Atasi Keratosis Seboroik Dengan Pengangkatan Lesi Kulit

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

keratosis seboroikApakah Anda pernah mengalami pigmentasi hitam yang terjadi pada kulit wajah Anda dengan perabaan yang kasar?? Bisa jadi, Anda menderita keratosis seboroik. Mungkin Anda cemas dan khawatir apakah keratosis seboroik bersifat kanker.

Jangan panik dulu, sebaiknya Anda menyimak pembahasan lebih lanjut mengenai definisi, penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi, dan tindakan pengobatan pada keratosis seboroik dibawah ini.

 

Definisi Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik adalah tumor pada kulit yang bersifat non kanker dan umumnya ditandai dengan adanya plak kecoklatan hingga kehitaman, memiliki batas yang jelas, mempunyai permukaan verukosa, dan lebih tinggi dari kulit di sekitarnya. Penyakit kulit berupa benjolan seperti kutil ini dapat tumbuh di mana saja, kecuali pada telapak tangan, telapak kaki, atau membran mukosa (lapisan seperti di dalam mulut atau hidung). Bagian tubuh yang sering ditumbuhi benjolan ini adalah bagian wajah, dada, bahu, serta punggung. Kondisi ini umumnya terjadi pada lanjut usia, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat timbul pula pada orang paruh baya.

Ada yang menyebut keratosis seboroik dengan istilah kutil tua. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, tidak menular, tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, apabila terasa mengganggu, penderita dapat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pengangkatan lesi kulit.

 

Gejala Keratosis Seboroik

Gejala yang timbul pada kutil tua ini antara lain:

  • Munculnya benjolan kecil yang perlahan menebal seperti kutil berwarna sawo matang, cokelat, cokelat gelap hingga kehitaman.
  • Ukurannya bervariasi mulai dari sangat kecil hingga terkadang lebih dari 2,5 cm.
  • Memiliki bentuk bulat atau lonjong (oval) dan berkarakteristik seperti menempel pada kulit.
  • Mempunyai permukaan yang kasar seperti kutil namun rata dan lebih menonjol dibandingkan dengan permukaan kulit di sekitarnya.
  • Permukaan benjolan tampak seperti berminyak atau berlilin.
  • Benjolan sering muncul secara berkelompok.
  • Tidak menimbulkan rasa nyeri akan tetapi terkadang terasa gatal.
  • Umumnya muncul di bagian wajah, leher, kulit kepala, dada, punggung, perut, dan bagian tubuh lainnya kecuali kaki dan telapak tangan.

 

Penderita kutil tua ini sebaiknya memeriksakan diri ke dokter apabila muncul gejala sebagai berikut:

  • Timbul benjolan baru.
  • Hanya ada satu benjolan. Hal ini dikarenakan umumnya benjolan yang muncul akibat keratosis seboroik lebih dari satu.
  • Benjolan mempunyai warna yang tidak lazim, seperti ungu, kebiruan, atau merah kehitaman.
  • Timbul rasa sakit pada benjolan.
  • Bentuk tepi benjolan tidak rata.
  • Muncul banyak sekali benjolan kecil yang tumbuh dalam waktu singkat.
  • Terjadi iritasi pada benjolan kecil yang tumbuh.
  • Benjolan berdarah ketika bergesekan dengan pakaian.
  • Adanya pertumbuhan yang mencurigakan pada kulit.
  • Munculnya luka pada area benjolan yang tumbuh dan tidak kunjung sembuh.

 

Penyebab Keratosis Seboroik

Penyebab di balik pertumbuhan tidak normal yang terjadi pada sel-sel kulit keratosis seboroik belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, ada beberapa faktor yang diduga kuat dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kutil tua ini, antara lain:

  • Usia. Gangguan kulit ini biasanya terjadi pada orang dewasa yang berumur di atas 40 tahun. Kulit yang tampak seperti noda ini juga dapat terus bertambah seiring dengan adanya penuaan.
  • Paparan sinar matahari. kutil tua ini seringkali timbul pada bagian kulit yang sering terkena paparan sinar matahari.
  • Riwayat penyakit dalam. Seseorang lebih cenderung mengalami kutil tua apabila mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit ini.
  • Warna kulit. Orang yang memiliki kulit putih berisiko lebih tinggi mengalami kutil tua dibandingkan dengan orang berkulit gelap.

 

Faktor Risiko Keratosis Seboroik

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kutil tua ini antara lain:

  1. Usia – semakin tua usia, maka akan semakin berpeluang untuk terkena penyakit ini.
  2. Riwayat keluarga – apabila memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami keratosis seboroik, maka akan semakin berpeluang untuk terkena penyakit ini.
  3. Terlalu banyak terkena paparan sinar matahari.
  4. Tergolong ras kulit putih.
  5. Wanita yang sedang hamil.
  6. Menjalani terapi hormon estrogen.

 

Diagnosis Keratosis Seboroik

Kutil tua ini perlu dikenali tanda dan gejalanya dengan teliti. Hal ini disebabkan karena gejala klinis dan penampakan kutil tua ini mirip dengan kanker kulit melanoma. Perbedaan antara benjolan kutil tua ini dengan kanker kulit melanoma akan lebih sulit untuk dilihat apabila benjolan tersebut mengalami pigmentasi.

Meskipun kutil tua ini tidak berbahaya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk  memastikan diagnosis kutil tua ini bukanlah kanker kulit melanoma. Pada tahap awal, dokter akan menanyakan informasi terkait pada pasien termasuk gejala-gejala yang dialami.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati benjolan-benjolan kecil tersebut. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan tindakan biopsi yaitu pengangkatan jaringan pada benjolan kecil tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

 

Komplikasi Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik jarang menyebabkan terjadinya komplikasi. Namun apabila terjadi iritasi pada benjolan kutil tua maka dapat menimbulkan terjadinya peradangan kulit atau dermatitis pada daerah di sekitar benjolan. Dermatitis tersebut dapat memicu munculnya benjolan keratosis seboroik lainnya.

Kutil tua yang sering digaruk juga dapat menyebabkan kulit mengalami pendarahan ataupun pembengkakan. Komplikasi kutil tua ini juga dapat menimbulkan infeksi pada kulit. Apabila timbul infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Pengobatan Keratosis Seboroik

Pada umumnya kutil tua ini tidak memerlukan pengobatan khusus karena dianggap tidak membahayakan bagi tubuh. Namun apabila timbul pertumbuhan yang mencurigakan atau mengganggu, maka dokter akan meminta untuk menghilangkannya. Selain itu, benjolan kutil tua ini juga dapat dihilangkan apabila dirasa mengganggu penampilan sehingga menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Salah satu cara untuk menghilangkan benjolan-benjolan kecil tersebut adalah dengan prosedur pengangkatan lesi kulit yang dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Anda tidak perlu bingung untuk memilih tindakan pengobatan mana yang tepat bagi Anda. Dokter akan merekomendasikan tindakan pengobatan yang cocok dengan kondisi keratosis seboroik yang Anda alami.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kulit terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan atau pengangkatan keratosis seboroik. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan atau pengangkatan keratosis seboroik. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani keratosis seboroik yang Anda alami.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan kulit di Klinik Pandawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *