Kista Epididimis, Benjolan yang Cukup Berbahaya Pada Kemaluan Pria

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

kista epididimis

 

Kista tak hanya dialami pada wanita saja, tetapi pria pun juga dapat mengalami. Salah satu jenis kista pada pria ialah kista epididimis, yaitu kista yang muncul di saluran reproduksi pria. Kista epididimis tidak boleh disepelekan. Pasalnya, kista tersebut bisa bertambah besar dan menyebabkan rasa nyeri. Karena itu, yuk, kenali kista pada pria dan pengobatannya disini.

 

Apa itu Kista Epididimis?                                                 

Kista epididimis adalah benjolan kecil berisi cairan yang muncul dan berada di saluran epididimis pria. Epididimis sendiri yakni saluran yang terhubung dengan testis yang menjadi tempat penyimpanan dan pematangan sperma. Untungnya, rata-rata sebagian besar kista epididimis ini bersifat jinak , namun perlu diperhatikan.

Kista pada pria ini mirip seperti spermatokel atau kista sperma yang juga bisa muncul di saluran epididimis. Namun bedanya, spermatokel berisi sperma yang sudah mati. Walau demikian, spermatokel juga bisa menimbulkan gejala yang sama dengan kista epididimis, yaitu peradangan epididimis (epididimitis) atau penebalan lapisan epididimis dan sekitarnya.

 

Penyebab Kista Epididimis

Benjolan ini terjadi karena terdapat cairan yang terjebak di dalam saluran epididimis. Penyebab kondisi ini belum bisa diketahui, tetapi ada berbagai kondisi yang diduga dapat memicu terjadinya munculnya benjolan, antara lain:

  • Penyakit ginjal polikistik.
  • Cystic fibrosis.
  • Penyakit Von Hippel-Lindau.
  • Konsumsi obat pengganti hormon diethylstilbestrol saat masih berada dalam kandungan.

 

Gejala Kista Epididimis

Kista epididimis pada pria dapat ditandai rasa nyeri maupun tidak. Kista  sendiri terasa seperti benjolan halus dan kencang di salah satu sisi atau keseluruhan buah zakar di atas testis. Kista atau benjolan ini tidak memengaruhi kesuburan pria. Tetapi, benjolan ini dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti rasa sakit, bengkak, atau kemerahan pada buah zakar atau perasaan tertekan di pangkal penis.

Adapun tanda dan gejala benjolan pada pria ini bisa bervariasi tergantung pada kelainannya. Tanda dan gejala termasuk:

  1. Benjolan yang tidak biasa pada testis.
  2. Nyeri mendadak.
  3. Rasa sakit yang tumpul atau perasaan berat pada testis.
  4. Nyeri yang menjalar ke selangkangan, perut atau punggung bagian bawah.
  5. Testis yang lunak, bengkak, atau mengeras.
  6. Pembengkakan di skrotum.
  7. Kemerahan pada kulit skrotum.
  8. Sensasi mual atau muntah.

 

Faktor Risiko Kista Epididimis

Rata-rata, benjolan ini terjadi pada pria dewasa yang berusia 40 tahun ke atas. Faktor risiko lainnya adalah paparan ibu hamil terhadap molekul yang mengganggu hormon (seperti diethylstilbestrol) selama perkembangan dan pembentukan janin.

Benjolan pada pria dapat menjadi bagian dari sindrom disgenesis testis, yaitu sindrom yang terdiri dari empat kondisi testis tidak turun ke buah zakar (cryptorchidism), lubang kencing tidak di ujung penis tapi di bawah penis (hypospadias), gangguan spermatogenesis (pembentukan sperma), dan kanker testis akibat gangguan perkembangan testis pada janin.

 

Diagnosis Kista Epididimis

Diagnosis benjolan pada pria ini dilakukan melalui pemeriksaan fisik, seperti tes transiluminasi. Tes ini dilakukan dengan menyinari benjolan menggunakan cahaya. Tujuannya untuk melihat apakah benjolan berisi cairan atau massa yang padat. Benjolan pada pria merupakan benjolan berisi cairan yang akan terang ketika disinari. Ketika diraba oleh dokter ahli, benjolan pada pria ini hampir selalu teraba seperti benjolan yang banyak. Pemeriksaan penunjang seperti USG dapat diperlukan untuk memastikan diagnosis. USG merupakan prosedur menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk membuat gambar struktur tubuh dan dapat digunakan untuk memastikan apakah benjolan berupa massa padat atau cair.

 

Pencegahan Kista Epididimis

Tidak ada cara untuk mencegah terjadinya benjolan epididimis. Namun, sebaiknya lakukan pemeriksaan buah zakar sendiri secara rutin untuk mendeteksi adanya benjolan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Benjolan pada buah zakar sebaiknya diperiksa untuk memastikan diagnosis. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir komplikasi, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Pengobatan Kista Epididimis di Klinik Pandawa

Bila Anda mengalami hal seperti di atas, konsultasikan kepada dokter ahlinya, agar tidak salah dalam menjalani pengobatan. Klinik Pandawa, salah satu klinik spesialis penyakit kelamin terpercaya di Jakarta. Pelayanan medis Klinik Pandawa yang diberikan antara lain penyakit andrologi, penyakit ginekologi, penyakit bedah, penyakit kulit dan kelamin.

Jika Sahabat Pandawa memerlukan info lebih lanjut maka Sahabat Pandawa bisa berkonsultasi secara online dengan dokter kami secara GRATIS di nomor 0821-1141-0672/021-62313337 (telepon/SMS/WA) atau klik konsultasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paste your AdWords Remarketing code here
klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami