Tanda dan Ciri Anda Mengidap Penyakit Kelamin Klamidia yang Sering Tak Terlihat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Ciri ciri Klamidia
Penyebab Klamidia disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak aman dan sehat. Berganti-ganti pasangan menjadi salah satu faktor utamanya.

 

Tak sedikit beberapa penyakit khususnya penyakit kelamin tidak menampakkan gejala atau tanda-tanda langsung. Ada yang membutuhkan beberapa waktu minggu, bulan hingga tahun, gejala tersebut baru nampak. Salah satu penyakit kelamin yang cukup berbahaya adalah penyakit klamidia yang jarang menunjukkan ciri ciri klamidia dengan jelas dan cepat. Penyebab klamidia sendiri oleh karena hubungan seksual tak sehat yang tentu menyerang pria dan wanita.

Munculnya penyakit klamidia sering tidak disadari, karena tanda-tandanya tak langsung terlihat saat itu juga. Lalu, apa sih penyakit klamidia itu? Apa saja gejala dan penyebab klamidia? Serta, apakah penyakit ini bisa dicegah? Yuk, simak terus penjelasannya berikut ini.

 

Apa itu penyakit chlamydia?

Dengan istilah Chlamydia, atau klamidia, merupakan penyakit seksual berupa infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi tersebut bisa terjadi di bagian-bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas seksual, seperti mulut, anus, dan alat kelamin.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengkategorikan penyakit kelamin klamidia termasuk kategori penyakit menular seksual (PMS) atau sexually transmitted disease (STD). Saking menularnya, bayi yang dilahirkan oleh pengidap penyakit klamidia berisiko tinggi untuk terpapar.

Penyakit ini membutuhkan penanganan serius, sebagaimana berbagai PMS pada umumnya. Jika tidak, berbagai komplikasi dan gangguan kesehatan lain bisa terjadi. Karena itu pahami lebih dulu penyebab klamidia.

 

Penyebab Klamidia

Penyakit klamidia disebabkan oleh bakteri dengan nama yang sama, yaitu Chlamydia trachomatis. Bakteri ini bisa menyebar ke pria dan wanita melalui hubungan seks oral, vaginal, maupun anal, sehinggal hal ini menjadi penyebab klamidia yang perlu diwaspadai.

Mengutip Medical News Today, gejala penyakit klamidia seringkali tak terdeteksi di awal. Dengan kata lain, seseorang yang telah terinfeksi bakteri penyebab klamidia ini bisa saja menularkan ke orang lain tanpa ia sadari.

Hampir sama seperti kebanyakan PMS, penyakit klamidia hanya bisa ditularkan melalui hubungan seksual, dan tidak bisa menyebar melalui:

  • Penggunaan toilet bersama
  • Berenang di kolam yang sama
  • Menyentuh permukaan benda yang telah dipegang pengidap
  • Berdiri di samping pengidap yang sedang bersin
  • Satu ruangan di kantor bersama pengidap

 

Ciri Ciri Klamidia

Seperti yang telah disebutkan di atas, penyakit ini memiliki tanda dan ciri ciri klamidia yang sangat minim. Sehingga, banyak pengidapnya yang tak sadar menularkan ke orang lain dan menjadi penyebab klamidia. Menurut WebMD, kiranya ada75 persen perempuan dan 50 persen pria terinfeksi atau tertular klamidia tanpa menunjukkan ciri-ciri tertentu. Jika ada beberapa ciri ciri muncul, biasanya Anda baru akan mengetahuinya setelah beberapa minggu sampai sebulan dari masa penularan.

Meski begitu, ada beberapa tanda yang masih bisa diamati pada pria dan wanita pengidap penyakit klamidia.

 

Gejala klamidia pada perempuan:

  • Keluarnya cairan tidak normal yang berbau
  • Perdarahan di luar masa menstruasi
  • Adanya rasa sakit ketika menstruasi
  • Nyeri di bagian lambung bawah disertai dengan demam
  • Adanya rasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Rasa panas dan gatal di sekitar vagina
  • Sakit ketika buang air kecil

 

Gejala klamidia pada laki-laki:

  • Adanya sedikit cairan bening atau keruh yang muncul di ujung penis
  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Rasa panas dan gatal di lubang penis
  • Munculnya rasa sakit dan bengkak di sekitar testis

Ciri-ciri klamidia serupa dengan penyakit menular seksual lainnya, seperti gonorea atau penyakit kencing nanah, sehingga membuat keduanya menjadi sulit dibedakan.

Penyebab Klamidia dengan penyebab gonorea, keduanya disebabkan oleh infeksi bakeri. Jika penyakit klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, penyakit gonorea atau kencing nanah ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Keduanya ditularkan melakui hubungan seksual yang tidak terproteksi, baik secara vaginal, anal, maupun oral.

 

Perbedaan Ciri-ciri Klamidia dengan Gonorea

Ciri-ciri penyakit klamidia yang dapat diidentifikasi, antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Cairan abnormal dari penis/vagina
  • Cairan abnormal dari rektum
  • Nyeri rektum
  • Keluar darah dari rektum
  • Nyeri saat berhubungan seksual pada wanita
  • Nyeri dan bengkak pada testis
  • Nyeri saat melakukan ejakulasi

Ciri-ciri klamidia di atas pun bisa didapati pada pengidap penyakit gonorea. Perbedaan ciri-ciri klamidia dan gonorea terletak pada kemunculan gejalanya. Tanda-tanda penyakit klamidia tidak langsung terjadi setelah terinfeksi.

Tanda dan ciri tersebut baru akan muncul dalam rentang 1 sampai 3 hari. Sementara itu, ciri-ciri ciri gonorea akan lebih cepat muncul. Pria memiliki ciri yang lebih berat daripada wanita apabila terinfeksi penyakit ini.

Diperlukan pemeriksaan sederhana untuk membedakan dua penyakit kelamin ini, yaitu dengan tes amine. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meneteskan KOH pada sekret yang keluar. Apabila hasil pemeriksaan mengeluarkan bau tidak sedap, maka membuktikan adanya infeksi klamidia. Namun, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang minim untuk memastikan infeksi klamidia.

Untuk menentukan terdapatnya peradangan klamidia, dokter akan melaksanakan pemeriksaan tambahan setelah menemukan ciri-ciri penyakit klamidia pada Anda. Salah satunya dengan pemeriksaan urine. Pemeriksaan urine bertujuan untuk melihat adanya infeksi.

Selain itu, urine juga dapat dites dalam uji pertumbuhan bakteri untuk mengetahui pasti bakteri yang menginfeksi tubuh Anda. Sedangkan, untuk mencari adanya tanda infeksi bakteri, pemeriksaan darah dapat dilakukan.

 

Penyebab klamidia di mata

Selain alat kelamin, infeksi klamidia juga bisa terjadi di mata. Infeksi ini disebabkan oleh sentuhan tangan yang belum dicuci setelah berhubungan seks.

Tangan bisa menjadi medium penularan yang efektif. Bagian telapak adalah tempat berkumpul dan berkembangnya banyak bakteri, tidak hanya Chlamydia. trachomatis. Infeksi klamidia di mata bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Mata merah
  • Mata bengkak
  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya
  • Gangguan penglihatan

Infeksi klamidia di mata perlu mendapat penanganan yang tepat. Jika tidak, berbagai masalah lain bisa terjadi, yang terparah adalah kebutaan.

 

Kapan harus ke dokter

Seseorang baik pria maupun wanita yang berisiko menderita klamidia, dimana orang tersebut hobi bergonta-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan pengaman, perlu menjalani skrining penyakit klamidia. Skrining dilakukan setiap tahun untuk mendeteksi adanya klamidia atau penyakit menular seksual lainnya.

Pasangan penderita klamidia juga perlu diperiksa. Bila terkena klamidia, baik penderita maupun pasangannya harus segera diobati agar tidak menularkan kepada orang lain.

Ibu hamil juga perlu menjalani skrining untuk mencegah penularan ke bayi. Skrining dilakukan saat memeriksakan kehamilan pertama kali dan ketika kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Sementara jika hasil uji skrining menunjukkan positif menderita klamidia, ibu hamil perlu diobati dan kontrol ke dokter kandungan dalam waktu 3 minggu serta 3 bulan setelah pengobatan.

Tiga bulan sejak pengobatan, semua penderita klamidia perlu menjalani tes ulang. Hal ini diperlukan karena seseorang yang menderita klamidia lebih berisiko untuk terinfeksi kembali.

 

Pengobatan Klamidia dan Gonorea di Klinik Pandawa

Apabila Sahabat Pandawa sudah mengetahui penyebab klamidia dan gonore dan mendapati ciri-ciri klamidia seperti di atas, segeralah ajak pasangan Anda untuk berdiskusi dan konsultasi bersama dengan dokter ahli kulit dan kelamin.

Dengan dokter dan tenaga medis yang berpengalaman dan ahli, Klinik Pandawa memberikan penanganan pertama dalam hal penyebab klamidia maupun penyakit kelamin yang Sahabat Pandawa derita.

Hubungi layanan konsultasi dokter online kami tanpa dipungut biaya untuk bertanya-tanya dan dapatkan pengobatan lebih lanjut melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/TLP/SMS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman