Penyakit menular lainnya yang rentan dialami kaum wanita adalah Sifilis atau raja singa. Penyakit Sifilis pada wanita disebabkan oleh bakteri spiroceta dan trepollema palidum. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang berbahaya karena dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf.

Sifilis adalah jenis penyakit kelamin wanita yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh faktor hubungan seksual yang tidak aman dan kurangnya menjaga kebersihan kewanitaan. Sifilis bisa disembuhkan dan tidak akan menimbulkan kerusakan permanen jika terdeteksi lebih awal. Namun, penyakit Sifilis yang tidak diobati dapat membahayakan kesehatan, seperti kerusakan serius pada otak dan jantung.

Ciri dan Gejala Sifilis

ciri dan gejala sifilis
Gejala Sifilis tidak terlalu nampak di awal penderita terkena infeksi.

Gejala Sifilis tidak terlalu nampak di awal penderita terkena infeksi. Namun, ada beberapa ciri yang dapat dicurigai sebagai gejala penyakit Sifilis. Berikut ciri-ciri yang dapat dirasakan wanita yang terinfeksi Sifilis:

  • Keluarnya cairan berupa keputihan dalam jumlah banyak, berwarna putih kehijauan, dan berbau amis dari vagina atau saluran kemih
  • Terasa gatal pada area kelamin dan sekitarnya
  • Saat berhubungan seksual akan terasa nyeri
  • Terjadi perubahan warna pada mata dan kulit
  • Susah berjalan akibat membengkaknya kelenjar bartolin yang membuat nyeri

Stadium Sifilis

stadium sifilis
Sifilis dibagi menjadi empat stadium.

Pada dasarnya, penyakit Sifilis dibagi menjadi empat, yaitu stadium premier, stadium sekunder, stadium laten, dan stadium tersier. Untuk mengetahui seberapa serius Anda menderita penyakit Sifilis, ketahui tingkatannya sebagai berikut:

  1. Stadium Pertama (Primer)

Tahap pertama ini akan muncul setelah 2 – 4 minggu setelah seseorang terkena infeksi. Di daerah genital dan area mulut akan muncul luka terbuka yang disebut chancre sebagai masuknya bakteri ke dalam tubuh. Bentuk luka pun seperti gigitan serangga dan tidak terasa sakit, sehingga dalam kurun waktu 1 hingga 5 minggu luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas. Meski demikian, dalam tahap ini penularan sangat rentan terjadi melalui hubungan seksual.

  1. Stadium Kedua (Sekunder)

Ciri-ciri Sifilis stadium dua lebih kompleks, seperti demam, sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, sakit tenggorokan, kelenjar limpa membengkak (pada ketiak, pangkal paha, dan leher), serta kelelahan. Di bagian-bagian tertentu seperti kaki dan telapak tangan atau area lembab seperti skrotum dan bibir vagina juga akan muncul ruam kemerahan tanpa rasa gatal. Penderita akan berada pada stadium ini jika Sifilis di tahap primer tidak segera diobati dalam jangka waktu 6 – 12 minggu kemudian.

Baca juga: Penyakit Sifilis Pada Wanita dan Bahayanya

  1. Stadium Laten

Gejala pada Sifilis laten tidak terlihat, sehingga diperlukan tes darah untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Walau begitu, selama 12 bulan pertama infeksi dapat terus menular. Jika Sifilis pada tahap laten ini tidak segera ditangani, maka penderita akan masuk pada fase Sifilis tersier.

  1. Stadium Tersier

Pada stadium ini penderita akan merasakan gejala yang lebih serius, seperti daya ingat menurun, timbulnya kerusakan pada otak dan jantung, bermasalah pada keseimbangan tubuh, hingga mengalami kelumpuhan. Sifilis tersier ini terjadi 10 hingga 40 tahun setelah infeksi awal.

Penularan Sifilis

penularan sifilis
Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum.

Sifilis disebabkan oleh bakteri yang bernama Treponema Pallidum. Pada umumnya, bakteri sifilis menular melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi. Namun, bakteri ini juga dapat menyebar lewat cairan tubuh seperti darah.

Itulah sebabnya, seseorang yang dalam kondisi sehat bisa saja tertular penyakit sifilis hanya dari penggunaan jarum suntik yang kurang steril, seperti pembuatan tato, piercing, hingga penggunaan narkoba. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi juga dapat menularkan penyakit sifilis kepada jabang bayinya sejak dalam kandungan.

Bahaya Sifilis

bahaya sifilis
Sifilis yang tidak diobati dapat menyebabkan permasalahan yang serius pada kesehatan.

Penyakit Sifilis yang tidak diobati dapat menyebabkan permasalahan yang serius pada kesehatan dan mengakibatkan kerusakan yang permanen. Wanita yang terinfeksi penyakit Sifilis bisa terkena radang panggul. Gejalanya pun bisa ringan atau serius, seperti sakit perut dengan disertai demam.

Penyakit radang panggul yang diakibatkan Sifilis bisa menyebabkan terjadinya abses internal berupa kantong yang berisi nanah dan sakit pinggang kronis yang berlangsung cukup lama. Selain itu, penyakit radang panggul dapat mengakibatkan rusaknya tabung falopi yang menjadi penyebab terjadinya kehamilan ektopik dan kemandulan.

Pada ibu hamil yang terinfeksi, janin dalam kandungan sangat berisiko tinggi terkena penyakit Sifilis. Untuk itu, sebelum masa kehamilan mencapai empat bulan sebaiknya ibu hamil segera diobati. Jika tidak, maka ibu hamil akan terkena komplikasi, seperti bayi lahir dengan Sifilis, bayi lahir prematur, hidup sang bayi tidak akan bertahan lama setelah dilahirkan, hingga keguguran.

Baca juga: Kian Marak, Prosedur Labiaplasty untuk Bibir Vagina Longgar

Bayi yang berhasil hidup, disebut sebagai penderita Sifilis Kongenital. Namun, sang bayi kemungkinan besar akan mengalami sejumlah kelainan pada proses tumbuh kembangnya, seperti:

  • Bermasalah dengan pendengaran atau tuli
  • Memiliki pertumbuhan tulang yang abnormal
  • Mengalami deformasi gigi

Cara Mencegah Penyakit Sifilis

cara mencegah penyakit sifilis
Pencegahan Sifilis dapat dilakukan dengan mengurangi berbagai risikonya.

Pencegahan Sifilis dapat dilakukan dengan mengurangi berbagai risikonya melalui tindakan-tindakan sederhana, termasuk:

  • Menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril seperti obat-obatan terlarang
  • Tidak bergonta-ganti pasangan
  • Usahakan gunakan kondom saat melakukan hubungan intim
  • Tidak berbagi alat bantu seksual

Pengobatan Sifilis

pengobatan sifilis
Cara mengobati Sifilis adalah dengan melakukan tes darah.

Cara mengobati Sifilis adalah dengan melakukan tes darah untuk menentukan apakah terdapat antibodi dalam darah. Dokter juga akan menguji pasangan seksual Anda.

Pengobatan Sifilis pun tergantung pada tahapan penyakit. Tahap pertama, cukup mudah untuk disembuhkan dengan antibiotik, baik dengan cara diminum atau disuntik. Berbeda dengan tahap kedua, pasien akan diberikan antibiotik dalam untuk waktu yang cukup lama.

Setelah antibiotik yang diberikan dokter telah habis, Anda akan kembali melakukan tes darah untuk memastikan bahwa infeksi tersebut sudah hilang dan Anda dinyatakan benar-benar sudah dalam kondisi yang sehat kembali.