GANGGUAN PIGMENT PADA KULIT YANG PERLU DIKETAHUI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Gangguan Pigment pada kulit 1
Pigmentasi kulit juga biasanya tergantung ras dan genetik seseorang.

 

 

Mendambakan kulit yang sehat dan berpigmentasi normal adalah impian semua orang, baik wanita maupun pria. Namun nyatanya, disetiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda.

Gangguan pigmen pada kulit terjadi akibat sel-sel pigmen di kulit mengalami kekurangan pigmen atau sebaliknya kelebihan pigmen. Kulit mendapatkan warnanya dari pigmen yang disebut melanin. Sehingga banyak dijumpai kulit belang atau gelap karena sesuatu hal.

Pigmentasi adalah pewarnaan kulit seseorang. Bila seseorang tersebut sehat, maka warna kulitnya akan tampak normal. Tetapi bila dalam keadaan sakit atau mengalami cedera luka, kulit seseorang mungkin saja berubah warna, bisa menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi). Pigmentasi kulit juga biasanya tergantung ras dan genetik seseorang. Namun, hal ini juga tergantung pada jumlah paparan sinar matahari yang diperoleh.

Perubahan warna kulit yang tidak teratur atau merata dapat disebabkan oleh:

  • Perubahan melanin
  • Pertumbuhan jamur, bakteri atau organisme lain di kulit
  • Pembuluh darah (vaskular) berubah
  • Peradangan karena ruam tertentu

 

Bila kamu memiliki gangguan pigment pada kulit dan cenderung tidak normal, sudah dapat dipastikan kamu terkena salah satu masalah kulit hiperpigmentasi ataupun hipopigmentasi. Untuk lebih jelas apa perbedaan keduanya, simak artikel ini.

 

Perbedaan Gangguan Pigment pada Kulit Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi

Hiperpigmentasi adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh peningkatan melanin, sehingga pewarnaan kulit (pigmen) pada area tertentu tidaklah sama.

Dalam contoh kasus, ketika seseorang sehat, warna kulitnya akan normal. Berbanding terbalik ketika terkena kasus penyakit tertentu atau cedera, kulit akan berubah warna, sehingga menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi).

Sementara Hipopigmentasi adalah hilangnya warna kulit karena penyakit atau trauma. Ini dapat memengaruhi orang dari lahir atau berkembang di kemudian hari. Melanosit adalah sel-sel pigmen yang menghasilkan melanin.

 

Penyebab Gangguan Pigment Kulit Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi

Adapun penyebab gangguan pigment kulit hiperpigmentasi bisa ditimbulkan akibat kehamilan atau penyakit Addison–penurunan fungsi kelenjar adrenal. Hal ini menyebabkan produksi melanin meningkat dan hiperpigmentasi muncul.

Selain itu, pancaran sinar matahari juga menjadi salah satu penyebab hiperpigmentasi. Karena akan menggelapkan daerah yang terpapar sinar matahari.

Hiperpigmentasi juga bisa timbul akibat berbagai obat, diantaranya beberapa antibiotik, obat antiaritmia, dan obat antimalaria.

Berbeda dengan hiperpigmentasi, gangguan pigment kulit hipopigmentasi terjadi akibat beberapa kondisi. Seperti akibat cedera atau trauma pada kulit.  Kulit terkena luka bakar dan infeksi bisa merusak kulit serta menyebabkan hipopigmentasi.

Selain itu, perawatan kulit dari kosmetik yang kurang tepat, pengelupasan kimia, dan laser juga bisa memicu hipopigmentasi jika prosedur yang dilakukan tidak benar.

 

Gangguan Pigment pada Kulit Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi diantaranya;

  • Melasma

Melasma merupakan hiperpigmentasi berupa bercak cokelat atau hitam yang paling sering nampak pada wajah. Melasma bisa terjadi pada wanita dan pria.

Jika Anda memiliki melasma, sebaiknya menghindari paparan sinar matahari ketika siang hari. Menggunakan topi, payung, dan menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 bisa dilakukan.

  • Vitiligo

Vitiligo adalah kemunculan bercak halus berwarna putih pada kulit akibat kekurangan melanin. Uniknya, pada beberapa kasus Hipopigmentasi, Vitiligo muncul di seluruh tubuh. Vitiligo merupakan gangguan autoimun yang muncul akibat sel-sel penghasil pigmen yang rusak.

  • Albinisme

Albinisme atau dikenal dengan Albino adalah kelainan genetik akibat mutasi gen yang menyebabkan tidak berfungsinya sel-sel yang memproduksi melanin. Mutasi genetik ini membuat kulit, rambut, atau mata pada albinisme menjadi tidak berwarna, serta menimbulkan masalah pada mata. Albinisme tidak bisa diobati, dan penderita kelainan pigmen ini harus menggunakan tabir surya setiap saat. Karena tanpa melanin, kulit penderita albinisme lebih berisiko rusak akibat paparan sinar matahari atau bahkan menderita kanker kulit.

  • Hiperpigmentasi pasca inflamasi

Merupakan kondisi berubahnya warna kulit menjadi lebih gelap atau lebih terang setelah mengalami peradangan atau iritasi. Kondisi ini bisa diawali oleh infeksi pada kulit, luka bakar, atau paparan zat iritatif yang merusak kulit. Biasanya keadaan ini akan membaik dalam waktu beberapa bulan.

  • Lentigo

Jenis Hiperpigmentasi ini biasa disebut sebagai bintik hitam atau bintik gelap. Lentigo ini lazimnya ditemukan pada lansia yang disebabkan penuaan dan terpapar sinar UV.

Beberapa tanda Lentigo yang bisa ditemui yakni bercak kecokelatan pada tubuh. Lentigo akan terlihat di area yang kerap terkena sinar matahari, seperti wajah dan telapak tangan.

Lentigo muncul dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari 0,2-2 cm. Lazimnya, Lentigo muncul akibat adanya peningkatan jumlah sel-sel pigmen di lapisan permukaan kulit. Penderita Lentigo biasanya sudah lanjut usia dan seiring pertambahan usia, bercak lentigo akan terus bertambah.

  • Pityriasis versicolor/ Tinea versicolor atau Panu

Jenis gangguan pigment pada kulit Panu adalah infeksi jamur yang umum terjadi pada kulit, di mana terdapat bercak putih pada kulit area dada dan juga punggung. Penyakit ini juga dapat membuat kulit mengalami bercak kecokelatan dan bersisik. Keadaan ini paling sering menyerang anak muda dan cenderung lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita, serta pada orang yang sering berkeringat banyak.

Penyebabnya adalah adanya pertumbuhan jamur dari genus Malassezia, yaitu mikroorganisme yang ditemukan pada kulit normal. Kondisi ini tidak menular dan lebih sering terjadi di iklim yang panas dan lembap, dibanding di iklim sejuk dan kering.

 

Perawatan Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi

Adapun beragam perawatan untuk gangguan pigmentasi pada kulit yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut;

  • Laser; treatment ini berfungsi memecahkan pigmen melanin menjadi fragmented (kecil) sehingga sangat mudah diserap tubuh, dan pigmen di permukaan kulit akan dilepas dengan treatment peeling.
  • Ultimate Recovery Treatment atau Bio Stem Cell ; Kedua jenis treatment ini dilakukan untuk memasukkan serum growth micro neddle (jarum micro) ditujukan untuk kulit lapisan dermis dimana tindakan ini akan merangsang pembentukan kulit baru atau peremajaan kulit.
  • Pengelupasan kulit, termasuk pengelupasan dengan bahan Tretinoin, asam salisilat, untuk mengobati area kulit gelap. Pengelupasan kulit dilakukan jika memang pengobatan luar telah gagal.
  • IPL (Intense Pulsed Light) treatment bekerja dengan memanfaatkan paduan bermacam-macam gelombang cahaya yang dapat menarget area yang lebih besar. Efek samping IPL Treatment juga lebih minim dibanding dengan Laser Treatment. Treatment IPL harus di bawah pengawasan dokter berpengalaman.
  • Dermaroller dan dermapen juga sangat membantu meminimalisasi Hiperpigmentasi ditambah dengan serum Anti-hiperpigmentasi.

 

Cara Penanganan Gangguan Pigment pada Kulit  

Saat pertama kali datang, pasien dengan treatment Hiperpigmentasi atau Hipopigmentasi akan melakukan anamnesis (wawancara) dengan dokter. Kemudian dokter akan memeriksa kondisi kulit, dan menjelaskan treatment yang akan dilakukan.

Dari beberapa kasus gangguan pigment pada kulit seperti hiperpigmentasi dan hipopigmentasi yang pernah ditangani, treatment dengan laser terbukti efektif untuk mengobati masalah pigmentasi yang ada dipermukaan kulit.

Bila Kamu ingin mengetahui lebih jauh treatment apa saja yang ada di Klinik Kami, Anda bisa berkunjung ke channel Youtube kami: Klinik Estetika Pandawa.

Apabila Kamu membutuhkan informasi lebih lanjut, maka Kamu dapat berkonsultasi online dengan dokter ahli Kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 (telepon/SMS/WA) atau klik bit.ly/2VdMqLL.

 

Treatment lainnya yang ada di Klinik Estetika Pandawa

  • Acne Scars
  • Rosacea
  • Freckles
  • Skin Rejuvenation
  • Melasma
  • Tattoo Removal
  • Hair Removal
  • Filler
  • Botulinum Toxin
  • Tanam Benang

 

Alat penunjang Aesthetic dan Skin Care di Klinik Estetika Pandawa

  • Venus Versa (Multi Modalitas Skin Treatment)
  • Lutronic Spectra XT Laser Nd: YAG
  • Celluma Series Sinar LED
  • Hairmax Laser
  • Nanopore Stylush Microneedle
  • IPL Hair Removal
  • IPL Skin Acne

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami