Ini loh Virus Human Papillomavirus ( HPV ) Penyebab Infeksi Kelamin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Human Papillomavirus HPV : Virus Penyebab Penyakit Kelamin Berbahaya

Human Papillomavirus hpv

Human Papillomavirus ( HPV ) seringkali menjadi sebab timbulnya penyakit kelamin. Akibat dari penyakit kelamin sangatlah berbahaya. Oleh karena itu, Sahabat Pandawa harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter apabila Sahabat Pandawa memiliki gejala terinfeksi HPV. Mari kita simak pembahasan lengkap berikut.

 

Definisi Human Papillomavirus ( HPV )

HPV merupakan virus yang bisa menimbulkan infeksi di permukaan kulit kelamin. HPV juga berpotensi menimbulkan kanker serviks. Infeksi virus ini ditandai dengan tumbuhnya kutil pada kulit di bermacam area badan, seperti tangan, kaki, mulut, dan area kemaluan.

Infeksi HPV bisa meluas lewat kontak langsung dengan kulit pengidap ataupun melakukan hubungan intim dengan pengidap. Sebagian besar infeksi HPV uniknya tak memunculkan gejala sama sekali.

Yang membuat infeksi HPV semakin bahaya adalah karena estimasi sekitar 70% dari penyakit kanker serviks di dunia disebabkan oleh infeksi virus HPV ini. Untuk meredamnya, vaksinasi HPV bisa diberikan pada laki- laki serta perempuan semenjak umur 9 sampai 26 tahun. Tidak hanya itu, untuk mengurangi resiko terjangkit infeksi HPV, dianjurkan untuk tidak melakukan seks bebas dan bergonta- ganti pasangan.

 

Gejala Infeksi Human Papillomavirus ( HPV )

Infeksi HPV kerap kali muncul tanda adanya gejala. Tetapi pada sebagian kasus, virus ini bisa bertahan sampai memunculkan tanda, yakni tumbuhya kutil di permukaan kulit.

Pada kutil kelamin ini bisa tumbuh di tangan, kaki, wajah, serta kemaluan. Selanjutnya, merupakan identitas kutil pada kulit setimpal dengan zona tumbuhnya:

  • Kutil pada pundak, tangan, serta jemari tangan
    Kutil yang berkembang di zona ini berupa tonjolan yang terasa agresif. Kutil ini bisa terasa sakit serta rentan hadapi epistaksis.
  • Kutil pada telapak kaki (plantar warts)
    Berupa benjolan keras serta terasa agresif. Walhasil memunculkan rasa tidak nyaman saat memijak.
  • Kutil di wajah
    Kutil di wajah mempunyai permukaan yang latar (flat warts). Pada kanak- kanak, lebih sering timbul di wilayah rahang dasar.
  • Kutil kelamin
    Kutil kemaluan berupa semacam bunga kubis serta dapat berkembang pada kemaluan perempuan ataupun pria. Tidak hanya di kemaluan, kutil pula dapat berkembang di anus serta memunculkan rasa nyeri.

 

Faktor Resiko Infeksi Human Papillomavirus ( HPV )

Human Papillomavirus ( HPV ) hidup dalam sel permukaan kulit yang masuk lewat luka di kulit. Penyebaran infeksi HPV bisa terjadi lewat kontak langsung dengan kulit pengidap.

Sebagian besar HPV memunculkan kutil pada bagian tubuh, sebaliknya sebagian kecil yang lain bisa timbul saat melakukan hubungan intim. Wanita hamil bisa memindahkan virus pada bayi yang dikandungnya saat proses kelahiran.

Berikut faktor resiko penyebaran infeksi HPV, diantaranya :

  • Sering bertukar pasangan saat berhubungan seksual.
  • Memiliki imunitas badan yang lemah.
  • Memiliki cedera terbuka di kulit.
  • Menderita penyakit meluas pada area intim, semacam gonore atau chlamydia.
  • Melakukan hubungan seksual lewat anal.

 

Diagnosa Infeksi Human Papillomavirus ( HPV )

Diagnosa infeksi HPV bisa diamati lewat timbulnya kutil pada kulit. Tetapi, seperti sudah disampaikan sebelumnya, kutil bisa berkembang lewat infeksi HPV pada kemaluan perempuan dan beresiko memunculkan kanker serviks. Untuk mengetahuinya, beberapa tes harus dilakukan dokter melalui:

  • Tes IVA
    Metode ini dicoba dengan meneteskan larutan spesial asam asetat pada zona kemaluan ataupun genital. Bila terkena infeksi HPV, corak kulit akan berganti jadi putih.
  • Pap smear
    Pap smear bertujuan buat mengenali adanya situasi yang berpotensi kanker servik akibat HPV. Pap smear dicoba dengan mengambil sampel jaringan di dalam serviks.
  • Tes Human Papillomavirus (HPV) DNA
    Uji HPV DNA dicoba untuk mengetahui terdapatnya faktor genetic (DNA) dari virus Human Papillomavirus (HPV) yang beresiko besar memunculkan kanker serviks.

 

Komplikasi Infeksi Human Papillomavirus ( HPV )

Yang perlu dikhawatirkan, komplikasi Infeksi Human Papillomavirus ( HPV ) bisa dilihat dari beberapa dampak lain yang timbul, diantaranya pada:

  • Luka pada mulut serta saluran respirasi atas.
    Luka ini bisa terlihat di lidah, kerongkongan, laring, ataupun hidung.
  • Kanker.
    Sebagian tipe kanker yang bisa muncul yakni kanker serviks, kanker anus, serta kanker pada saluran respirasi.
  • Gangguan kehamilan serta persalinan.
    Komplikasi ini dapat terjadi pada wanita hamil yang mengidap infeksi HPV dengan kutil kelamin.

 

Pencegahan Infeksi HPV

Langkah utama untuk mencegah infeksi HPV yakni menjalani vaksinasi HPV. Dimana vaksin HPV bertujuan mencegah infeksi HPV yang berisiko menimbulkan kanker serviks. Usia yang dianjurkan melakukan vaksin HPV adalah 9-26 tahun. Berikut ini merupakan anjuran dalam vaksin HPV:

  • Wanita berumur di bawah 15 tahun disarankan untuk menjalani 2 kali vaksin HPV, dengan selang waktu 6 bulan.
  • Wanita di atas 15 tahun disarankan untuk menjalani 3 kali vaksin HPV, dengan jarak waktu 2 bulan antara vaksin pertama dan kedua, serta 6 bulan antara vaksin kedua dan ketiga.

Tidak cuma wanita, vaksinasi juga perlu dilakukan oleh pria guna mencegah penyebaran HPV. Pria dan wanita antara usia 27 hingga 45 tahun atau yang sudah aktif beraktivitas seksual, namun belum pernah menerima vaksin HPV masih bisa menjalani vaksinasi.  Namun sebaiknya periksakan dulu bersama dokter berpengalaman mengenai manfaat dan risikonya.

Di samping vaksinasi, ada beberapa sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Melakukan pemeriksaan rutin
    Makin cepat terdeteksi, infeksi HPV bisa segera dijalani.
  • Tidak menyentuh kutil secara langsung
    Bila tak sengaja menyentuh dengan tangan, segera cuci tangan untuk mencegah infeksi.
  • Melakukan aktivitas seksual yang aman
    Melakukan aktivitas seksual yang aman artinya tak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan pengaman.
  • Memakai alas kaki
    Memakai alas kaki ketika beraktivitas di luar rumah adalah salah satu upaya agar tidak tertular infeksi HPV di tempat umum.

Penanganan Infeksi Human Papillomavirus ( HPV ) di Klinik Pandawa 

Bila Anda terkena infeksi HPV jangan ragu untuk datang ke Klinik Pandawa. Karena klinik ini merupakan salah satu klinik terbaik dalam menangani pasien dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Sudah banyak pasien yang terkena infeksi HPV yang berhasil disembuhkan dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani pasien dengan infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya. Jadi, Anda tak perlu ragu untuk mendapatkan penanganan yang terbaik dan terpercaya.

Apabila Anda memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami  secara gratis melalui konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis Anda kami jamin.

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *