Jangan Sembarangan, Bahaya Seks Anal Bisa Picu Penyakit Kelamin Menular

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

bahaya seks anal

Sebagian orang tak jarang melakukan aktivitas seksual dengan gaya bervariasi. Selain melalui vaginal (penis-vagina), oral (mulut), ada juga melalui seks anal (dubur). Tetapi tahukah kamu bila ada bahaya seks anal yang mengintai bila kamu termasuk menyukai jenis seks ini? Salah satunya berisiko terhadap penularan berbagai penyakit kulit-kelamin.

Seks memang menjadi kebutuhan biologis bagi tiap pasangan dan untuk mempertahankan hubungan agar tidak monoton, banyak yang mencoba gaya baru seperti seks anal yang akan kita bahas ini. Yuk kita bahas bersama di bawah ini.

 

Apa itu seks anal?

Seks anal merupakan salah satu bentuk hubungan seksual yang dilakukan dengan cara memasukkan penis ke dalam lubang dubur pasangannya. Praktik seks anal cukup menyimpang karena aktivitas seksual pada umumnya melalui lubang vagina atau yang disebut seks vaginal.

Bentuk aktivitas seksual ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan oleh banyak ahli. Hal tersebut dikarenakan seks anal mempunyai mempunyai banyak sekali risiko yang bisa terjadi pada pelakunya. Ada berbagai bahaya seks anal yang mengancam, mulai dari infeksi penyakit sampai dengan lubang cicin anus yang kendur.

Pada dasarnya anus bukan dirancang untuk aktivitas seksual. Anus atau dubur hanya berperan sebagai tempat keluarnya kotoran atau feses dari dalam tubuh dan tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar. Sehingga wajar organ tubuh ini bisa menjadi sumber infeksi.

Ini Loh Bahaya Perilaku Seks Bebas Bila Terus Kamu Jalani

Bahaya seks anal

Terdapat banyak bahaya seks anal dan risiko yang ditimbulkannya tidak main-main. Berikut ini adalah beberapa bahaya melakukan hubungan intim lewat lubang anus:

  • Meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri kelamin

Lubang anus kekurangan sel-sel yang membuat pelumas alami seperti yang dimiliki oleh vagina. Anus pun tak punya air liur seperti di mulut yang berguna sebagai pelicin penis. Lapisan rektum di anus juga lebih tipis dari pada vagina wanita.

Kurangnya pelumasan dan jaringan di dubur yang lebih tipis bisa meningkatkan risiko terjadi sobekan akibat gesekan pada anus dan juga rektum. Bakteri sangat berpotensi masuk dan menginfeksi luka yang terjadi. Hal itu karena tinja mengandung jutaan bakteri yang dapat menginfeksi luka tersebut.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena abses anus, infeksi kulit dalam yang umumnya membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

Waspada Infeksi Menular Seksual, Penyakit Klamidia Disebabkan Oleh Bakteri Kelamin!
  • Bahaya seks anal picu penyakit menular seksual

Karena bisa menyebabkan infeksi bakteri seperti yang telah disebutkan di atas tadi, bahaya seks anal juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual (PMS). Contohnya, karena kulit lebih mungkin sobek ketika melakukan seks anal daripada saat berhubungan seks vaginal, terdapat peluang ytang lebih besar untuk menyebarkan penyakit menular seksual.

Beberapa contoh penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, siflis, HIV, dan herpes. Ini dapat berkelanjutan hingga jangka panjang karena kebanyakan PMS sangat sulit untuk disembuhkan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), seks anal adalah perilaku seksual yang berisiko paling tinggi untuk penularan HIV ketimbang dengan bentuk seks lain seperti seks vaginal ataupun oral.

  • Prolaps dubur

Prolaps dubur merupakan kondisi saat rektum (bagian akhir dari usus besar yang dekat dengan anus) mulai mengendur. Masalah ini membuat lubang anus menjadi terasa longgar dan tidak “mengikat” seperti sebelumnya.

10 Penyebab Benjolan di Bibir Miss V, Cari Tahu Sebelum Parah

  • Bahaya seks anal bisa memperparah wasir

Wasir atau hemoroid merupakan kondisi saat terjadi pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah pada usus besar di bagian akhir (rektum), dubur, ataupun anus.

Penyakit ini dapat menyerang segala usia, akan tetapi umumnya lebih sering terjadi pada usia 50 tahun atau lebih. Meskipun masalah ini tidak menyenangkan dan cukup menyiksa, penyakit ini mudah untuk diobati dan sangat bisa dicegah.

Seks anal bisa mengiritasi wasir yang terjadi pada sebagian orang. Akan tetapi, seks anal itu sendiri tidak bisa menyebabkan wasir apabila seseorang belum menderitanya.

 

Atasi masalah di atas bersama Klinik Pandawa

Sekarang kamu sudah mengetahui bahaya seks anal. Lebih baik kamu menghindarinya ketimbang terkena berbagai risiko yang berbahaya. Namun apabila kamu terlanjur terkena berbagai masalah di atas maka sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Kamu dapat mengunjungi KLINIK PANDAWA untuk melakukan konsultasi mengenai masalah kamu dengan dokter kami. Dokter kami sudah berpengalaman dalam mengatasi pasien dengan keluhan berbagai penyakit menular seksual dan penyakit kelamin lainnya.

Bila ingin berkonsultasi mengenai masalah kamu maka dapat melakukan konsultasi online secara gratis dengan dokter kami. Silakan klik tautan ini “KONSULTASI ONLINE GRATIS”. Kamu juga bisa mengontak kami secara langsung lewat Whatsapp atau nomor berikut 0821-1141-0672/ 021-62313337. Segala rahasia medis terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *