Fibroid Rahim, Penyakit Yang Buat Wanita Susah Hamil

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Fibroid RahimFibroid rahim seringkali membuat wanita khawatir karena penyakit ini menyerang rahim. Rahim adalah organ penting wanita. Itu sebabnya, wanita harus menjaga rahimnya agar tetap dalam kondisi prima dan sehat. Sayangnya, organ penting wanita yang satu ini umumnya sangat rentan terkena tumor jinak atau yang dikenal juga dengan penyakit fibroid rahim.

Perempuan sangat rentan terkenan penyakit fibroid. National Institutes of Health (NIH) menyatakan pada usia 50 tahun, 70 persen kulit putih dan 80 persen orang Afrika-Amerika memiliki fibroid.

Dalam banyak kasus, fibroid diduga terkadang tidak menimbulkan gejala tertentu. Wanita seringkali tidak menyadari jika dia terkena penyakit fibroid. Padahal, penyakit fibroid ini adalah salah satu faktor yang membuat perempuan susah hamil.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal penyakit fibroid rahim, berkaitan dengan penyebab, gejala, dan pengobatan penyakit ini.

 

Definisi Penyakit Fibroid Rahim

Dilansir dari Healthline, fibroid rahim merupakan pertumbuhan abnormal yang berkembang di dalam rahim wanita yang membuat perempuan susah hamil. Kadang-kadang tumor ini menjadi cukup besar dan menyebabkan sakit perut yang parah dan menstruasi yang berat.

Dalam kasus lain, mereka tidak menimbulkan tanda atau gejala sama sekali. Pertumbuhannya biasanya jinak, atau non-kanker. Nama lain dari penyakit fibroid rahim yang cukup familiar adalah mioma, mioma uterus, leiomioma, dan fibromas.

Fibroid memiliki ukuran sangat kecil sehingga cukup sulit untuk dilihat oleh mata telanjang, Namun fibroid dapat juga memiliki ukuran yang sangat besar sehingga dapat mengakibatkan kerusakan bentuk uterus. Perubahan ukuran pada fibroid merupakan hal yang normal. Beberapa fibroid bahkan dapat membesar dan mengecil dengan cepat. Penyakit fibroid juga memiliki kemungkinan untuk dapat sembuh tanpa adanya penanganan dari dokter.

 

Klasifikasi Penyakit Fibroid

Terdapat empat jenis penyakit fibroid yang berbeda:

  • Subserosa Fibroid – Fibroid yang tumbuh di luar dinding rahim.
  • Submukosa Fibroid – Fibroid yang tumbuh di bawah permukaan rahim akan tetapi ada kemungkinan dapat menjalar sampai ke rahim.
  • Miometrial Fibroid – Fibroid yang tumbuh pada dinding otot rahim.
  • Pedunkulata Fibroid – Fibroid yang tumbuh di luar rahim, akan tetapi menempel di tangkai atau dasar rahim.

Pada umumnya fibroid terbentuk atas timbunan serat otot-otot yang padat, akan tetapi sebenarnya penyebab dari kondisi ini belum dapat dipastikan. Kondisi ini umumnya berkembang setelah masa pubertas selesai. Umumnya pertumbuhan fibroid bergantung pada kadar estrogen yang dimiliki.

Para wanita yang memiliki kadar estrogen yang tinggi umumnya mempunyai fibroid yang lebih besar, akan tetapi ketika jumlah estrogen menurun, maka ukuran fibroid menjadi lebih kecil. Pada umumnya fibroid akan menghilang setelah melahirkan. Hal ini disebabkan karena ukuran rahim telah kembali seperti semula.

Fibroid dapat tumbuh di dalam rahim dengan jumlah satu ataupun lebih. Kondisi dimana jumlah fibroid terlalu banyak seringkali disebut leiomiomatosis rahim yang menyebar.

 

Penyebab Penyakit Fibroid Rahim

Hingga saat ini tidak ada yang tahu dengan pasti, apakah pemicu penyakit fibroid ini. Para peneliti menduga ada beberapa faktor yang menimbulkan penyakit ini. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Hormonal. Umumnya faktor ini dipicu oleh fluktuasi kadar estrogen dan progesteron.
  • Genetis. Faktor ini timbul karena penderita memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit yang sama (berdasarkan garis keturunan).

Sama dengan faktor pemicunya yang tidak jelas, hingga kini faktor penyebab timbulnya penyakit fibroid ini juga belum diketahui dengan jelas. Umumnya hal yang diketahui bahwa fibroid berkaitan erat dengan kondisi hormon, baik hormon estrogen ataupun hormon progesteron. Fibroid dapat bertambah besar ketika seorang wanita hamil, karena pada saat itu kadar hormon menigkat. Akan tetapi, fibroid akan mengecil saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause karena kadar hormon cenderung akan menurun.

 

Gejala Penyakit Fibroid Rahim

Gejala fibroid bergantung pada jumlah tumor yang ada berikut lokasi dan ukurannya. Misalnya, fibroid submukosa dapat menimbulkan perdarahan menstruasi yang berat dan sulit untuk hamil. Apabila tumornya sangat kecil atau pun ketika mulai memasuki masa menopause, maka bisa jadi ada kemungkinan tidak timbul gejala apa pun. Fibroid akan dapat mengecil selama dan setelah proses menopause. Hal tersebut disebabkan karena perempuan yang mengalami menopause umumnya akan mengalami penurunan kadar hormon estrogen dan hormon progesteron, yaitu hormon yang menstimulasi pertumbuhan fibroid.

Terkadang wanita tidak merasakan gejala penyakit fibroid apabila masih berada di stadium yang ringan. Gejala  penyakit fibroid umumnya tergantung pada jumlah, ukuran, serta lokasi fibroid. Beberapa gejala umum yang dapat dirasakan antara lain:

  • Menstruasi yang panjang.
  • Anemia/kurang darah, yaitu kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah.
  • Perdarahan antar periode.
  • Dispareunia, atau hubungan seksual yang menyakitkan.
  • Buang air kecil yang sering, karena adanya tekanan tumor pada kandung kemih.
  • Sakit atau tekanan di perut bagian bawah atau punggung bawah.

 

Komplikasi Penyakit Fibroid Rahim

Komplikasi yang dapat timbul akibat penyakit ini adalah ketika fibroid berkembang menjadi ganas yang dikenal dengan sebutan leiomiosarkoma. Meskipun demikian, kemungkinan hal tersebut terjadi sangatlah kecil. Komplikasi fibroid rahim lainnya yang dapat terjadi adalah torsi atau terpuntir. Torsi yang terjadi dapat menimbulkan gangguan sirkulasi akut sehingga dapat menyebabkan kematian jaringan.

 

Faktor Risiko Penyakit Fibroid Rahim

Berikut ini faktor faktor yang dapat menyebabkan seseorang rentan menderita penyakit fibroid antara lain:

  • Usia penderita. Wanita umumnya mengalami mioma pada usia 40-an.
  • Memiliki kadar hormon estrogen tinggi yang memiliki peran dalam pembentukan mioma.
  • Wanita yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun cenderung lebih rentan mengalami mioma.
  • Wanita yang tergolong ras Afrika-Amerika memiliki kemungkinan mengidap mioma 2,9 kali lebih tinggi daripada wanita Kaukasia.
  • Berat badan. Sebuah studi menyebutkan bahwa risiko wanita mengidap miom meningkat sebesar 21 persen untuk setiap kenaikan 10 kilogram berat badan, yang diikuti dengan peningkatan indeks massa tubuh.
  • Banyak makan daging merah diduga dapat meningkatkan risiko mioma. Dan sebaliknya, makan sayuran hijau bisa menurunkan risikonya.
  • Wanita yang sudah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma.
  • Kebiasaan merokok dapat memperbesar risiko mioma.
  • Riwayat keluarga. Jika wanita memiliki keluarga yang mengidap mioma, risiko untuk mengidap mioma naik 2,5 kali dibandingkan mereka yang tidak memiliki garis keturunan pengidap mioma.

 

Penangangan Penyakit Fibroid Rahim di Klinik Pandawa

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan fibroid rahim. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan fibroid rahim. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani fibroid yang Anda derita.

Anda dapat berkonsultasi online gratis dengan dokter kami di link bit.ly/2VdMqLL atau hubungi  melalui whatsapp / SMS / telp 0821-1141-0672. Kami dengan senang hati melayani. Segala rahasia medis akan terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *