Kenali Fisura Ani Yang Bergejala Mirip Wasir

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Daftar Isi

fisura aniFisura ani merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada manusia. Fisura ani dapat timbul pada pasien dengan usia berapa saja. Umumnya fisura ani terjadi pada orang dewasa dengan rentang usia antara 20 hingga 40 tahun. Akan tetapi, banyak pula bayi yang mengalami fisura ani.

Wanita dan pria memiliki peluang yang sama untuk terkena fisura ani. Akan tetapi, orang-orang yang memiliki penyakit dan masalah kesehatan tertentu lebih berisiko mengalami penyakit ini. Contoh penyakit dan masalah kesehatan yang terkait dengan fisura antara lain leukemia, HIV, kanker anal, atau ulcerative colitis.

Luka robekan pada anus ini dapat diobati dan dikontrol dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai fisura ani, mari kita simak pembahasan berikut.

 

Definsi Fisura Ani

Fisura ani adalah istilah medis yang menggambarkan adanya cedera, robekan atau luka terbuka yang terjadi pada jaringan mukosa atau dinding saluran anus. Jaringan mukosa adalah jaringan tipis dan lembab yang melapisi anus. Kelembaban jaringan mukosa disebabkan oleh adanya kelenjar yang mengeluarkan lendir atau cairan kental yang berperan penting untuk sejumlah fungsi tubuh.

Kondisi ini biasanya terjadi pada saat feses yang dikeluarkan cukup besar dan keras. Fisura ani umumnya menimbulkan rasa sakit atau nyeri dan pendarahan ketika buang air besar dan setelahnya. Otot pada ujung anus akan terasa keras dan menegang.

Fisura ani bukanlah sebuah penyakit yang membahayakan, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Apabila kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang baik, maka dapat menimbulkan komplikasi yang kemungkinan harus dilakukan tindakan pembedahan.

Buang air besar disertai darah yang terjadi pada fisura ani memang mirip dengan wasir. Namun, kedua kondisi ini memiliki perbedaan. Wasir timbul ketika pembuluh darah vena pada anus membengkak sehingga terbentuk benjolan.

 

Klasifikasi Fisura Ani

Luka robekan pada anus dapat dikelompokkan menjadi dua jenis berdasarkan waktunya, yaitu:

  1. Fisura ani akut.

Kondisi ini dikatakan akut apabila terbentuk dalam waktu kurang dari 8 minggu dan pasien belum pernah mengalami fisura ani sebelumnya. Robekan akan tampak seperti luka baru pada kondisi akut ini.

  1. Fisura ani kronik.

Kondisi ini disebut kronik apabila telah terjadi selama lebih dari 8–12 minggu. Pada kondisi ini, robekan umumnya disertai munculnya dua benjolan yang terpisah pada kulit, yakni bagian dalam (sentinel pile) dan eksternal (hypertrophied papilla). Jaringan parut juga telah terbentuk di daerah anus sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pengobatannya. Bahkan terkadang dokter harus melakukan tindakan operasi untuk mencegah kerusakan otot di sekitar anus dan mencegah terjadinya fisura ani yang berulang di kemudian hari.

 

Gejala Fisura Ani

Gejala yang terjadi dapat berbeda-beda antara satu pasien dengan pasien lainnya. Namun, ada gejala-gejala yang umum ditemui pada kasus fisura ani, antara lain:

  • Anus keluar darah atau timbul sedikit bercak darah ketika buang air besar.
  • Keluar darah merah segar dari luka yang terpisah dari feses.
  • Rasa sakit atau nyeri dari mulai yang terasa ringan hingga parah ketika buang air besar.
  • Rasa sakit atau nyeri setelah buang air besar yang terkadang berlangsung lama sampai beberapa jam.
  • Iritasi, rasa gatal dan sensasi terbakar yang muncul di daerah sekitar anus.
  • Retak yang tampak pada kulit di sekitar anus.
  • Munculnya skin tag atau benjolan kecil pada kulit yang berada di sekitar fisura ani.
  • Cairan berbau busuk yang keluar dari anus.

Kemungkinan dapat terjadi gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap suatu gejala tertentu, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

 

Penyebab Fisura Ani 

Fisura ani merupakan kondisi yang dapat diakibatkan oleh trauma yang terjadi pada anus dan saluran anus. Trauma tersebut timbul akibat mengejan yang terlalu keras ketika buang air besar. Hal tersebut juga terkadang diperparah oleh feses yang berukuran besar dan bertekstur keras. Trauma pada anus juga dapat ditimbulkan oleh faktor selain karena mengejan terlalu keras, yakni sebagai berikut:

  1. Konstipasi kronis

Konstipasi kronis atau pengerasan feses dapat menyebabkan kesulitan untuk buang air besar bagi Anda. Feses yang bertekstur keras dan berukuran besar dapat keluar dan menyobek saluran anus. Jika Anda menderita konstipasi kronis, maka Anda harus mengejan lebih keras dari biasanya, sehingga berpotensi menimbulkan luka di ujung anus.

  1. Diare berkepanjangan

Anus Anda dapat terluka apabila Anda sering mengejan karena harus beberapa kali buang air besar saat Anda mengalami diare yang berkepanjangan.

  1. Seks anal

Jika Anda sering melakukan seks anal, maka Anda harus berhati-hati terhadap timbulnya luka robekan pada anus ini. Trauma atau robekan pada dinding dan kanal anus dapat disebabkan oleh penetrasi penis ke dalam anus.

  1. Memasukkan benda asing ke dalam anus

Anus memiliki potensi akan terluka atau robek jika kita memasukkan benda asing kedalam anus seperti seks toys ataupun benda asing lainnya.

  1. Melahirkan

Luka atau robekan pada anus juga dapat disebabkan oleh persalinan atau melahirkan bayi sehingga dapat menyebabkan trauma pada kanal anus.

  1. Penyakit radang usus

Penyakit radang usus umumnya menyebabkan penderitanya sering buang air besar, sehingga penderitanya juga akan sering mengejan. Terlalu banyak mengejan dapat menyebabkan terjadinya luka robekan pada anus.

  1. Memiliki otot anus yang ketat

Ketegangan pada saluran anus dapat meningkat jika Anda memiliki otot anus yang sangat ketat. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya luka robekan pada anus.

 

Selain faktor-faktor di atas, luka robekan pada anus ini juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya luka robekan pada anus meskipun terjadi pada sedikit kasus:

  • Radang usus seperti penyakit crohn dan kolitis ulseratif, yakni peradangan atau inflamasi yang terjadi di saluran pencernaan, khususnya terjadi pada usus halus, usus besar dan rektum yang diakibatkan oleh gangguan imunologi
  • Peradangan atau inflamasi pada area anorektal
  • Aliran darah ke area anorektal yang menurun
  • Infeksi tuberkulosis
  • HIV
  • Leukemia (kanker darah)
  • Kanker anus
  • Sifilis

 

Komplikasi Fisura Ani

Biasanya luka robekan pada anus dapat sembuh dengan sendirinya meskipun tanpa penanganan khusus. Namun pada beberapa kasus yang langka, luka robekan pada anus dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Komplikasi yang dapat berkembang dari timbulnya luka robekan pada anus ini adalah:

1. Fisura kronis

Apabila luka terbuka atau robekan di anus tidak sembuh setelah 6 atau 8 minggu, kondisi ini berubah menjadi kronis dan memerlukan pengobatan yang lebih lama dan penanganan medis lebih lanjut.

2. Kemungkinan kambuh pada lain waktu

Jika Anda telah terkena fisura ani sekali, maka Anda akan lebih rentan mengalaminya kembali di lain waktu.

3. Luka terbuka atau robekan menyebar ke otot anus

Kondisi ini dapat menyebar ke dalam otot sfingter yang berfungsi untuk menutup bukaan anus. Robekan atau luka terbuka tersebut akan semakin sulit untuk disembuhkan bila sudah menyebar ke otot ini.

4. Stenosis Anus (Penyempitan Anus)

Penyempitan yang terjadi pada kanal anus (saluran terakhir sebelum lubang anus) ini umumnya disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pasca operasi pada area anus.  Hal ini membuat penderitanya kesulitan untuk buang air besar, merasa sakit pada area anus ketika buang air besar, buang air besar berdarah, tinja keluar berukuran kecil-kecil yang pada akhirnya dapat pula menyebabkan timbulnya luka robekan pada anus.

5. Inkontinensia tinja atau inkontinensia alvi 

Inkontinensia tinja atau inkontinensia alvi  merupakan suatu keadaan dimana penderitanya tidak mampu lagi mengendalikan keinginan untuk buang air besar. Hal ini dapat menyebabkan feses keluar secara tiba-tiba tanpa disadari oleh penderitanya.

7. Abses anus

Benjolan kecil kemerahan di saluran anus yang berisi nanah ini dapat menyebabkan rasa sakit, terutama ketika duduk atau buang air besar.

8. Kanker anus

Kanker anus merupakan pertumbuhan sel-sel yang cepat, ganas dan tidak terkendali pada anus yang dapat menyebabkan rasa nyeri dan perdarahan pada anus.

 

Diagnosis Fisura Ani

Dalam mendiagnosis pasein, Dokter biasanya melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, terutama di area anus. Karena gejalanya mirip dengan wasir maka dokter biasanya harus melakukan pemeriksaan pada daerah anus dengan seksama untuk menghindari kesalahan diagnosis. Hal pembeda antara fisura ani dengan wasir adalah adanya robekan atau luka terbuka di daerah anus pada fisura ani sedangkan pada wasir terdapat benjolan yang terletak di luar lubang atau di bagian dalam anus.

Jika diperlukan dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya untuk mendukung hasil diagnosisnya.

 

Pencegahan Fisura Ani

Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya luka robekan pada anus, antara lain:

  • Alat kelamin, anus, dan area di sekitarnya harus selalu dijaga kebersihannya dan diusahakan agar tetap kering.
  • Area anus harus dibersihkan dengan lembut, menggunakan sabun khusus, dan air hangat.
  • Menghindari seks anal.
  • Makan makanan yang berserat tinggi.
  • mengkonsumsi air putih yang banyak.
  • Tidak menunda buang air besar.
  • Olahraga teratur, misalnya jalan kaki atau lari minimal 2,5 jam per minggu.
  • Popok bayi harus diganti secara berkala agar tidak terjadi iritasi dan luka di anus bayi.
  • Melakukan pemeriksaan dan kontrol secara berkala ke dokter apabila menderita penyakit yang dapat meningkatkan risiko timbulnya luka robekan pada anus.
  • Tidak minum obat secara sembarangan, terutama yang terdapat kandungan codeine, karena dapat meningkatkan risiko timbulnya sembelit yang dapat memicu luka robekan pada anus.

 

Pengobatan Fisura Ani

Fisura ani umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu apabila Anda memperbaiki pola makan anda. Jika penanganan secara mandiri tidak dapat meredakan keluhan fisura ani, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan mengobati fisura ani dengan melakukan tindakan pemberian obat maupun tindakan bedah tergantung pada gejala yang timbul.

Pengobatan ditujukan untuk meringankan gejala, mengatasi penyebab, dan mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kelamin terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan fisura ani. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan fisura ani. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani fisura ani yang Anda derita.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan di Klinik Pandawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman