Infeksi Jamur Bisa Timbulkan Radang Kepala Penis Pada Pria

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

infeksi jamurInfeksi jamur yang terjadi pada alat kelamin pria dapat menyebabkan radang kepala penis atau sering dikenal dengan istilah medis balanitis. Sehingga tidak cuma organ intim wanita yang membutuhkan perawatan ekstra, alat vital pria pun harus dijaga kebersihannya. Jika tidak, penyakit menular seksual seperti herpes dan eksim bisa menjangkiti. Termasuk infeksi jamur pria yang sekarang banyak diderita lelaki dewasa.

Jamur candida yang menjadi penyebab jenis infeksi ini bisa menimbulkan gatal yang luar biasa. Seperti ruam pada penis, gatal, dan bahkan gejala seperti terbakar. Ditambah lagi, munculnya bau tidak sedap sebagai gejala infeksi jamur yang mulai parah.

Yang menakutkan, infeksi jamur di area kemaluan pria akan masuk ke aliran darah jika tidak mendapatkan pengobatan sesegera mungkin. Akibatnya, akan memicu infeksi di darah (sepsis) dan membahayakan. Mari kita simak pembahasan berikut ini.

 

Definisi Infeksi Jamur

Infeksi jamur adalah penyakit yang ditimbulkan oleh jamur. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, setiap orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akan memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena jenis infeksi ini. Misalnya, pasien pasca transplantasi organ, pasien kemoterapi dan penderita HIV/AIDS.

Jamur merupakan suatu organisme yang bisa hidup secara alami pada tanah maupun tumbuhan. Bahkan jamur dapat tumbuh pada kulit manusia. Walaupun secara umum, jamur tidak berbahaya, akan tetapi beberapa jenis jamur dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

 

Gejala Infeksi Jamur

Jika Anda pria dewasa, ada baiknya selalu menjaga kebersihan area kemaluan. Sebab, jika Anda mengabaikan kebersihan pada area kelamin Anda, infeksi jamur bisa saja menyerang penis Anda. Bagian penis biasanya akan mudah terkena dan bisa menimbulkan infeksi yang luar biasa.

Infeksi pada penis ini biasanya akan muncul di area kepala penis dan kulit kulup (pria tak disunat). Berbeda dengan infeksi ragi pada vagina, (jamur tumbuh yang ditimbulkan bakteri yang tidak seimbang) infeksi ragi pada pria sering terjadi akibat penularan lewat seks.

Jadi, bila pria berhubungan seks dengan pengidap infeksi vagina tanpa menggunakan kondom, maka risiko mengalami infeksi penis pun semakin besar.

Adapun gejala yang muncul akibat infeksi penis tak boleh Anda anggap sepele. Berikut tanda-tanda infeksi jamur pada pria yang bisa dideteksi.

  • Muncul rasa gatal berlebihan dan panas di kepala penis
  • Warna penis yang semakin memerah dan terjadi pembengkakan
  • Terdapat bercak atau noda putih di sekitar area penis
  • Memiliki bau tak sedap (pria yang tak disunat)
  • Munculnya cairan putih yang menggumpal dibalik kulit kulup
  • Timbul rasa sakit saat buang air kecil atau ketika melakukan aktivitas seksual

 

Faktor Risiko Infeksi Jamur Pada Pria

Simbol kegagahan pria yang satu ini memang harus diperhatikan lebih seksama. Ya, penis memang harus mendapat atensi lebih. Tujuannya, agar kesehatan dan fungsinya selalu terjaga. Sehingga penis bisa sempurna saat ‘bekerja’ di atas ranjang ataupun sebagai pembuangan saluran air seni.

Menjaganya pun gampang-gampang susah, karena dibutuhkan kerajinan untuk selalu menjaga kebersihan area vital ini setiap hari.

Jika tidak, infeksi jenis ini dapat diderita oleh penis pria. Salah satunya disebabkan oleh jamur yang berkembang biak akibat kurangnya kebersihan.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang bisa memicu infeksi jenis ini pada pria. Diantaranya, beberapa faktor beresiko seperti;

  • Pria yang tidak disunat
  • Meminum antibiotik yang bisa membunuh bakteri baik pencegah infeksi pada penis
  • Memiliki gangguan imun atau mengidap penyakit gangguan daya tahan tubuh, seperti AIDS
  • Mempunyai kadar gula darah tinggi atau diabetes
  • Tak menjaga kebersihan penis, sehingga lembab dan mudah ditumbuhi jamur
  • Mengonsumsi obat yang mengandung kortikosteroid
  • Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas

 

Pencegahan Infeksi Jamur

Melakukan pencegahan agar infeksi jenis ini tak terjadi pada penis sebenarnya tidaklah sulit. Anda beserta pasangan cukup melakukan seks aman dan menjaga kebersihan area vital masing-masing.

Lakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom bila memang ingin menjaga lebih aman. Selain itu, jangan berganti-ganti pasangan seksual yang bisa membuat resiko tertular lebih besar.

Lakukanlah sunat untuk menjaga kebersihan penis senantiasa terjaga. Sebab, dengan adanya kulup yang menempel potensi untuk ditumbuhi bakteri penyebab jamur akan semakin besar.

 

Pengobatan Infeksi Jamur Di Klinik Pandawa

Bila Anda sudah terjangkit infeksi jamur secara serius sebaiknya lakukanlah penanganan khusus. Datangilah dokter ahli kulit kelamin yang bisa memberi solusi agar pengobatan infeksi tersebut dapat optimal.  

Dengan penanganan khusus, dokter akan meresepkan obat untuk membersihkan bakteri yang ada di penis. Apalagi, bila sampai menyebabkan penyakit balanitis (radang kepala penis). Penanganannya akan jauh lebih ekstra.

Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani pasien dengan keluhan infeksi jamur, Balanitis maupun penyakit kulit dan kelamin lainnya. Jadi, Anda tak perlu ragu untuk mendapatkan penanganan yang terbaik dan terpercaya.

Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui bit.ly/2VdMqLL atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *