyebar melalui kontak fisik ataupun benda perantara. Kemunculannya sering terasa gatal, berwarna seperti kulit, bila digaruk maka akan menyebarkan virus dan berukuran 2 hingga 5mm.

Kapan Kamu Harus ke Dokter?

Sahabat Pandawa mengalami salah satu bintil di vagina seperti di atas? Lakukan pengecekan segera agar tidak timbul komplikasi berlanjut atau masalah kesehatan yang mengganggu.

Kamu pun tidak perlu ragu atau malu untuk menemui dokter. Untuk memudahkan pengobatan dan penanganan, kamu dapat hubungi nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi bersama dengan dokter Kami. Lebih cepat dideteksi, maka akan lebih mudah pula diobati.

 

Referensi:
WebMD (2019). Vaginal Cysts.
Healthline (2020). Guide to Vaginal Lumps and Bumps.
Healthline (2020). What to Do If You Feel a Hard Lump Inside Your Vagina.
Mayo Clinic (2019). Diseases & Conditions. Vaginal Cancer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *