Selain Alergi, Berikut 10 Penyebab Gatal Pada Kulit yang Perlu Diketahui!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

gatal pada kulit

Sahabat pandawa, tahukah kamu bila kulit menjadi bagian tubuh yang paling mudah terkena masalah atau gangguan kulit? Alasannya karena kulit merupakan bagian terluar tubuh yang berisi sel-sel khusus dari sistem kekebalan yang bertugas melindungi organ dan bagian dalam tubuh dari serangan kuman, bakteri, maupun virus sekalipun. Bila kulit tak bisa berfungsi dengan baik, ancaman tersebut akan menyebabkan penyakit gatal pada kulit.

Setelah sel-sel kulit mendeteksi segala jenis zat yang mencurigakan, mereka memicu reaksi yang menyebabkan daerah kulit menjadi meradang. Ahli medis menyebut peradangan ini sebagai ruam atau dermatitis. Hal tersebut juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit gatal pada kulit.

Sel-sel kekebalan tersebut otomatis memberikan reaksi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit, infeksi seluruh tubuh ataupun penyakit. Berbagai gangguan gatal pada kulit akan menimbulkan ruam-ruam merah, nyeri, iritasi, bahkan bisa menyebabkan luka atau bersisik.

Kalau begitu yuk, kita cari tahu berbagai penyebab gangguan kulit yang bisa menyebabkan gatal pada kulit.

 

Penyebab Gatal Pada Kulit

Ada berbagai penyebab gatal pada kulit dan memungkinkan juga gatal-gatal ini menjadi pertanda sesuatu yang serius seperti penyakit kulit.

  1. Alergi

Gatal pada kulit seringnya muncul sebagai reaksi dari suatu alergi. Sebut saja biduran, bentol-bentol yang muncul banyak secara bersamaan akibat alergi.

Ditambah apabila kamu sedang merasa tertekan, salah makanan, udara panas atau dingin, alergi bulu binatang, atau serbuk sari bisa saja menjadi penyebab alergi sehingga muncul gatal pada kulit.

  1. Kehamilan

Kulit kering dan perut yang terus mengembang kerap kali menyebabkan rasa gatal pada kulit yang tidak tertahankan pada ibu hamil. Tetapi, rasa gatal yang parah tanpa adanya ruam di telapak tangan atau kaki bisa menjadi indikasi kolestasis intrahepatik kehamilan (ICP).

Kulit gatal saat hamil biasanya dikarenakan kadar hormon kehamilan yang tinggi di dalam darah ibu hamil. Sebab itu rasa gatal ini harus kamu diskusikan pada dokter kehamilan agar mendapatkan perawatan yang tepat.

  1. Penggunaan obat tertentu

Bila kamu dalam pengobatan kamu harus tau ada efek samping atau risiko. Beberapa obat mungkin saja bisa membuat gatal pada kulit bahkan muncul ruam-ruam ataupun iritasi.

  1. Gatal pada kulit pertanda penyakit eksim

Eksim atau disebut juga dermatitis atopik, merupakan kondisi gangguan kulit umum yang ditandai dengan bercak-bercak kulit yang gatal dan meradang. Eksim seringnya terlihat pada bayi dan anak kecil, ditandai kemunculannya di wajah bayi. Namun, penyakit eksim juga bisa dialami orang dewasa amupun remaja. Dan eksim memiliki sifat kambuhan, karena itu kamu pun harus menghindari pemicunya.

Pemicu eksim pun banyak seperti zat-zat allergen atau kimia seperti detergen, sabun, obat-obat, hingga produk kecantikan. Selain itu, eksim juga bisa disebabkan oleh alergi serbuk sari, debu, iklim hingga masalah emosi atau stress.

Pasalnya penyakit kulit ini dapat muncul beberapa gejala tertentu. Misalnya rasa gatal pada kulit yang tidak tertahankan, memerah alias meradang, pecah-pecah, maupun bersisik. Kemudian juga bisa timbul gelembung kecil berisi air atau nanah. Umumnya eksim dapat terjadi di tangan, kaki, paha, pundak dan leher.

  1. Gangguan kulit Psoriasis

Gatal pada kulit juga bisa pertanda kamu mengidap Psoriasis. Gangguan kulit ini bereaksi karena terlalu banyak memproduksi sel-sel kulit yang merupakan hasil dari sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

Pertumbuhan sel kulit yang abnormal ini bisa membuat permukaan kulit meradang sehingga timbul gatal.

Gejala yang sering muncul pada penderita penyakit psoriasis yakni seperti timbulnya bercak merah dengan sisik putih berlapis yang terdapat di bagian atas. Apabila kamu garuk, sisik-sisik tersebut bisa mengelupas. Gejala gangguan kulit ini bisa makin meluas bila tak segera diobati.

Psoriasis biasanya menghinggap di area kulit kepala, punggung, telapak tangan, siku, serta kaki. Penyakit kulit ini bisa muncul akibat perasaan stress, trauma, serta asupan kalsium yang kurang. Untuk itu, kamu perlu mengelola emosi dengan baik dan menjaga asupan makanan bernutrisi tinggi penting untuk diterapkan.

  1. Kudis atau Scabies

Gangguan gatal pada kulit selanjutnya bisa dipicu karena adanya kudis. Gangguan kulit kudis ataupun scabies ini timbul oleh karena adanya infeksi parasit tungau, yaitu sarcoptes scabiei var hominis. Berapa orang yang bermukin di lingkungan kumuh dan kotor sangat mudah terinfeksi gangguan kulit ini. Apalagi bila kebersihan tubuh tak dijaga baik, risiko kudis pun makin besar.

Gejala scabies ini berupa rasa gatal pada kulit yang tidak tertahankan dan sering muncul di malam hari. Kudis ini seringnya menyerang di sela-sela jari kaki, tangan, ketiak, pinggang, bagian tubuh lainnya, bahkan di area sensitive yaitu kelamin,

Penyakit ini tentu bisa menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Untuk itu, kamu perlu perhatikan faktor kebersihan diri dan lingkungan.

  1. Kurap

Gangguan kulit yang rentan menyerang berikutnya yaitu kurap. Berbeda dengan kudis, kurap dipicu oleh infeksi jamur. Gangguan kulit ini seringnya ditandai dengan bercak putih, lingkaran-lingkaran bersisik, kondisi kulit yang lembap dan disertai dengan rasa gatal.

Infeksi jamur kurap ini bisa berada di area kulit kepala, kaki, selangkangan, janggut, atau area lainnya. Dan tak jarang beberapa mengeluhkan gatal-gatal di selakangan akibat jamur ini. Karena itu sekali lagi perhatikan faktor kebersihan kulit dan menjaga kelembapan kulit.

  1. Bisul

Gatal pada kulit juga bisa pertanda kamu mengidap bisul. Gangguan kulit bisul ini awalnya disebabkan oleh infeksi bakteri stafilokokus aureus pada kulit yang melewati folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, kemudian menyebabkan infeksi lokal.

Seringnya gangguan kulit ini berawal dari benjolan merah yang bisa membesar. Benjolan tersebut bisa muncul di bagian tubuh manapun. Namun umumnya, bisul muncul di bagian tubuh yang sering lembap, seperti lipatan paha/ selangkangan, sela bokong, leher, ketiak, hingga kepala.

  1. Gangguan Kulit Neurodermatitis

Selanjutnya, ada penyakit neurodermatitis yang mana termasuk jenis gangguan kulit eksim atau dermatitis atopik. Selain membuat gatal, gangguan kulit ini bisa membuat kulit menebal, kering, bersisik, menebal bahkan kulit menghitam.

Pemicunya bisa disebabkan oleh lingkungan yang telalu dingin atau panas, kulit terlalu berkeringat, tingkat stress, zat allergen ataupun iritasi lainnya.

  1. Herpes

Terakhir, gatal pada kulit yang tak kalah merugikan yaitu penyakit herpes. Penyakit kulit ini biasanya berupa ruam tidak rata, lentingan berukuran kecil hingga akhirnya melepuh, seperti cacar.

Tanda-tanda herpes ini sering disertai dengan rasa perih dan gatal serta kondisi kulit yang menjadi lebih sensitif. Penyakit herpes pada kulit ini bisa timbul di area tubuh yang lembap, seperti lipatan paha, bokong, leher, punggung, atau bagian tubuh lainnya.

Selain pada kulit, herpes juga bisa berada di sekitar kelamin yang dikenal sebagai herpes kelamin (herpes simplex). Baik pada kulit maupun kelamin, keduanya bisa menular. Sehingga butuh pengobatan yang intensif untuk mengatasinya.

Kapan Harus Ke Dokter?

Bagi sahabat pandawa mengalami keluhan gatal pada kulit terus menerus atau mengalami salah satu gangguan kulit seperti di atas. Jangan ragu untuk periksakan diri kamu ke dokter ahlinya.

Kamu pun bisa berkunjung pada dokter spesialis kulit atau kelamin, seperti Klinik Pandawa. Salah satu klinik penyakit kulit dan kelamin terpercaya ini telah berpengalaman mengatasi berbagai keluhan gatal pada kulit dan atau kelamin.

Bagi Sahabat Pandawa yang ingin berkonsultasi dengan dokter ahli kami dan reservasi di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layananKami siap melayani.

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *