Jarang Terdeteksi, Perhatikan Gejala Trikomoniasis yang Menular

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

gejala trikomoniasis

 

Trikomoniasis bisa dialami pria dan wanita, pada wanita muda yang aktif seksual akan lebih rentan tertular, karena penyakit ini menular melalui hubungan intim. Walau bisa ditangani, trikomoniasis membuat tidak nyaman dan dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Gejala trikomoniasis pun sulit dideteksi karena itu si pengidap bisa saja menularkan infeksi ini ke orang lain.

Deteksi dini menjadi cara terbaik agar mengendalikan penyakit dan mendapatkan bantuan medis yang tepat. Sebab itu, simak penjelasan mengenai gejala trikomoniasis yang mudah menular di bawah ini.

 

Apa itu Trikomoniasis?

Trikomoniasis sendiri merupakan penyakit menular seksual atau infeksi menular seksual yang ditimbulkan oleh karena parasit yang bernama Trichomonas vaginalis (TV). Infeksi ini merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang paling sering terjadi. Infeksi ini tidak fatal, tetapi dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan, atau infeksi jaringan kulit vagina.

Diperkirakan setiap tahunnya terdapat 357 juta infeksi baru yang ditimbulkan oleh empat jenis Infeksi Menular Seksual (IMS). Trikomoniasis salah satunya. Bahkan, infeksi ini menjadi penyumbang angka IMS terbanyak (143 juta) dibanding ketiga penyumbang lainnya, klamidia (131 juta), gonore (78 juta), sifilis (5.6 juta). 

 

Penularan Trikomoniasis

Penyebab trikomoniasis adalah parasit bernama Trichomonas vaginalis. Parasit ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain saat seseorang yang terinfeksi melakukan hubungan seksual.

Pada wanita, infeksi ini seringkali terjadi di saluran kelamin bagian bawah, seperti vagina, bibir vagina, mulut rahim, dan saluran keluarnya air kencing atau uretra. Sedangkan pada laki-laki, bagian yang paling sering terinfeksi adalah saluran keluarnya air kencing atau uretra.

Ketika berhubungan seks, parasit akan menyebar dari penis menuju vagina, atau sebaliknya. Infeksi ini pula bisa meluas dari vagina ke vagina lainnya. Tidak hanya pada alat kelamin, infeksi ini juga bisa muncul di anggota tubuh lainnya, seperti tangan, mulut, dan anus. Tapi, hal tersebut sangat jarang terjadi.

Ada beragam aspek yang bisa menimbulkan seseorang berisiko lebih tinggi terinfeksi atau tertular trikomoniasis, yaitu:

  • berhubungan seks dengan lebih dari satu orang
  • riwayat infeksi menular seksual lainnya
  • riwayat infeksi trikomoniasis sebelumnya
  • berhubungan seks tanpa kondom

 

Gejala Trikomoniasis

Trikomoniasis tidak selalu menimbulkan tanda dan gejala. Meski begitu, orang yang tidak bergejala pun masih bisa menularkan infeksi ini ke orang lain. Tidak sepenuhnya dimengerti mengapa pada sebagian orang yang terinfeksi tidak timbul gejala. Mungkin hal ini dipengaruhi oleh faktor usia dan daya tahan tubuh seseorang.

Pada orang yang merasakan gejala, ciri khas penyakit ini biasanya akan terlihat sekitar lima sampai 28 hari setelah infeksi pertama kali terjadi. 

Pada perempuan, gejala yang dapat timbul antara lain: 

  • Keputihan yang berbau tidak sedap
  • Keputihan yang berwarna (putih, keruh, kekuningan, atau kehijauan)
  • Area vagina menjadi kemerahan dan terasa panas
  • Muncul rasa gatal di area sekitar kemaluan
  • Muncul rasa sakit saat buang air kecil atau saat berhubungan seks

Pada laki-laki, trikomoniasis lebih sering tidak bergejala. Namun saat muncul gejala, penyakit ini bisa memicu timbulnya beberapa kondisi seperti di bawah ini.  

  • Iritasi di dalam saluran kencing
  • Rasa terbakar saat buang air kecil atau saat ejakulasi
  • Keluarnya cairan dari lubang penis

Infeksi ini biasanya tidak berjalan sendiri. Seringkali, infeksi ini berbarengan dengan infeksi lain seperti gonore atau kencing nanah. Sebab itu, saat pengecekan dan diagnosis, ahli medis umumnya tak hanya mengkonfirmasi infeksi trikomoniasis, tetapi juga infeksi menular seksual lainnya.

Pada wanita yang terinfeksi penyakit ini, kemungkinan juga akan ditemukan pula vaginosis bakterialis. Vaginosis bakterialis sendiri merupakan kondisi di mana bakteri baik pada vagina minim sehingga bakteri yang merugikan dapat berkembang.

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter karena infeksi ini pada umumnya dapat disembuhkan. Anda juga disarankan untuk memeriksakan diri meski tidak memiliki gejala, apabila menemukan faktor-faktor risiko penyakit ini ada pada diri Anda. 

 

Komplikasi

Komplikasi serius penyakit infeksi ini adalah bisa menimbulkan penyakit radang panggul dan gangguan kehamilan pada wanita. Wanita hamil yang terinfeksi trikomoniasis berisiko tinggi melahirkan prematur.

Komplikasi lain penyakit trikomoniasis pada wanita bisa memicu berat badan pada bayi rendah, menularkan infeksi kepada bayi saat melahirkan secara normal, dan juga meningkatkan risiko terinfeksi virus HIV.

Sehingga komplikasi serius yang dapat diakibatkannya, penyakit infeksi ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami gejala seperti di atas.

 

Kapan harus ke dokter?

Bagi Anda yang merasakan beberapa gejala trikomoniasis seperti yang disebutkan di atas atau merasakan keanehan seperti perubahan cairan vagina maupun penis. Segera konsultasikan pada ahli medis kami.  Klinik Pandawa juga turut memberikan layanan kesehatan untuk penyakit menular seksual bagi Sahabat Pandawa yang memiliki masalah seputar kulit dan kelamin.

Segera hubungi layanan konsultasi dokter online kami tanpa dipungut biaya dan dapatkan informasi lebih lanjut melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/TLP/SMS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman