FAKTA ANTI AGING YANG PERLU ANDA KETAHUI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Anti-aging merupakan pelaksanaan mencegah penuaan pada wajah. Ilmu kedokteran telah lama melakukan penelitian terhadap metode pencegahan dan perawatan kulit agar tidak cepat menua. Kulit akan menua sebab faktor usia dan faktor lingkungan yang mendominasi munculnya penuaan wajah. Salah satu cara pencegahannya, yaitu dengan menggunakan krim anti-aging.

Mekanisme Aging

Proses penuaan ditandai penurunan energi seluler yang menurunkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri. Terjadi dua fenomena, yaitu penurunan fisiologik (kehilangan fungsi tubuh dan sistem organnya) dan peningkatan penyakit.

Fase 1 Subklinik

Pada saat mencapai usia 25-35 tahun. Pada masa ini produksi hormon mulai berkurang (mulai mengalami penurunan produksi). Pada tahap ini, sebagian besar hormon di dalam tubuh mulai menurun, yaitu hormon testosteron, growth hormon, dan hormon estrogen. Pembentukan radikal bebas, yang dapat merusak sel
dan DNA, mulai memengaruhi tubuh. Polusi udara, diet yang tak sehat dan stres merupakan serangan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Kerusakan ini
biasanya tak tampak dari luar. Karena itu, pada tahap ini orang tampak normal, tidak mengalami gejala dan tanda penuaan. Di fase ini mulai terjadi
kerusakan sel tapi tidak memberi pengaruh pada kesehatan. Tubuh pun masih bugar terus. Penurunan ini mencapai 14 % ketika seseorang berusia 35 tahun.

Fase 2 Transisi

Kedua transisi, yakni pada usia 35-45 tahun. Produksi hormon sudah menurun sebanyak 25%, sehingga tubuh pun mulai mengalami penuaan. Biasanya pada masa ini, ditandai dengan lemahnya penglihatan (mata mulai mengalami rabun dekat) sehingga perlu menggunakan kacamata berlensa plus, rambut mulai beruban, stamina dan energi tubuh pun berkurang. Bila pada masa ini dan sebelumnya atau bila pada usia muda, kita melakukan gaya hidup yang tidak sehat bisa berisiko terkena kanker.

Fase 3 Klinik

Puncaknya pada tahap fase klinikal, yakni pada usia 45 tahun ke atas. Pada masa ini produksi hormon sudah berkurang hingga akhirnya berhenti sama sekali. Kaum perempuan mengalami masa yang disebut menopause sedangkan kaum pria mengalami masa andropause. Pada masa ini kulit pun menjadi kering karena mengalami
dehidrasi/kulit menjadi keriput, terutama di bagian samping dan di bawah mata kita, juga kulit tangan kita yang tidak sekencang dulu, tubuh juga menjadi cepat lelah. Berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, osteoporosis, hipertensi dan penyakit jantung koroner mulai menyerang dan menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.

Teori Pokok Aging

Teori “wear and tear” Tubuh dan selnya mengalami kerusakan karena sering digunakan dan disalahgunakan (overuse and abuse). Organ tubuh seperti hati, lambung,
ginjal, kulit, dan yang lainnya, menurun karena toksin di dalam makanan dan lingkungan, konsumsi berlebihan lemak, gula, kafein, alcohol, dan nikotin, karena sinar ultraviolet, dan karena stress fisik dan emosional. Tetapi kerusakan ini tidak terbatas pada organ melainkan juga terjadi di tingkat sel.

Teori neuroendokrin

Teori ini berdasarkan peranan berbagai hormon bagi fungsi organ tubuh. Hormon dikeluarkan oleh beberapa organ yang dikendalikan oleh hipotalamus, sebuah kelenjar yang terletak di otak. Hipotalamus membentuk poros dengan hipofise dan organ tertentu yang kemudian mengeluarkan hormonnya. Dengan bertambahnya usia tubuh memproduksi hormon dalam jumlah kecil, yang akhirnya mengganggu berbagai sistem tubuh.

Teori Kontrol Genetik

Teori ini fokus pada genetik memprogram sandi sepanjang DNA, dimana kita dilahirkan dengan kode genetik yang unik, yang memungkinkan fungsi fisik dan mental tertentu. Dan penurunan genetik tersebut menentukan seberapa cepat kita menjadi tua dan berapa lama kita hidup.

Teori Radikal Bebas

Radikal bebas dapat bereaksi dengan berbagai komponen penting seluler (protein, DNA, lipid, dll) dan mengubahnya menjadi molekul yang tidak berfungsi yang bertahan lama dan mengganggu fungsi sel lainnya.

Faktor Yang Mempercepat Aging

1) Faktor lingkungan
a. Pencemaran linkungan yang berwujud bahan-bahan polutan dan kimia sebagai hasil pembakaran pabrik, otomotif, dan rumah tangga) akan mempercepat penuaan.
b. Pencemaran lingkungan berwujud suara bising. Dari berbagai penelitian ternyata suara bising akan mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin dan mampu menyebabkan apoptosis di berbagai jaringan tubuh.
c. Kondisi lingkungan hidup kumuh serta kurangnya penyediaan air bersih akan meningkatkan pemakaian energi tubuh untuk meningkatkan kekebalan.
d. Pemakaian obat-obat/jamu yang tidak terkontrol pemakaiannnya sehingga menyebabkan turunnya hormon tubuh secara langsung atau tidak langsung melalui mekanisme umpan balik (hormonal feedback mechanism).
e. Sinar matahari secara langsung yang dapat mempercepat penuaan kulit dengan hilangnya elastisitas dan rusaknya kolagen kulit.
2) Faktor diet/makanan.
Jumlah nutrisi yang cukup, jenis, dan kualitas makanan yang tidak menggunakan pengawet, pewarna, perasa dari bahan kimia terlarang. Zat beracun dalam makanan dapat menimbulkan kerusakan berbagai organ tubuh, antara lain organ hati.
3) Faktor genetik
Genetik seseorang sangat ditentukan oleh genetik orang tuanya. Tetapi faktor genetik ternyata dapat berubah karena infeksi virus, radiasi, dan zat racun dalam makanan/minuman/kulit yang diserap oleh tubuh.
4) Faktor psikik
Faktor stres ini ternyata mampu memacu proses apoptosis di berbagai organ/jaringan tubuh.
5) Faktor organik
Secara umum, faktor organik adalah : rendahnya kebugaran/fitness, pola makan kurang sehat, penurunan GH dan IGF-I, penurunan testosteron, penurunan melatonin secara konstan setelah usia 30 tahun dan menyebabkan gangguan circandian clock (ritme harian) selanjutnya kulit dan rambut akan berkurang pigmentasinya dan terjadi pula gangguan tidur, peningkatan prolaktin yang sejalan dengan perubahan emosi dan stress, perubahan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH)

Anti Aging Medicine

Anti-aging medicine merupakan sebuah spesialisasi medis yang ditemukan berdasarkan aplikasi sains dan teknologi medis modern yang berfungsi mendeteksi secara dini, mencegah, merawat dan membalikkan gangguan-gangguan dan penyakit yang berhubungan dengan proses menua.

Definisi lainnya, merupakan program perawatan kesehatan berdasarkan teknologi dan sains yang maju untuk memperpanjang dan memperbaiki waktu harapan hidup manusia.
Karena 90% dari penyakit-penyakit orang usia lanjut berasal dari proses degeneratif penuaan, obat anti-aging didasarkan pada deteksi dini, prevensi dan pembalikkan proses penuaan. Penyakit-penyakit ini termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes pada orang dewasa, stroke, tekanan darah tinggi,
osteoporosis, osteoarthritis, penyakit autoimun, glaukoma dan Alzheimer.

Sifat – Sifat Anti Aging

Scientific. Diagnosis anti-aging dan perawatannya dilatarbelakangi oleh penelitian-penelitian terdahulu dan terbukti secara medis sehingga tidak bisa dianggap sebagai anekdot.

Evidence-based. Anti-aging medicine didasari oleh proses-proses yang berurutan untuk memperoleh data-data yang bertujuan memformulasikan perawatan yang efektif bagi pelaksanaannya. Holistik. Anti-aging medicine berfungsi sebagai kerangka acuan dari diagnosis lengkap dari ujung kaki sampai kepala dan penggunaannya pada perawatan berikutnya.

Sinergis. Anti-aging medicine mengenali bahwa sering kali pendekatan multi terapi (termasuk suplemen nutrisi) dapat memberikan efek rejuvenatif yang lebih baik daripada pendekatan single terapi.

Well-documented. Anti-aging medicine telah didokumentasikan pada jurnal-jurnal medis seperti Aging, American Journal of Cardiology, Journal of the American Geriatrics Society, Journal of the American Medical Association, Lancet, dan jurnal lainnya.

Mekanisme Kerja Anti Aging

Mekanisme kerja sediaan anti aging tergantung pada senyawa yang dikandung sediaan tersebut. Contohnya sediaan yang mengandung retinol yang berfungsi sebagai anti aging membuat kulit tampak mengelupas terlebih dulu untuk melepaskan kulit mati sebelum membuatnya terlihat lebih baik. Tindakan yang terbaik yang harus dilakukan adalah menggunakan sediaan dengan kandungan retinol terendah secara bertahap sampai kulit sudah membaik dan tidak mengelupas.

Antioksidan seperti beta karoten, vitamin C, dan vitamin E membantu mengubah radikal bebas yang tidak stabil ke dalam bentuk yang stabil. Artinya, rantai radikal bebas akan terhenti sehingga menghentikan pula proses oksidasi. Suatu jenis antioksidan umumnya hanya efektif pada radikal bebas jenis tertentu. Itu sebab, pada
radikal bebas yang berlainan, suatu antioksidan mungkin tidak akan menunjukkan efek yang diinginkan. Senyawa Anti Aging.

Antioksidan

Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi.  Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa – senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat dialam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas.

Vitamin C

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan, melindungi kulit dari kerusakan berbahaya sinar UV. Vitamin c yang ada sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penuaan pada kulit yang dapat mengurangi keelastisan kulit. Cara kerja yang dilakukan vitamin c pada kulit manusia adalah dengan menghambat kerja enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen. Jika kulit sering terpapar sinar matahari, enzim ini akan cepat terangsang untuk membentuk pigmen. Bila proses pigmentasi itu dihambat, otomatis kulit jadi bersih dan cerah.

Magnesium

Magnesium bertanggung jawab untuk lebih dari 300 proses metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan dari mineral dapat menyebabkan masalah – masalah kesehatan. Magnesium dikenal sebagai mineral anti stress, Magnesium telah ditemukan untuk membantu menghindari pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, mencegah komplikasi yang berhubungan dengan diabetes, membantu memelihara kekuatan tulang dan memberikan kontribusi untuk harapan hidup yang lebih lama dengan mengurangi resiko dari sakit jantung dan membatasi efek dari radikal bebas. Tanpa di ragukan lagi Magnesium merupakan sebuah komponen yang berharga dari anti aging (anti penuaan).

Ekstrak murbei

Selain bluberi dan stroberi yang populer sebagai bahan anti aging, ternyata murbei juga membantu mencegah penuaan. Murbei dianggap memiliki antioksidan yang tinggi. Dan krim yang mengandung ekstrak murbei ini juga dikatakan sebagai alternatif untuk botox dan prosedur medis antiaging lainnya.

Ekstrak teh

Aneka varian teh hijau, hitam dan teh oolong mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi. Namun, dari semua varian teh ini, khasiat antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah kerutan di kulit adalah ekstrak teh hijau.

Ekstrak biji anggur

Selain mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi, ekstrak biji anggur juga dikenal mampu membantu menyembuhkan luka dan regenerasi kulit.

Vitamin E

Bahan ini bekerja dengan cara yang berbeda dengan jenis vitamin lainnya. Vitamin E akan membantu melindungi membran sel kulit dari kerusakan oksidatif dan mencegah kerusakan kolagen. Selain itu, vitamin ini juga akan bekerja sinergis dengan vitamin C.

Ekstrak kedelai

Tahukah Anda bahwa kacang kedelai mengandung senyawa yang bisa membantu mengurangi risiko penuaan? Kacang-kacangan ini akan melindungi kulit dari kerusakan akibat lingkungan (polusi, debu), mengurangi iritasi, memperbaiki tekstur kulit dan membentuk kolagen.

Ceramide

Senyawa ini dikenal sebagai bagian dari lemak sel. Ceramide ini ditemukan di antara sel-sel kulit. Senyawa ini akan membantu menghidrasi kulit dan melembabkannya sepanjang hari.

Peptida

Peptida adalah salah satu bagian dari rantai kecil asam amino yang bisa merangsang produksi kolagen, merangsang pertumbuhan sel dan memperbaiki kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *