Hati-hati, Penis Bisa Patah, Cari Tahu Penyebabnya Segera!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penis patah

Pria tampaknya harus lebih hati-hati dalam menjaga alat vitalnya. Pasalnya penis bisa mengalami patah atau dalam dunia medis disebut fraktur penis. Meski penis tidak bertulang, tapi bisa juga bisa berpotensi alami patah. Dimana penis patah ini merupakan kondisi sobeknya di area corpora cavernosum dan batang penis, dua area yang bisa membuat penis alami ereksi. Untuk itu, penting untuk pria mengetahui hal apa saja yang bisa menyebabkan kondisi ini dan harus segera ditangani.

Apa itu kondisi penis patah?

memang untuk beberapa orang yang pertama mendengar ini akan kaget, karena yang kita tahu alat kelamin pria tidaklah bertulang. Yupp, penis patah atau fraktur penis merupakan kondisi medis yang terjadi saat tunica albuginea (lapisan berserat dari jaringan ikat di bawah kulit yang membuat penis bisa ereksi) alami robek atau rusak.

Terkadang, jaringan di bawah tunica albuginea, yang bernama corpus cavernosum, juga bisa robek, saat penis patah terjadi. Penyebabnya 95 persen terjadi akibat trauma saat ereksi yang sering terjadi saat melakukan aktivitas seksual.

Daya, gerakan, atau posisi salah yang mendadak dapat mencederai dan menyebabkan terjadinya robekan pada tunika albuginea. Akibatnya, kondisi tersebut menyebabkan penis patah.

Tunika albuginea sendiri merupakan selubung karet jaringan di bawah kulit yang memungkinkan penis meningkatkan lebar dan panjang untuk menghasilkan ereksi yang kuat. Kondisi ini harus segera dilarikan ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk melakukan scanning terhadap penis patah ini.

Baca juga: Waspada, Gangguan Hipogonadisme Pada Pria Buat Susah Ereksi

Gejala Penis Patah

Penis patah dapat terjadi ketika terjadi benturan ke penis. Penis dapat terasa nyeri dan menjadi lebam kebiruan. Berikut ini gejala penis patah yaitu:

  • sakit parah setelah cedera
  • terdengar suara gemeretak atau popping
  • sulit buang air kecil
  • memar gelap di atas area yang terluka
  • penis bengkok
  • kehilangan ereksi secara mendadak
  • darah keluar dari penis

Penyebab Penis Patah

Penyebab penis patah ialah dikarenakan adanya trauma langsung pada “si bontot” sehingga timbulnya robekan tunika albuginea penis. Jaringan untuk ereksi di bawah tunika albuginea juga dapat alami kerobekan. Jaringan kembar ini mirip dengan spon yang disebut dengan korpus kavernosum.

Biasanya dialiri dengan darah saat seseorang mengalami rangsangan saat hubungan intim, kemudian menghasilkan ereksi. Penis menjadi rusak juga dapat lukai uretra. Uretra ialah saluran di penis untum tempat mengalirnya buang air kecil.

Penyebab umum penis menjadi rusak, antara lain:

  • Penis yang menjadi bengkok terlalu kuat dan terlalu dipaksakan selama berhubungan intim
  • Benturan yang kuat pada penis ereksi saat jatuh, kecelakaan mobil atau kecelakaan lainnya
  • Masturbasi traumatis

Penis patah paling umum terjadi akibat beraktivitas seks, terutama pada posisi wanita di atas atau women on top. Dalam posisi ini, seorang wanita dapat bergerak terlalu kuat dan membebani penis dengan berat badannya sehingga ia bisa menyebabkan penis menjadi patah.

Baca juga: Infeksi Kelamin Bisa Sebabkan Penyakit Radang Panggul pada Wanita

Diagnosis 

Untuk mendiagsosis kondisi fraktur penis dokter biasanya akan lakukan wawancara pasien dan pemeriksaan fisik terlebih dulu. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan diagnosis. Selanjutkan akan dilakukan pemeriksaan khusus sinar-X, yaitu cavernosography, juga membutuhkan injeksi pewarna khusus ke dalam pembuluh darah penis.

Selain itu, pemeriksaan juga dapat dilakukan menggunakan USG dan MRI. Terkadang juga akan dilakukan tes urin untuk melihat kemungkinan merusak saluran kemih.

Bagaimana mencegah kondisi ini?

Untuk mencegah kondisi ini terjadi, selalu pastikan ada pelumasan yang cukup ketika kamu beraktivitas seksual. Hindari seks yang ekstrim dan berbahaya. Hindari juga masturbasi yang terlalu keras dan traumatis.

Baca juga: Lecet di Penis Bikin Gak Nyaman, Kenali Penyebabnya Sebelum Makin Parah

Pengobatan Penis di Klinik Pandawa

Pengobatan fraktur penis ini yaitu dilakukan operasi medis. Dokter bedah akan menggunakan benang jahit untuk menutup robek yang terjadi dengan baik di Albuhinea Tunika dan Corpus Cavernosum. Target utama penanganan ini yakni memulihkan dan mempertahankan kemampuan kemih dan ereksi. Pasien umumnya akan menjalani rawat inap dan akan terus dipantau selama satu hingga tiga hari.

Kondisi ini akan memakan waktu beberapa bulan untuk pulih. Akibatnya, pasien tidak direkomendasikan untuk aktivitas seksual setidaknya satu bulan. Pasien juga harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memeriksa aliran darah arteri dan penis vena dan penyembuhan. Beberapa pasien dapat mengalami efek samping, termasuk disfungsi ereksi, penis bengkok dan nyeri selama ereksi.

Hasil operasi akan lebih baik jika dilakukan dalam waktu 24 jam dari penis yang rusak. Oleh karena itu, sebelum terlambat, hal ini harus segera di bawa ke rumah sakit untuk bantuan medis dan tindakan bedah.

Jika kamu mengalami hal ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin, Kamu bisa lakukan pemeriksaan di Klinik Pandawa. Sebelum kamu melakukan pemeriksaan, sebaiknya lakukan konsultasi online dengan dokter kami, kamu dapat hubungi kami melalui nomor  021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) atau kamu bisa terlebih dahulu Konsultasi Online GratisKami akan sangat menjaga kerahasiaan kamu untuk melakukan pengobatan di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *