Infeksi Jamur Kulit (Tinea): Gejala, Penyebab, Pengobatan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Infeksi Jamur Kulit (Tinea): Gejala, Penyebab, Pengobatan

penyakit infeksi jamur kulit

Sebagian orang pernah mengalami bakteri kulit yang disebabkan oleh jamur. Infeksi jamur kulit dapat terjadi pada kalangan usia, pria maupun wanita, dan merupakan bakteri jamur kulit yang paling umum. Yuk, kenali Infeksi Jamur Kulit (Infeksi Tinea) dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya.

Infeksi jamur kulit ialah penyakit ini sangat sering kita jumpai, bahkan mungkin pernah kita alami. Infeksi jamur kulit yang mudah biasanya menimbulkan ruam pada kulit.  Ruam tersebut tidak berbahaya, namun akan terasa gatal dan mengganggu penampilan

 

Pengertian Infeksi Jamur Kulit

Infeksi Jamur Kulit (Tinea) adalah penyakit pada kulit yang disebabkan bakteri jamur. Pada tubuh manusia, jamur dapat berkembang di area yang lembap, misalnya di lipatan kulit (contohnya ketiak), sela- sela jemari, serta organ intim. Jamur merupakan organisme yang bisa hidup di air, tanah, udara, atau bahkan di tubuh manusia.

 

Jenis Peradangan Jamur Kulit

Bakteri jamur kulit terbagi menjadi beberapa jenis, dan di antaranya merupakan bakteri yang dapat menular, yaitu:

  • Kurap (tinea). Kurap adalah jenis bakteri jamur kulit yang dapat menular, yang bisa terjadi di berbagai area tubuh, seperti di badan (tinea corporis), kulit kepala (tinea capitis), selangkangan (tinea cruris), atau di kaki (tinea pedis).
  • Jamur kuku (tinea unguium). Infeksi jamur( mikosis) ini berlangsung di kuku, baik di tangan ataupun di kaki. Sama seperti kurap, jamur kuku juga dapat menular.
  • Panu (tinea versicolor). Panu adalah jenis bakterijamur yang melanda lapisan atas kulit. bakteri ini tidak dapat menular.
  • Ruam popok (diaper rash). Ruam popok adalah iritasi kulit yang umum terjadi pada bayi, salah satu penyebabnya adalah bakteri jamur yang akan memerah bagian kulitnya.

Ini ialah tipe infeksi jamur kulit ini bisa melanda beberapa area yang basah, seperti ketiak, selangkangan, sela- sela jemari, area lipatan payudara, serta lipatan perut.

 

Penyebab dan Faktor

Penyebab peradangan jamur kulit yang sangat sering adalah jamur tipe Candida, Dermatophyta, ataupun Malassezia.

  • Kurap

Kurap disebabkan oleh jamur golongan Dermatophyta. Jamur ini hidup dari keratin, ialah suatu protein yang ada di kulit, kuku, serta rambut. Ada sebagian tipe Dermatophyta yang bisa menimbulkan kurap, ialah Epidermophyton, Microsporum, serta Trichophyton. Jamur ini sesungguhnya hidup dengan cara natural di kulit serta tidak memunculkan permasalahan. Namun ketika jamur berkembang dengan cepat, misalnya dalam area yang basah, akan menginfeksi kulit.

  • Jamur Kuku

Infeksi jamur pada kuku juga disebabkan oleh golongan jamur Dermatophyta. Infeksi dapat terjadi lewat pemakaian alat manikur ataupun pedikur di salon, yang tidak disterilkan sehabis dipakai pada orang lain.

Faktor yang bisa meningkatkan bakteri jamur kuku merupakan diabetes, luka pada kuku ataupun kulit di sekitar kuku, sistem imunitas badan lemas, serta pemakaian kuku palsu. Faktor yang lain merupakan kondisi lembap dalam waktu panjang pada kaki, misalnya dampak pemakaian tipe sepatu yang menutupi jemari kaki dalam durasi lama. Usia di atas 65 tahun juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu terkenanya infeksi jamur kuku.

  • Panu

Panu disebabkan oleh perkembangan jamur Malassezia di kulit. Belum diketahui apa yang menyebabkan jamur ini berkembang. Para ahli mengaitkannya dengan beberapa faktor, semacam cuaca lembap serta panas, keringat berlebih, kulit berminyak, perubahan hormon, serta sistem imunitas badan lemas.

  • Ruam popok

Ruam popok disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jamur ini berkembang di area yang lembab. Misalnya, pada bayi yang terlalu lama mengenakan popok basah dampak air kemih ataupun fases.

  • Kandidiasis

Kandidiasis disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Sebenarnya jamur ini hidup dengan cara alami di kulit, tetapi dapat berkembang tidak teratasi serta menimbulkan peradangan.

 

Apa Saja Gejalanya

Gejala infeksi jamur kulit terkait pada jenis bekteri yang dirasakan. Di bawah ini akan dijabarkan tanda- tanda dari masing- masing tipe infeksi jamur kulit.

  • Tinea corporis

Ruam kemerahan dengan bagian tepi yang menyerupai cincin. Selain memiliki tekstur bersisik, ruam juga terasa gatal, serta bisa melepuh dan mengeluarkan cairan.

  • Tinea cruris

Kulit di sekitar selangkangan memerah, mengelupas, dan terasa gatal atau seperti terbakar.

  • Tinea pedis

Gatal disertai sensasi panas dan menyengat di antara jari kaki atau di telapak kaki. Selain itu, kulit di telapak kaki akan terasa kering, mengelupas, ataupun melepuh.

  • Tinea capitis

Bercak yang terasa gatal di kepala, serta kulit kepala memerah, botak dan bersisik di area yang terkena kurap. Gejala lain yang bisa jadi timbul merupakan nyeri di kulit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening di kepala, serta meriang ringan.

  • Jamur kuku

Jika Anda terkena Infeksi jamur kulit kemungkinan Anda terjangkit jamur kuku. Nah, Warna kuku pucat atau gelap, bentuk kuku berubah, menebal, serta rapuh. Jamur kuku lebih kerap terjadi di kaki, tetapi juga bisa melanda kuku di tangan.

  • Ruam popok

Kulit di bokong dan di area selangkangan hingga ke paha, memerah dan mengalami iritasi, serta hangat bila disentuh.

  • Kandidiasis 

Jenis infeksi jamur kulit ini umumnya terjadi di lipatan kulit, dengan gejala seperti benjolan berisi nanah, serta ruam yang disertai gatal dan rasa terbakar. Kandidiasis juga dapat terjadi di kulit di bawah kuku, dengan tanda- tanda bengkak serta perih, disertai bisul.

 


Pengobatan di Klinik Pandawa

Infeksi Jamur Kulit memerlukan penanganan medis. Menghilangkan bakteri tersebut hanya diperlukan jika mengganggu penampilan, kenyamanan, rasa percaya diri, atau bersifat kanker.

Klinik Pandawa merupakan klinik yang bisa menangani masalah kulit Anda. Maka dari itu saat pertama kali datang, Anda yang ingin menghilangkan Jamur Kulit akan melakukan anamnesis (wawancara) dengan dokter. Kemudian dokter akan memeriksa kondisi kulit dan tahi lalat yang dimiliki.

Jika dirasa mengganggu, dokter akan melakukan tindakan menghilangkan Infeksi Jamur Kulit dengan cauterisasi. Prosesnya pun hanya berlangsung beberapa menit. Pertama, dokter akan membersihkan area sekitar tahi lalat untuk menghilangkan kuman dengan menggunakan obat antiseptik.

Kedua, setelah dibersihkan pengangkatan bakteri dengan cauterisasi pun dilakukan secara perlahan. Setelah Infeksi Jamur Kulit sudah sempurna diangkat, salep antibiotik dioleskan untuk mencegah terjadinya bakteri di bekas luka. Setelah selesai, Anda pun sudah bisa kembali beraktivitas kembali seperti semula.

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, maka Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter ahli Kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-62313337 (telepon/SMS/WA) atau klik http://bit.ly/rollkonsul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman