Folikulitis Adalah Radang Folikel Rambut, Yuk Kenali Lebih Dekat Bahayanya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

folikulitisFolikulitis adalah inflamasi atau peradangan pada folikel rambut. Anda pernah mengalami benjolan merah di kulit kepala yang terasa perih dan nyeri? Bisa jadi Anda menderita folikulitis. Yuk kenali lebih dekat penyakit folikulitis melalui pembahasan berikut ini.

 

Definisi Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada folikel rambut dan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Folikel rambut adalah lubang kecil di kulit kepala yang menjadi tempat tumbuhnya rambut. Penyakit ini umumnya tidak berbahaya dan hanya menimbulkan rasa gatal dan perih. Akan tetapi, folikulitis dapat membuat rambut hilang secara permanen dan menimbulkan bekas luka apabila sudah memasuki tahap yang parah.

 

Klasifikasi Folikulitis

Jenis-jenis folikulitis adalah sebagai berikut:

  • Sycosis barbae, yaitu folikulitis kronis yang umum terjadi di area wajah yang ditumbuhi jenggot. Jenis folikullitis ini juga menyebabkan rasa nyeri dan terkadang mempengaruhi bibir bagian atas, sehingga agak sulit ditangani.
  • Hot-tub folliculitis. Jenis folikulitis ini umumnya dialami oleh orang yang sering berendam di dalam air hangat, sehingga mendorong pertumbuhan bakteri Pseudomonas spp. Folikulitis jenis ini umumnya tidak berbahaya dan dan dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin pada tempat yang sering terkena rendaman air tersebut.
  • Gram-negative folliculitis, adalah folikulitis yang terjadi karena penggunaan antibiotik untuk kurun waktu jangka Panjang. Umumnya penggunaan antibiotic tersebut dilakukan untuk mengatasi jerawat.
  • Pseudo-folliculitis, yaitu inflamasi yang mirip dengan folikulitis yang timbul karena adanya infeksi akibat rambut tidak tumbuh keluar, namun ke dalam kulit kepala. Ujung rambut yang tumbuh ke dalam dapat diakibatkan oleh sel kulit mati sehingga menghalangi rambut keluar dari pori-pori secara wajar. Pseudo-folliculitis juga dapat terjadi sebagai akibat ujung rambut yang masuk kembali ke dalam kulit kepala. Umumnya, hal ini terjadi pada orang yang memiliki rambut keriting, terutama setelah dicukur. Ujung rambut yang tumbuh ke dalam seringkali menyebabkan iritasi pada  kulit dan menyebabkan peradangan. Peradangan yang terjadi dapat berupa benjolan kecil kemerahan dan terasa nyeri. Pada pria, kondisi ini dapat timbul pada dagu, pipi, atau leher, setelah bercukur dan dapat pula timbul di area sekitar penis. Sedangkan pada wanita, umumnya terjadi pada bagian selangkangan atau kemaluan dan tungkai. Folikulitis palsu dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat pula menyebabkan infeksi, menjadikan kulit lebih menghitam, ataupun dapat meninggalkan bekas luka, terutama apabila digaruk. Pada folikulitis palsu umumnya tidak timbul nanah.

 

Penyebab Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang dapat terjadi karena adanya:

  1. Infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit pada folikel rambut atau kulit lainnya. Bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab folikulitis yang paling sering ditemui..
  2. Non-Infeksi, contohnya karena adanya trauma folikel rambut, gesekan, peradangan/inflamasi, keringat yang berlebihan, sumbatan, kebiasaan berendam di air hangat yang seringkali kondisi airnya kurang bersih, proses bercukur yang sering merusak folikel rambut, maupun mengonsumsi obat antibiotik untuk jangka waktu yang panjang guna mengatasi masalah jerawat. Selain itu, radang folikel rambut juga dapat muncul pada orang-orang yang rentan terhadap infeksi. Misalnya pada mereka yang menderita penurunan sistem kekebalan tubuh karena HIV.

 

Gejala Folikulitis

Folikulitis terlihat mirip jerawat, yaitu timbulnya benjolan kecil bulat, yang berwarna merah ataupun kekuningan akibat adanya nanah. Peradangan ini umumnya terlihat pada area tubuh yang ditumbuhi rambut. Bagian tubuh yang umum terkena folikulitis adalah ketiak, lengan, kaki, dan pantat.

Gejala-gejala yang dapat timbul akibat folikulitis adalah:

  • Timbul banyak benjolan kecil yang berwarna merah pada kulit di tempat rambut tumbuh, yang terlihat seperti jerawat.
  • Lepuhan atau benjolan tersebut berisi nanah yang nantinya dapat membesar atau pecah dan ditutupi oleh lapisan yang keras.
  • Inflamasi/peradangan atau kemerahan yang terjadi pada kulit.
  • Kulit terasa gatal atau adanya sensai terbakar.
  • Nyeri pada kulit.
  • Benjolan dapat menjadi besar dan membengkak.

 

Faktor Risiko Folikulitis

Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita folikulitis adalah:

  • Terkena penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker dan diabetes.
  • Memakai pakaian yang ketat, tidak menyerap panas dan keringat, serta seringkali memakai sarung tangan karet atau sepatu boots.
  • Penggunaan obat luar (krim) dalam kurun waktu jangka panjang, terutama krim kaya akan kandungan kortikosteroid atau antibiotik (untuk pengobatan jerawat)
  • Mempunyai jerawat atau radang pada kulit.
  • Berendam dalam bak air panas dengan kondisi air yang tidak bersih.
  • Kerusakan pada lapisan kulit karena mencukur atau waxing rambut, serta gesekan akibat penggunaan pakaian yang ketat.

 

Diagnosis Folikulitis

Pada umumnya dokter akan mendiagnosis folikulitis melalui proses wawancara medis dengan penderitanya mengenai gejala yang dirasakan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara memeriksa pada bagian tubuh yang menampakkan tanda-tanda gangguan. Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan dermoskopi yaitu suatu tindakan pemeriksaan kulit dengan bantuan alat seperti mikroskop, untuk memeriksa kondisi kulit dengan lebih seksama.

 

Komplikasi Folikulitis

Meskipun jarang terjadi, folikulitis dapat menimbulkan beberapa komplikasi sebagai berikut:

  1. Kebotakan permanen dan rusaknya folikel rambut.
  2. Timbulnya bisul.
  3. Rusaknya kulit secara permanen.
  4. Infeksi yang berulang atau menyebar.

 

Pencegahan Folikulitis

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari timbulnya folikulitis adalah sebagai berikut:

  • Rutin mencuci tangan dan kaki untuk menjaga kebersihan kulit setelah beraktivitas atau bepergian.
  • Menghindari berbagi pakaian, handuk atau alat cukur.
  • Mencuci pakaian, handuk dan seprai menggunakan air panas atau dengan deterjen yang cukup.
  • Jika diperlukan, gunakan sabun antiseptik saat mandi. Pemakaian sabun antiseptik dapat membuat kulit menajdi kering. Anda dapat menyiasati dengan memakai pelembap setelah mandi.
  • Mencukur rambut sesuai arah tumbuh rambut.
  • Hindari penggunaan kolam air panas secara bersama, seperti pada tempat pemandian umum.

 

Pengobatan Folikulitis Di Klinik Pandawa

Pengobatan folikulitis adalah sesuai dengan tingkat keparahannya. Pada kasus yang ringan, folikulitis umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Keluhan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu. Sedangkan pada kasus folikulitis yang berat, umumnya dibutuhkan tindakan medis berupa insisi (pembedahan) dan drainase (pengeluaran nanah) pada bagian tubuh yang menderita folikulitis.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kulit terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan folikulitis. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan folikulitis. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani folikulitis yang Anda alami.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman