Gejala dan Penyebab Penyakit Prurigo

Gejala dan Penyebab Penyakit Prurigo

Diposting pada
Kulit merupakan bagian tubuh yang sangat sensitive dan mudah untuk terserang oleh penyakit. Dan salah satu masalah yang dapat terjadi pada kulit yaitu disebut dengan penyakit prurigo. Istilah penyakit prurigo mengacu pada terjadinya bintik-bintik pada bagian tubuh dan ditandai dengan benjolan kecil yang sangat gatal. Apakah yang dimaksud dengan penyakit prurigo ?, Apa saja gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit prurigo ?, Apa saja penyebab penyakit prurigo yang perlu anda ketahui ?, Apa saja faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit prurigo ?, Apa saja komplikasi dan bahaya penyakit Prurigo ?, Bagaimana diagnosis atau pengobatan terhadap penyakit prurigo?, Dan bagaimanakah pengobatan penyakit prurigo di klinik pandawa ?

 

Apakah Yang Dimaksud Dengan Penyakit Prurigo ?

Nodular prurigo adalah kondisi kulit yang ditandai oleh benjolan yang sangat gatal. Ini juga disebut ‘prurigo nodularis’. ‘Pruritus’ adalah istilah medis untuk gatal. ‘Prurigo’ adalah kata yang terkait, yang mendeskripsikan perubahan yang muncul pada kulit setelah terjadinya gatal. Dalam prurigo nodular, perubahan ini berbentuk benjolan yang sangat gatal (nodul) pada permukaan kulit. Gatal tersebut bisa berhenti ketika orang tersebut tidak menggaruk daerah yang terkena prurigo. Prurigo nodular dapat terjadi pada semua usia tetapi sering terjadi pada orang dewasa berusia 20-60 tahun. Kedua jenis kelamin sama-sama bisa berpengaruh yaitu tidak mengenal laki-laki ataupun perempuan.

 

Apa Saja Gejala Yang Dapat Ditimbulkan Dari Penyakit Prurigo ?

Gejala umum yang terjadi pada penyakit prurigo, yaitu :

  • Rasa gatal yang mengganggu tidur di malam hari dan aktivitas siang hari.
  • Kulit menunjukkan banyak benjolan keras yang sangat tidak nyaman.
  • Benjolan yang lebih gelap dari kulit di sekitarnya, kasar, permukaan agak menebal dan mungkin memiliki goresan di atasnya.
  • Benjolan biasanya berdiameter kurang dari 1 cm dan dapat terasa kuat, lembut, serta berkerak dan gatal.
  • Nodular prurigo paling umum terjadi antara usia 20 sampai 60 tahun.

Gejala lain yang juga dapat terjadi pada penyakit prurigo di lihat dari jenisnya, yaitu :

1. Nodul prurigo individu

adalah benjolan yang keras, berdiameter 1–3 cm, seringkali disertai permukaan berkerak pada kutil. Lesi awal mungkin mulai sebagai benjolan gatal merah yang lebih kecil. Lesi yang lebih tua mungkin lebih gelap atau lebih pucat daripada kulit di sekitarnya. Kulit di antara nodul sering kering. Rasa gatal ini sering sangat intens hingga berjam-jam, mengarah ke infeksi dikarenakan sering menggaruk luka.

  • Lesi prurigo nodular biasanya dikelompokkan dan banyak tetapi dapat bervariasi dalam jumlah dari 2–200. Prurigo nodular cenderung terdistribusi secara simetris. Dan biasanya mulai dari lengan bawah dan kaki, namun lebih buruk pada bagian luar. Batang, wajah, telapak tangan juga bisa terpengaruh. Dan nodul prurigo yang paling jelas di daerah cape (leher, bahu dan lengan atas).
  • Nodul baru muncul dari waktu ke waktu, tetapi nodul yang ada dapat mengalami kemunduran secara spontan untuk meninggalkan bekas. Prurigo nodular sering berjalan lama dan dapat menyebabkan stres dan depresi yang signifikan.
  • Prurigo memiliki lesi kulit primer dan sekunder. Lesi prurigo primer adalah papula berbentuk kubah. Lesi prurigo sekunder adalah papula yang tergores, lesi bersisik, area menebal, pigmentasi gelap (lichen simplex atau neurodermatitis). Dan menggaruk dapat menyebabkan jaringan parut.

2. Prurigo simplex

Prurigo simplex menimbulkan benjolan berbentuk kubah, simetris, kecil, dan sangat gatal. Terkadang disertai dengan lepuhan kecil. Paling banyak terjadi pada aspek luar dari tungkai dan bokong, tetapi dapat terjadi di mana saja pada bagian tubuh. Prurigo juga  dapat mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa.

  • Nama-nama alternatif untuk prurigo simplex termasuk prurigo kronis pada orang dewasa, adalah prurigo mitis, dan hebra prurigo. Ketika bintik-bintik berwarna gelap, mungkin disebut prurigo pigmentosa.
  • Seringkali papula prurigo primer tidak lagi terlihat karena garukan telah menghilangkannya. Prurigo dapat menyebabkan distres yang cukup parah karena gatal yang parah dapat membuat susah tidur.

3. Prurigo nodular

Nodular prurigo muncul dengan nodul keras pada kelenjar, sering menunjukkan peningkatan pigmentasi. Karena prurigo sangat gatal, oleh karena itu akan menyebabkan ulserasi atau berkerak. Prurigo nodular sangat resisten terhadap pengobatan.

4. Prurigo pigmentosa

Prurigo pigmentosa ditandai oleh ruam yang gatal dengan pigmentasi atau warna mirip dengan jaringan.

 

Apa Saja Penyebab Penyakit Prurigo Yang Perlu Anda Ketahui ?

Penyebab dari penyakit prorigo tidak diketahui secara pasti. Namun, setelah kulit menjadi gatal, menggaruk dan menggosok akan menyebabkan ujung saraf kulit menjadi lebih tebal, mudah merah, lebih banyak gatal dan membuat kondisi menjadi lebih buruk.

  • Prurigo nodular dapat terjadi setelah gigitan serangga atau bentuk dermatitis lainya.
  • Orang yang sedang mengalami stres, hingga lebih cenderung untuk menggaruk kulit dan membuat prurigo nodular menjadi lebih buruk.
  • Hingga 80% orang dengan prurigo nodular adalah atopik (peradangan kulit di sertai dengan rasa gatal) dan mungkin mengalami atopik asma, eksim, atau demam.
  • Ada beberapa kondisi medis yang dapat dikaitkan dengan prurigo nodular yang mungkin perlu diteliti lebih lanjut.
  • Memiliki penyakit internal seperti anemia defisiensi besi, gagal ginjal kronis, enteropati gluten, infeksi HIV dan banyak kondisi beragam lainnya. Dalam beberapa kasus, prurigo nodular telah dikaitkan dengan pruritus brachioradial, yang disebabkan kompresi atau traksi saraf tulang belakang.

 

 Apa Saja Faktor Risiko Yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Penyakit Prurigo ?

Faktor resiko pada beberapa orang dengan penyakit prurigo dikaitkan dengan kondisi kulit lain atau masalah kesehatan. Ini termasuk :

  • Eksim atopik (Besnier prurigo)
  • Pemfigoid bulosa (pemphigoid nodularis)
  • Discoid (atau nummular) eksim (atau dermatitis)
  • Urtikaria papular (reaksi alergi terhadap gigitan serangga)
  • Kekurangan zat besi
  • Penyakit tiroid
  • Infeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV) (erupsi papular pruritus pada HIV)
  • Kehamilan
  • Gagal ginjal kronis
  • Diabetes
  • Polycythaemia rubra vera
  • Limfoma hodgkin atau limfoma non-Hodgkin
  • Penyalahgunaan narkoba, terutama amfetamin dan kokain
  • Kerusakan saraf spinal

 

Apa Saja Komplikasi dan Bahaya Penyakit Prurigo ?

Prurigo nodularis adalah kondisi benjolan jinak. Namun, hal itu dapat menyebabkan gangguan fungsional dan morbiditas yang parah karena kontrol yang buruk terhadap gejala gatal / menggaruk hingga menyebabkan luasnya luka dan timbulnya tekanan psikologis. Beberapa lesi atau luka akan dapat menjadi berpigmen permanen (terjadinya perubahan warna yang tidak akan pernah hilang pada bagian tubuh) sehingga akan membuat kulit terlihat sangat buruk dan menunjukkan jaringan parut seperti luka koreng yang sangat banyak. Penyakit prurigo bisa menyebabkan abses kulit, gangguan tidur, rasa percaya diri kurang, stress dan lain sebagainya

 

Bagaimana Diagnosis Atau Pengobatan Terhadap Penyakit Prurigo?

Penyakit prurigo didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik kulit. Penting sekali mencari faktor resiko dan faktor pencetusnya. Selain itu perlu juga mencari penyakit lain yang menyertai pasie dengan penyakit prurigo. Dokter akan memberikan diagnosa suatu penyakit dengan bertanya tentang riwayat medis. Apakah anda pernah mengalami penyakit prurigo sebelumnya dan melakukan tes atau pemeriksaan fisik untuk mendapatkan hasil yang akurat terhadap penyakit. Gejala gatal, dan luka pada kulit biasanya cukup untuk membuat diagnosis prurigo nodular. Dokter juga dapat melakukan biopsi kulit (memotong salah satu tonjolan di bawah anestesi lokal untuk diperiksa di bawah mikroskop). Tes darah dapat diambil untuk memeriksa kondisi lain.

Perihal pengobatan penyakit prurigo ini membutuhkan penanganan dan pengobatan yang tepat dari dokter ahli yang profesional serta terlatih pada bidangnya. Pengobatan penyakit prurigo perlu di lakukan secara komprehensif agar hasil lebih maksimal. Peran serta pasien merubah life style sangat penting. Olag raga teratur, gizi seimbang dan meminimalisasi psikostressor akan membantu mempercepat penyembuhan penyakit prurigo.

 

Bagaimanakah Pengobatan Penyakit Prurigo Di Klinik Pandawa ?

Kami klinik pandawa yang berada dijakarta pusat memiliki banyak pasien dengan penyakit prurigo yang disertai dengan berbagai komplikasi dan penyebab. Klinik Pandawa juga memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit prurigo ataupun penyakit kulit dan kelamin lainnya. Banyak pasien yang telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan. Biaya berobat di klinik pandawa juga relatif terjangkau dan murah. Fasilitas yang dimiliki oleh klinik pandawa antara lain semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, rontgen dan USG, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Apabila anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut, silahkan anda bisa berkonsultasi online gratis dengan dokter kami dengan cara klik tombol Whatsapp / SMS / Telp. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis anda akan terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *