Mengenal Cacar Api (Herpes Zoster), Penyakit Lanjutan Dari Cacar Air

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

cacar api (herpes zoster)Timbul bintil merah yang bergerombol di sejumlah bagian tubuh Anda? Bisa jadi Anda menderita cacar api (herpes zoster).

Cacar api (herpes zoster) adalah salah satu penyakit yang tejadi pada kulit. Penyakit ini tentu sudah tidak asing di telinga orang Indonesia. Herpes zoster lebih kompleks daripada herpes genital. Hal ini dikarenakan durasi penyakitnya dapat memakan waktu cukup lama bahkan berulang.

Cacar api merupakan kelanjutan dari cacar air yang umumnya terjadi pada orang dewasa. Mari kita simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui hal-hal yang terkait dengan penyakit cacar api (herpes zoster).

 

Definisi Cacar Api (Herpes Zoster)

Cacar api (herpes zoster) merupakan infeksi yang terjadi pada saraf dan kulit di sekitarnya serta disebabkan oleh virus varicella zoster, yang juga merupakan penyebab penyakit cacar air. Virus varicella zoster dapat hidup dalam system saraf manusia seperti pada sekitar tulang belakang atau dasar dari tulang tengkorak tubuh selama bertahun-tahun, bahkan ketika infeksi cacar air telah sembuh. Virus ini dapat kembali aktif di kemudian hari ketika sistem kekebalan tubuh melemah atau mengalami stress berlebihan sehingga timbulah penyakit herpes zoster ini. Oleh karena itu, orang yang pernah menderita cacar air akan cenderung lebih mudah untuk terkena virus ini kembali.

Penyakit herpes zoster umumnya ditandai dengan munculnya bintil pada kulit yang berisi air pada salah satu sisi tubuh dan menimbulkan rasa nyeri. Gejala yang timbul akibat penyakit herpes zoster ini biasanya adalah rasa panas yang diiringi sedikit rasa perih, gatal, dan sangat peka terhadap sentuhan. Semakin kamu sering menyentuhnya, maka penyebarannya akan semakin meluas ke bagian tubuh lain.

 

Gejala Cacar Api (Herpes Zoster)

Gejala yang timbul pada penyakit herpes zoster antara lain:

  • Munculnya bintil berisi air pada kulit yang mirip dengan cacar air pada salah satu sisi tubuh (kanan atau kiri).
  • Bintil tersebut hanya muncul setempat dan dapat berkembang menjadi luka melepuh berisi air yang menimbulkan gatal
  • Luka melepuh dapat pecah dan menjadi berkerak, lalu akan menghilang atau mengering dan berubah menjadi koreng dalam beberapa hari secara perlahan-lahan.
  • Bengkak pada jaringan kulit yang ada di sekitar bintil.
  • Jika bintil timbul di area mata, maka akan mengganggu penglihatan.
  • Timbul rasa nyeri berupa rasa panas seperti terbakar, kaku dan kesemutan pada bintil tersebut.
  • Gatal dan mati rasa pada bagian yang terdapat ruam.
  • Gejala yang timbul dapat disertai demam, sakit kepala, sensitive atau silau terhadap cahaya, dan rasa lemas/lelah.
  • Umumnya gejala akan mereda setelah 14-28 hari.

 

Penyebab Cacar Api (Herpes Zoster)

Penyakit herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella Zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan penyakit cacar air. Jadi penderita herpes zoster umumnya adalah mereka yang sebelumnya telah menderita penyakit cacar air.

Pada umumnya, kebanyakan orang mengalami penyakit cacar air pada saat masih kanak-kanak. Virus varicella zoster penyebab cacar air tersebut dapat menetap di system saraf seperti pada dasar tulang tengkorak maupun tulang belakang tubuh manusia selama bertahun-tahun. Sistem kekebalan tubuh yang baik menyebabkan virus tersebut menjadi tidak aktif.

Ketika cacar air telah sembuh, virus tersebut dapat kembali aktif di kemudian hari apabila sistem kekebalan tubuh menurun, sehingga tubuh rentan terkena infeksi. Pada saat itulah, timbul herpes zoster.

 

Faktor Risiko Cacar Api (Herpes Zoster)

Beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko timbulnya herpes zoster pada seseorang antara lain:

  • Memiliki usia di atas 50 tahun. Semakin bertambahnya usia maka semakin besar risiko terkena herpes zoster.
  • Mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya karena menderita kanker, menjalani kemoterapi, pasca operasi transplantasi organ, menderita AIDS, maupun mengonsumsi obat kortikosteroid untuk jangka waktu yang lama.
  • Mengalami stres fisik dan emosional, yang membuat sistem kekebalan tubuh menurun.

 

Komplikasi Cacar Api (Herpes Zoster)

Jika tidak diobati, cacar api (herpes zoster) dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

  • Neuralgia pasca-herpes atau postherpetic neuralgia, yaitu rasa nyeri parah yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah bintil sembuh. Komplikasi ini umumnya dialami oleh pasein yang berusia di atas 60 tahun.
  • Kebutaan, yaitu pada cacar api (herpes zoster) yang timbul di sekitar mata. Herpes zoster dapat menimbulkan terjadinya peradangan pada saraf mata, glaukoma, dan dapat berkembang menjadi kebutaan.
  • Gangguan saraf, seperti inflamasi atau peradangan pada otak, masalah pendengaran, maupun masalah pada keseimbangan tubuh.
  • Otot yang melemah. Peradangan pada saraf otot akan menyebabkan penurunan pada kekuatan otot tersebut
  • Infeksi bakteri dapat terjadi pada ruam atau luka lepuhan, apabila tidak menjaga kebersihan kulit dengan baik.
  • Bercak putih pada bekas ruam, dapat timbul akibat kerusakan pigmen kulit, yang tampak seperti bekas luka.

 

Pencegahan Cacar Api (Herpes Zoster)

Penderita cacar api (herpes zoster) dapat menjadi sumber penyebaran virus Varicella Zoster sehingga dapat mengakibatkan orang lain terkena cacar air. Beberapa hal yang dapat dilakukan agar tidak menularkan virus ini, antara lain:

  • Menutup luka lepuh yang terjadi pada kulit agar cairan yang ada pada luka lepuh tersebut tidak mengontaminasi benda-benda yang dapat menjadi perantara penularan.
  • Tidak menggaruk luka lepuh yang terjadi pada kulit
  • Sebaiknya menghindari kontak langsung dengan:
  1. Wanita hamil yang belum pernah mengalami cacar air
  2. Bayi dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur
  3. Orang dengan kekebalan tubuh lemah.
  • Mencuci tangan secara teratur

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko timbulnya herpes zoster adalah pemberian vaksinasi bagi lanjut usia diatas 50 tahun dan juga pada orang yang pernah menderita cacar api (herpes zoster) untuk mencegah agar tidak kambuh di kemudian hari. Meskipun tidak dapat mencegah timbulnya penyakit cacar api (herpes zoster) sepenuhnya, namun dengan vaksinasi diharapkan dapat mengurangi tingkat keparahan gejala penyakit ini serta dapat mempercepat waktu penyembuhannya.

 

Pengobatan Cacar Api (Herpes Zoster) DI Klinik Pandawa

Semakin dini pengobatan cacar api (herpes zoster) dilakukan, maka akan semakin efektif hasilnya. Tujuan dari pengobatan penyakit ini adalah untuk mengurangi gejala hingga penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Dokter umumnya akan memberikan obat-obatan untuk mengobati penyakit cacar api (herpes zoster). Namun penderita juga sebaiknya melakukan upaya mandiri untuk mengurangi gejala cacar api (herpes zoster) sebagai berikut:

  1. Memakai pakaian yang longgar dan berbahan lembut seperti katun
  2. Menutupi ruam kemerahan agar tetap bersih dan kering sehingga dapat mengurangi iritasi serta risiko infeksi.
  3. Menghindari pemakaian plester atau apa pun yang memiliki bahan perekat agar tidak menambah iritasi.
  4. Menggunakan lotion calamine untuk mengurangi gatal pada ruam.
  5. Membersihkan dan merawat luka melepuh yang berair dengan menggunakan kompres air dingin.

 

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kulit terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan cacar api (herpes zoster). Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan cacar api (herpes zoster). Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani cacar api (herpes zoster) yang Anda alami.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan kulit di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman