Waspada Kanker Vulva pada Wanita, Tak Boleh Diabaikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Daftar Isi

kanker vulva kenali gejala dan bahayanya

 

Miss V pada wanita memang paling berisiko terkena penyakit. Karena berada diarea yang tertutup, lembap dan harus terjaga kebersihan dan kelembapannya. Salah satunya adalah kanker vulva yang mana adalah kanker yang menyerang bagian luar alat kelamin wanita. Vulva sendiri merupakan bagian luar organ genital wanita yang mengelilingi lubang pembuangan urine dan vagina, termasuk bibir kemaluan, klitoris, dan kelenjar bartholini di kedua sisi vagina. Kanker vulva sendiri muncul dan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti benjolan, rasa nyeri, dan gatal.

Umumnya, penanganan kanker vulva melibatkan operasi medis guna mengangkat sel kanker dan sejumlah kecil jaringan sehat di sekitarnya. Terkadang operasi kanker vulva membutuhkan pengangkatan seluruh vulva. Semakin dini kanker vulva dinyatakan, semakin kecil pula kemungkinan operasi besar yang diperlukan sebagai penanganannya. Agar bebas dari gangguan kanker vulva yang lebih serius, maka cari tahu gejala kemunculannya.

Sebagian besar, kanker muncul pada bagian bibir Miss V bagian luar dan di Tanah Air setidaknya kurang lebih dari 15 ribu kasus per tahun.

 

Pengertian 

Kanker vulva merupakan jenis kanker yang terjadi pada permukaan luar genital wanita. Vulva sendiri adalah area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia. Kanker vulva biasanya terbentuk seperti benjolan atau luka pada vulva yang sering menyebabkan gatal. Meskipun dapat terjadi pada semua umur, kanker vulva paling sering ditemukan pada usia lanjut.

 

Tanda-tanda dan Gejala

Adapun gejala dan tanda yang bisa Anda perhatikan sejak dini, antaralain;

  • Gatal pada vulva yang tidak kunjung sembuh;
  • Nyeri;
  • Pendarahan bukan karena menstruasi;
  • Perubahan kulit vulva seperti perubahan warna atau penebalan;
  • Benjolan, benjolan seperti kutil kecil atau dapat membesar; dan
  • Luka seperti borok pada vulva yang tidak kunjung sembuh

 

Penyebab

Penyebab kanker vulva secara pasti belum diketahui. Pada umumnya, kanker dimulai ketika DNA sel mengalami mutasi memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat secara tidak terkendali. Sel-sel yang terakumulasi membentuk tumor yang mungkin bersifat kanker, menyerang jaringan sekitar, menginvasi jaringan disekitar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Berikut jenis-jenis kanker vulva yang biasa terjadi meliputi:

  • Karsinoma sel skuamosa vulva. Kanker skumosa vulva berasal dari sel-sel tipis dan rata yang melapisi permukaan vulva. Sebagian besar kanker bibir miss V adalah karsinoma sel skuamosa.
  • Vulvar melanoma. Kanker melanoma berasal pada sel-sel penghasil pigmen kulit pada vulva.

 

Faktor-faktor Risiko 

Walau penyebab pasti belum diketahui, berikut beberapa faktor-faktor risiko tertentu meningkatkan resiko penyakit kanker ini, antara lain:

  • Usia. Risiko mengalami kanker miss V seiring bertambahnya usia, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 65.
  • Infeksi human papillomavirus (HPV). HPV sendiri merupakan infeksi menular seksual yang meningkatkan risiko beberapa kanker, termasuk kanker vulva dan kanker serviks. Seseorang yang terpapar HPV, infeksinya menyebabkan perubahan DNA dalam sel dan menimbulkan risiko kanker.
  • Merokok
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Sistem kekebalan tubuh yang lemah pada orang yang menggunakan obat, atau seperti mereka yang telah menjalani transplantasi organ, dan orang yang terinfeksi HIV, memiliki peningkatan risiko kanker vulva lebih besar.
  • Riwayat penyakit kanker dalam keluarga.
  • Kondisi peradangan kulit kronis. Atau Lichen sclerosus, merupakan jenis penyakit kulit yang meradang dan kronis dapat meningkatkan risiko kanker vulva.


Tingkatan dari penyakit serius ini dibagi menjadi beberapa stadium yang meliputi:

Stadium 1: Pertumbuhan kanker kecil yang terbatas pada area kulit antara lubang vagina dan anus (perineum). Kanker ini belum menyebar ke kelenjar getah bening atau area lain dari tubuh.

Stadium 2: Pertumbuhan di stadium 2 ini, kanker vulva mulai menyebar ke bagian bawah uretra, vagina, dan anus.

Stadium 3: Pertumbuhan sudah menyebar ke kelenjar getah bening sekitar.

Stadium 4: Kanker yang telah menyebar lebih luas ke kelenjar getah bening dan telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh.

 

 

Pengobatan 

Cara pengobatan untuk kanker ini tergangung dari pada jenis dan stadium kanker seperti di atas. Pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah,

  • Operasi mengangkat kanker dan tepi jaringan yang sehat (eksisi). Prosedur ini, dapat disebut eksisi lokal yang luas atau eksisi radikal, melibatkan pemotongan kanker dan sejumlah kecil jaringan normal yang mengelilinginya. Dengan prosedur inilah membantu memastikan bahwa semua sel kanker telah dihilangkan.
  • Pengangkatan vulva. Pembedahan pengangkatan vulva untuk mengangkat sebagian dari vulva (vulvectomy parsial) atau seluruh vulva, termasuk jaringan disekitarnya dan kelenjar getah bening sekitarnya, dapat menjadi pilihan untuk kanker dengan ukuran yang lebih besar. Biasanya kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi untuk mengecilkan kanker sebelum operasi dan setelah operasi.
  • Terapi Radiasi. Treatment radiasi ini menggunakan sinar radiasi berdaya tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi kadang-kadang digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran kanker besar agar lebih mudah untuk dioperasi. Treatment ini kadang-kadang dikombinasikan dengan kemoterapi, yang dapat membuat sel kanker lebih rentan terhadap sinar radiasi.
  • Kemoterapi. Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang digunakan untuk membunuh sel kanker. Pengobatan kemoterapi biasanya diberikan dengan suntikan atau infus atau diminum. Kemoterapi kadang dikombinasikan dengan treatment radiasi untuk mengecilkan sel kanker agar lebih memudahkan. Kemoterapi kombinasi dengan radiasi jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

 

Langkah Pencegahan

Ketika ditemukan gejalanya, penangan dapat dilakukan dengan prosedur pembedahan, kemudian mengambil sel yang terkena kanker. Dalam kasus yang berat, seluruh bagian vulva harus diangkat agar sel ganas tidak bermetastasis. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko, yakni:

  • Lakukan seks secara aman.
  • Lakukan pap-smear secara teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan vaksin HPV.

 

 

Penanganan di Klinik Pandawa

Apabila Anda merasakan gejala dan tanda-tanda kanker vulva seperti disebutkan di atas. Segeralah konsultasikan kepada dokter kami yang ahli di bidangnya untuk mendapatkan penanganan yang tepat mengenai kanker vulva yang Anda alami.

Dibantu oleh para asisten yang berpengalaman, alat-alat medis pemeriksaan dan pengobatan yang lengkap dan canggih, dan termasuk laboratorium terpercaya.

Hubungi layanan konsultasi kami atau konsultasi dokter online kamu Gratis di nomor 0821-1141-0672 (WA/TLP/SMS). Kami siap melayani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paste your AdWords Remarketing code here
klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman