Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang cukup sensitif. Bagian ini pun kerap menjadi incaran berbagai macam penyakit, termasuk Eksim.

Eksim adalah gangguan kulit yang disebabkan oleh peradangan pada kulit. Peradangan ini biasanya akan membuat kulit terasa gatal, memerah, kering, hingga kasar dan pecah-pecah.

Penyakit Eksim dapat terjadi di kulit bagian manapun. Namun, yang paling terkena Eksim adalah bagian tangan dan kaki.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah Eksim termasuk jenis penyakit menular? Berikut ulasannya untuk Anda.

Gejala Eksim

gejala eksim
Gejala utama Eksim adalah rasa gatal yang luar biasa pada kulit.

Gejala utama yang akan terjadi pada penderita Eksim adalah rasa gatal yang luar biasa pada kulit bagian tertentu. Bahkan, terkadang rasa gatal sudah muncul sebelum ada tanda kemerahan atau ruam pada kulit.

Pada orang kulit putih, daerah yang gatal mulanya akan berwarna merah muda lalu berubah menjadi cokelat. Sementara pada orang dengan kulit lebih gelap, Eksim akan memengaruhi pigmen kulit sehingga daerah Eksim akan tampak lebih terang atau lebih gelap.

Baca juga: Mirip Sifilis dan Herpes Simpleks, Penyakit Chancroid Sebabkan Luka Terbuka di Area Genital

Biasanya, gejala Eksim pada orang dewasa terjadi di bagian tangan, leher, wajah, dan kaki. Meski tak menutup kemungkinan daerah lain pun akan terkena penyakit Eksim. Sementara pada anak-anak, sering terjadi di bagian dalam lipatan lutut dan siku.

Untuk gejala tertentu, tergantung pada kondisi Eksim yang diderita. Jika penderita mengidap Eksim basah, maka luka akan cenderung terasa basah dan berair. Sedangkan pada Eksim kering, kulit akan terasa sangat kering, menebal, dan nampak bersisik.

Penyebab Eksim

penyebab eksim
Beberapa ahli menduga Eksim berkaitan erat dengan imun yang berlebihan.

Sampai saat ini, penyebab dari penyakit Eksim belum diketahui secara pasti. Walau demikian, beberapa ahli menduga bahwa Eksim berkaitan erat dengan aktivitas daya pertahanan tubuh atau imun yang berlebihan.

Aktivitas daya pertahanan tubuh yang berlebihan inilah yang menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya terhadap kulit.

Namun, setiap orang memiliki penyebab Eksim yang berbeda-beda. Berikut penyebab lain munculnya Eksim:

  1. Kontak dengan zat iritan

Produk rumah tangga, seperti sabun dan deterjen, umumnya mengandung zat kimia. Zat iritan inilah yang dapat mengeringkan kulit dan memicu gejala Eksim. Terlebih bagi produk yang mengandung parfum berisiko bagi orang yang mengidap dermatitis kontak alergi. Jenis eksim ini adalah salah satu reaksi alergi.

  • Panas dan keringat

Ketika seseorang mengalami peningkatan suhu tubuh dan keringat biasanya akan memicu munculnya Eksim. Kondisi yang paling baik untuk pengidap eksim adalah kering dan sejuk. Sedangkan, kondisi yang hangat dan lembap dapat menjadi sarang infeksi karena bakteri hidup di suhu yang lebih tinggi.

  • Perubahan suhu udara secara tiba-tiba

Seseorang yang kerap berpindah dari gedung yang dingin ke luar ruangan yang panas dan selalu dilakukan secara berulang-ulang ternyata dapat menyebabkan keringat dan kepanasan, sehingga muncul gejala Eksim. Selain itu, penurunan kelembapan yang tiba-tiba juga dapat menyebabkan kulit kering. Tapi, jenis eksim lain yaitu dermatitis numular, hanya ditemukan saat musim dingin.

  • Jenis kain tertentu

Sebaiknya hindari jenis kain sintetis tertentu atau bahan yang kasar dan membuat gatal seperti wol karena dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan Eksim.

  • Pemicu lain

Pemicu lain yang bisa menyebabkan Eksim ialah faktor stres, alergi makanan, bulu hewan, serta infeksi pernapasan atas.

Faktor Risiko Eksim

faktor risiko eksim
Kondisi tertentu dapat menyebabkan Eksim.

Selain alergi dan kondisi tertentu yang dapat menyebabkan Eksim, ada sebagian orang yang rentan terserang penyakit Eksim, seperti:

  • Sejarah keluarga terhadap penyakit Eksim, alergi, atau asma
  • Pekerja pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan dermatitis tangan
  • Tinggal di area urban
  • Memiliki orangtua dengan tingkat edukasi tinggi
  • Penderita attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)

Bisakah Eksim Menular?

bisakah eksim menular
Banyak yang berpikir bahwa semua penyakit kulit menular.

Banyak yang berpikir bahwa semua penyakit kulit menular. Namun faktanya, penyakit Eksim tidak dapat menular.

Baca juga: Tidak Bisa Dianggap Sepele, Kutil Kelamin Membahayakan Wanita

Meski demikian, seseorang yang menderita penyakit Eksim rentan untuk mengalami infeksi bakteri atau virus lainnya pada kulit jika berkontak dengan penderita penyakit lain.

Untuk itu, penderita Eksim harus segera diobati. Jika tidak, Eksmi bisa saja menyebar ke seluruh tubuh hingga menimbulkan berbagai infeksi lainnya.

Pengobatan Penyakit Eksim

pengobatan penyakit eksim
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan pada kulit dan sejarah medis pasien.

Untuk melakukan diagnosa, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan pada kulit dan sejarah medis pasien. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan tes patch atau tes lainnya untuk mengeliminasi penyakit kulit lain atau mengidentifikasi kondisi yang menyertai Eksim.

Jika pasien terdeteksi menderita Eksim, dokter akan memberikan salep Eksim, lotion, dan krim pelembab untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini bertujuan untuk meredakan kulit yang kering dan terasa gatal.

Biasanya pengobatan ini dilakukan saat kulit masih sedikit basah, seperti setelah selesai mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit. Selain itu, kompres dingin juga diduga dapat mengurangi rasa gatal yang terjadi.

Salep Eksim atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau peradangan pada kulit. Obat eksim kering menahun ini bisa digunakan jika tiba-tiba gatal pada Eksim kambuh dan mengganggu aktivitas.

Untuk kasus yang berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid. Apabila pada daerah Eksim telah terinfeksi, maka bisa diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang tidak merespon semua jenis pengobatan yang diberikan.

Perlu diingat bahwa pengobatan untuk penyakit Eksim sulit dilakukan, terlebih pada bagian kaki dan tangan. Bahkan, dapat dikatakan jika tujuan utama dari pengobatan penyakit Eksim adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi lain.