Penyakit Chlamydia Bisa menyebabkan Nyeri Kencing
Penyakit Chlamydia

Kenali Gejala Penyakit Chlamydia

Diposting pada
Penyakit Chlamydia merupakan penyakit menular seksual yang dapat menginfeksi dan dapat mempengaruhi semua umur serta tidak memandang jenis kelamin baik perempuan maupun laki-laki, walaupun penyakit chlamydia biasa terjadi pada kalangan muda. Penyakit chlamydia pada wanita yang tidak mengalami gejala adalah sekitar 70% dan sisanya yaitu 30% mengalami gejala.

Mungkin seseorang tidak tahu jika memiliki penyakit chlamydia, karena banyak orang yang tidak pernah memperhatikan dan mengenal tanda atau gejala penyakit chlamydia, yang mungkin termasuk rasa sakit kelamin dari vagina dan penis.

Penyakit chlamydia ini dapat diobati dengan mudah, akan tetapi jika dibiarkan dan tidak segera diobati maka menyebabkan kerusakan serius pada organ reproduksi wanita dan pria yang pada akhirnya mmembuatnya sulit atau bahkan tidak bisa hamil alias mandul (infertil).

 

Pengertian Penyakit Chlamydia

Penyakit Chlamydia adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama chlamydia trachomatis,  yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom. Biasanya bisa tidak timbul gejala apa-apa, terkadang bisa juga timbul gejala-gejala yang spesifik, seperti ada nanah pada penis, keputihan pada vagina, ada rasa sakit pada uretra (laki-laki) dan ada erosi serviks pada perempuan (mulut Rahim).

 

Penyebab Penyakit Chlamydia

Penyakit Chlamydia disebabkan oleh dua jenis bakteri chlamydiae yaitu chlamydia (salah satu spesiesnya chlamydia trachomatis) dan chlamydophila (chlamydophila pneumonia dan chlamydohila psittaci). Penyebab infeksi bakteri chlamydia sebagian besar adalah melalui hubungan seksual yang tak aman dan tanpa perlindungan, baik secara vaginal, anal, dan oral. Infeksi ini juga dapat menyebar ke bayi melalui proses kehamilan dan persalinan.

 

Gejala Pada Penyakit Chlamydia

Gejala penyakit chlamydia yang biasanya terjadi pada wanita  meliputi:

  • Keputihan abnormal
  • Kencing terasa terbakar atau sakit
  • Nyeri ketika menstruasi
  • Perdarahan diantara siklus menstruasi
  • Nyeri perut dan demam
  • Nyeri ketika berhubungan intim
  • Rasa gatal atau terbakar didalam atau sekitar vagina

 

Gejala penyakit chlamydia pada pria biasanya meliputi:

  • Bisa timbul cairan agak bening dan agak sedikit keruh dari lobang penis
  • Rasa nyeri ketika kencing
  • Rasa terbakar dan gatal diujung penis
  • Nyeri dan bengkak pada testis
  • Nyeri saat ejakulasi

 

Komplikasi Yang Timbul Pada Penyakit Chlamydia?

Penyakit Chlamydia dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat.

Beberapa komplikasi penyakit chlamydia yang dapat terjadi pada wanita diantaranya :

  • Penyakit radang panggul
  • Peradangan pada leher rahim atau serviks (erosi serviks)
  • Bartholinitis, pembengkakan kelenjar bartholin (kelenjar yang memproduksi cairan saat pelumas saat wanita berhubungan)
  • Salpingitis, yaitu peradangan pada tuba fallopi yang menyebabkan sel telur dari ovarium sulit untuk menuju rahim dan membuat pasien sulit hamil

 

Beberapa komplikasi penyakit chlamydia yang dapat terjadi pada pria diantaranya :

  • Epididymitis, yaitu peradangan dan pembengkakan pada epididymis bagian dari system reproduksi pria dan saluran untuk mengalirkan sperma dari testikel.
  • Reactive artritis, yaitu peradangan pada persendian yang kebanyakan dialami oleh pria dibandingkan wanita.
  • Urethritis, yaitu peradangan pada saluran pembuangan urine atau uretra. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti sering buang air kecil, tidak mampu menahan buang air kecil, buang air kecil terasa sakit atau perih, ujung penis akan mengalami iritasi dan terasa sakit, serta ujung penis akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih.

 

Pencegahan Yang Dapat Dilakukan Pada Penyakit Chlamydia

Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit chlamydia atau penyakit menular seksual seperti chlamydia, gonore atau herpes genital antara lain :

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Walaupun kondom memang tidak 100 persen menghilangkan risiko terkena infeksi, namun setidaknya cara ini cukup efektif dalam mengurangi risikonya.
  • Tidak berbagi penggunaan alat bantu seks.
  • Membatasi jumlah pasangan seksual atau setia dengan satu orang pasangan saja (jangan gonta ganti pasangan).

 

Bagaimana Pengobatan Penyakit Chlamydia di Klinik Pandawa  Jakarta

Pasien dengan penyakit chlamydia akan dilakukan anamnesis dan pemeriksaan laboratorium termasuk jika memungkinkan kuman-kuman penyakit kelamin lainnya turut serta diperiksa laboratorium dengan tujuan ada kepastian bahwa pasien terkontaminasi kuman-kuman kelamin apa saja. Sebab kita tidak bisa memastikan bahwa pasien tertular satu atau lebih kuman-kuman kelamin tanpa pemeriksaan laboratorium. Masing-masing kuman kelamin mempunyai masa inkubasi dan manifestasi keluhan dan gejala yang berbeda-beda. Oleh karena itu kepastian screening laboratorium akan sangat membantu dokter memberikan pengobatan dan edukasi yang tepat ke pasien.

Klinik pandawa yang berada dijakarta pusat memiliki banyak pasien dengan penyakit menular seksual termasuk salah satunya Penyakit Chlamydia yang disertai berbagai komplikasi dan penyebab. Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit chlamydia tiap harinya. Ada banyak pasien dengan penyakit chlamydia dan penyakit kelamin lainnya yang telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan.

Selain itu tidak usah khawatir dengan biaya, karena biaya berobat di klinik pandawa juga relatif terjangkau dan murah. Klinik pandawa memiliki fasilitas diantaranya semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Jika anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut, silahkan anda bisa berkonsultasi online gratis dengan dokter kami dengan cara klik tombol Whatsapp / SMS / Telp. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis anda akan terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *