Eksim Basah dan Eksim Kering, Apa Bedanya?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

eksim basah

Sahabat pandawa pasti sudah tak asing mendengar penyakit kulit eksim. Di tengah masyarakat Indonesia sendiri, eksim juga dikenal dengan dua jenis, yaitu eksim basah dan eksim kering. Keduanya sama-sama mengganggu penampilan dan tak nyaman. Lalu apa perbedaan dari kedua penyakit eksim ini?

Perbedaan Eksim basah dan Kering

Sebenarnya dalam dunia kedokteran, tidak ada eksim basah maupun kering. Hanya ada satu yaitu penyakit eksim. Istilah eksim basah sering digunakan untuk menggambarkan kondisi kulit eksim yang tak lagi kering dan gatal, alias sudah berkembang menjadi infeksi. Apalagi ketika sudah menimbulkan bintil-bintil berisi nanah dan cairan.

Bintil yang pecah dan keluar cairan akibat eksim basah bisa menyebabkan munculnya luka, apalagi kalau digaruk. Sebab bintil ini berpeluang menjadi jalan masuk bagi bakteri dan virus ke dalam tubuh.

Sementara pada eksim kering, selain rasa gatal yang teramat, ada beberapa gejala lain yang bisa muncul seperti: kulit bersisik, kulit tebal dan gatal, serta bengkak.

Baca juga: Perhatikan Kebiasaan Buruk Ini yang Buat Kulit Wajah Kamu Rusak

Penyebab Eksim Basah

Keluhan eksim basah sering kali terjadi oleh sebab penyakit kulit tertentu sehingga perlu mendapat penanganan tepat dari dokter. Berikut beberapa penyakit pemicu munculnya eksim basah diantaranya meliputi:

Dermatitis Kontak

Penyakit kulit dermatitis kontak merupakan gangguan kulit yang dipicu oleh paparan zat atau bahan tertentu yang membuat kulit mengalami alergi ataupun iritasi. Seperti cairan kimia, cairan pemutih, ataupun deterjen.

Ketika kulit mengalami kondisi ini otomatis menimbulkan ruam-ruam kemerahan, bintil-bintil di kulit, lentingan berisi air, kulit jadi mengelupas atau tebal hingga rasa gatal.

Infeksi Kulit

Masing-masing jenis infeksi dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Namun, secara umum, infeksi kulit bisa dikenali dengan mudah seperti ditandai berupa ruam, gatal, muncul bentol atau lentingan berisi cairan, hingga kulit kering dan bersisik.

Berikut contoh-contoh penyakit infeksi kulit berdasarkan penyebabnya, yakni:

  • Infeksi bakteri, seperti impetigo, abses, furunkul, hinggs karbunkel.
  • Infeksi virus, seperti herpes simpleks (kelamin) dan herpes zoster (cacar).
  • Infeksi jamur kulit.

Akan menimbulkan komplikasi apabila infeksi kulit tak diobati dengan tepat karena kuman pemicu infeksi ini bisa meluas ke area tubuh lain.

Gangguan Autoimun

Hal ini yang perlu diwaspadai, gangguan autoimun yang idap seseorang juga bisa berpeluang atau memicu penyakit eksim. Sebab gangguan autoimun sendiri merupakan kondisi saat system kekebalan tubuh yang seharusnya bekerja melawan kuman pemicu penyakit justru berbalik menyerang sel tubuh yang normal.

Sampai sekarang, belum diketahui secara pasti penyebab gangguan autoimun. Tak hanya menimbulkan penyakit kulit tapi juga bisa membuat tubuh lemah, mudah sakit, demam dan pembengkakan kelenjar. Bila kamu termasuk memiliki gangguan autoimun, sebaiknya konsultasikan pada dokter dalam menangani penyakit kulit ini.

Baca juga: Berikut Ini Macam dan Fungsi Hormon Pada Wanita yang Perlu Diketahui

Ciri-ciri eksim basah

Eksim basah biasanya cukup mudah dikenali. Bila dibandingkan dengan eksim biasa, kondisi eksim basah termasuk tingkat lebih parah dan kulit sudah meradang. Berikut beberapa ciri-ciri eksim basah yaitu:

  • Kulit terasa panas, seperti terbakar
  • Rasa gatal yang teramat sangat
  • Bisul atau bintil-bintil berisi nanah pecah
  • Nanah berwarna kekuningan atau putih
  • Sisa bintil dalam jumlah banyak

Penderita infeksi ini pun bisa merasakan gejala seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Badan terasa sakit
  • Lemas dan lelah
Baca juga: Kulit Wajah Belang akibat Terbakar Matahari? Coba Cara Ampuh Ini

Bisakah Eksim Menular?

Banyak yang berpikir bahwa semua penyakit kulit adalah menular. Namun faktanya, penyakit eksim tidak bisa menular. Meski demikian, penderita penyakit kulit ini mudah mengalami infeksi bakteri ataupun virus lainnya pada kulit bila melakukan kontak langsung dengan penderita penyakit kulit lain.

Sebab itu, pengobatan harus dilakukan pada penderita eksim dengan cara mencari tahu cara untuk mengatasi penyakit eksim tersebut. Bila tidak, penyakit kulit ini bisa saja menyebar ke seluruh tubuh hingga menimbulkan berbagai infeksi lainnya.

Bagaimana cara mengatasi penyakit eksim?

Penyakit eksim baik basah maupun kering tidak mudah dihilangkan permanen. Tapi bukan berarti kamu biarkan tanpa diobati. Hanya saja eksim ini bersifat kambuhan dan butuh waktu. Penanganannya pun harus ditangani oleh dokternya agar tak salah atau bahkan buat parah.

Dokter akan mendeteksi gejala penyakit eksim dan melakukan pengecekan secara fisik terlebih dahulu. Biasanya dokter melakukan pengecekan pada kulit dan riwayat medis pasien. Dokter pun bisa memakai tes patch atau tes lainnya untuk bisa mengeliminasi penyakit kulit lain ataupun untuk dapat mengidentifikasi kondisi yang dapat menyertai eksim tersebut.

Jika kamu terdiagnosis menderita Eksim, dokter akan memberikan obat-obatan untuk menjadikan kulit menjadi lebih lembap. Tindakan pemberian obat ini bertujuan untuk mengobati penyakit eksim yang tersebut.

Begitu juga dianjurkan untuk tidak menggaruk, menghindari kulit basah atau terlalu berkeringat, pakai pakaian yang adem dan menyerap keringat serta hindari pencetus alergi.

Klinik Pandawa bersama dokter ahli dan kompeten dalam menangani pasien eksim dan penyakit kulit lainnya. Jadi, kamu akan dipastikan mendapatkan penanganan terbaik dan terpercaya di Klinik Pandawa

Bila sahabat pandawa ingin konsultasi terlebih dahulu dengan dokter online bisa hubungi kami melalui 0821-1141-0672/ 021-62313337 atau klik link KONSULTASI GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *