Alami Kolitis Ulseratif, Waspadai Bahayanya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Daftar Isi

kolitis ulseratifApakah Anda pernah mengalami kolitis ulseratif? Biasanya pasien dengan kondisi kolitis ulseratif melakukan pemeriksaan ke dokter dengan keluhan diare berdarah persisten yang disertai mukus sebagai gejala awal. Mukus atau lendir ialah sekresi kental yang terdiri dari air, elektrolit, dan campuran beberapa glikoprotein yang dihasilkan oleh sel-sel mukosa dan terdiri atas sejumlah besar polisakharida yang berikatan dengan protein dalam jumlah sedikit.

Setiap orang memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit kolitis ulseratif baik pria maupun wanita. Namun orang dewasa dengan usia antara 15 hingga dibawah 30 tahun lebih berpotensi dan berisiko untuk mengalami penyakit ini. Penyakit ini umumnya merupakan penyakit turun menurun.

Aktivitas kita dapat sangat terganggu jika kita mengalami penyakit ini. Penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Penanganan dokter yang tepat akan mengurangi tanda dan gejala yang timbul akibat penyakit ini

Mari kita simak pembahasan berikut untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyakit kolitis ulseratif yang merupakan salah satu jenis ragam penyakit peradangan atau inflamasi pada usus.

 

Definisi Kolitis Ulseratif

Kolitis ulseratif atau ulcerative colitis adalah salah satu jenis penyakit radang usus yang dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan kronis jangka panjang yang terjadi pada usus besar (kolon) dan bagian ujung usus besar yang terhubung ke anus (rektum) dan menimbulkan ulkus atau luka pada saluran pencernaan. 

Penyakit ini umumnya berawal dari terbentuknya ulkus atau luka di anus (rektum), kemudian luka tersebut menjalar ke atas yaitu ke bagian dinding usus besar. Luka yang timbul pada dinding usus besar inilah yang membuat penderitanya lebih sering buang air besar atau mengalami diare yang terus menerus. Feses yang keluar umumnya disertai dengan darah atau nanah. Umumnya gejala penyakit ini muncul secara perlahan.

 

Klasifikasi Kolitis Ulseratif

Kondisi ini merupakan suatu jenis penyakit radang usus besar (kolitis) yang lebih spesifik atau inflammatory bowel disease (IBD). Pengelompokan penyakit ini, meliputi:

  1. Proktitis ulseratif

Proktitis ulseratif adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada rektum dan dapat menimbulkan perdarahan pada dubur. Kondisi ini merupakan jenis yang paling ringan, umum terjadi dan memiliki risiko komplikasi yang sedikit.

  1. Proctosigmoiditis

Proctosigmoiditis adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada rektum dan kolon sigmoid (ujung bawah kolon). Umumnya Anda akan merasa susah buang air besar, walaupun perut terasa mulas karena timbul dorongan untuk melakukannya. Kondisi ini dikenal dengan nama tenesmus.

  1. Kolitis sisi kiri

Kolitis sisi kiri adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada sisi kiri usus besar (rektum, kolon sigmoid, dan kolon desendens). Inflamasi ini disebut juga sebagai kolitis terbatas atau distal.

  1. Pancolitis

Pancolitis adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada seluruh bagian usus. Peradangan yang timbul tersebut dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi makan ke dalam tubuh. Hal itu juga terkadang dapat menimbulkan perdarahan hingga mengeluarkan nanah dan lendir.

Kolitis Ulseratif dapat menyebabkan pembengkakan pada usus besar dan dapat menyebabkan timbulnya perforasi kecil. Perforasi merupakan perlubangan jaringan pada usus yang dapat menyebabkan kemungkinan feses menjadi bocor ke dalam perut. Komplikasi dari penyakit ini dapat menyebabkan timbulnya infeksi peritonitis yang dapat mengancam nyawa.

 

Gejala Kolitis Ulseratif

Gejala penyakit ini dapat bervariasi pada setiap penderitanya tergantung pada tingkat keparahan peradangan yang dialami dan lokasi peradangan. Beberapa gejala yang timbul pada penyakit ini, antara lain:

  • Diare
  • Feses yang keluar disertai lendir, darah atau nanah.
  • Rasa nyeri di perut atau sering mengalami kram perut.
  • Sering timbul keinginan untuk buang air besar, akan tetapi feses sulit keluar.
  • Kelelahan pada tubuh.
  • Rasa nyeri pada anus.
  • Berat badan mengalami penurunan
  • Timbul demam.
  • Gangguan tumbuh kembang pada anak
  • Detak jantung tidak teratur, nafas cepat, sesak napas dan serangan berat yang ditandai buang air besar lebih dari 6 kali dalam sehari dapat terjadi pada kasus yang parah
  • Anoreksia

Gejala-gejala tersebut di atas dapat dirasakan lebih ringan oleh penderita atau bahkan tidak timbul sama sekali selama beberapa minggu atau bulan. Kondisi ini dikenal sebagai periode remisi.

Setelah periode remisi, umumnya akan timbul gejala kembali yang dikenal dengan nama periode relaps. Selain gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, gejala lain yang dapat timbul pada penderita kolitis ulseratif dalam periode relaps, adalah:

  • Sariawan
  • Mata terlihat merah
  • Pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi baik di lutut, pergelangan kaki dan pergelangan tangan

 

Penyebab Kolitis Ulseratif

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini. Kolitis ulseratif dapat menjadi semakin parah akibat pola makan yang buruk dan stres. Namun, hal tersebut bukanlah merupakan penyebab terjadinya penyakit ini.

Gangguan pada fungsi sistem kekebalan tubuh diduga menjadi penyebab penyakit ini. Ketika sistem kekebalan tubuh melawan virus atau bakteri yang menyerang tubuh, terkadang dapat menimbulkan respons imunitas yang tidak normal. Respon imunitas inilah yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sehat yang ada pada sistem pencernaan itu sendiri. Kondisi tersebut menimbulkan peradangan dan luka pada dinding di dalam usus besar.

Faktor keturunan dan faktor lingkungan juga dipercaya memicu terjadinya penyakit ini. Penyakit ini lebih sering dialami oleh orang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi kolitis ulseratif. Contoh faktor lingkungan yang memicu kolitis ulseratif antara lain infeksi virus, stress ataupun penggunaan pil KB, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan antibiotik.

.

Faktor Risiko Kolitis Ulseratif

Faktor faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini antara lain:

  • Usia

Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun, namun umumnya terjadi pada orang sebelum usia 30 tahun. Ada beberapa orang yang baru mengalami penyakit ini pada usia 60 tahun.

  • Ras

Penyakit ini dapat terjadi pada golongan ras mana saja. Meskipun demikian, orang berkulit putih (ras kaukasian) berisiko mengalami infeksi pencernaan yang lebih tinggi dari orang Asia.

  • Riwayat keluarga

Jika terdapat anggota keluarga seperti orangtua, saudara kandung, atau anak, yang memiliki penyakit ini, maka Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

  • Memakai isotretinoin

Obat isotretinoin (Amnesteem, Claravis, Sotret; dulunya disebut accutane) yang umumnya dipakai untuk pengobatan jerawat dan bekas jerawat juga dapat meningkatkan faktor risiko penyakit ini.

 

Diagnosis Kolitis Ulseratif

Pada awal pemeriksaan, dokter akan melakukan wawancara medis dan menanyakan secara detail berkaitan dengan gejala yang dialami pasien, riwayat penyakit pasien dan keluarganya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan kolitis ulseratif. Setelah itu, dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi pasien. Dokter juga dapat mengambil tindakan medis untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

 

Komplikasi Kolitis Ulseratif

Jika tidak segera dilakukan pengobatan, maka kolitis ulseratif dapat memicu komplikasi lain yang berbahaya baik di dalam sistem pencernaan maupun diluar sistem pencernaan. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

Komplikasi yang terjadi pada usus dapat meliputi:
  • Perforasi usus.

Timbulnya lubang di usus besar yang dapat menyebabkan perdarahan hebat dan nyeri perut dan bersifat darurat medis. 

  • Anal fissure.

Robekan yang timbul pada lapisan saluran anus ini dapat menyebabkan perdarahan dan nyeri.

  • Toxic Megacolon.

Pembesaran usus yang parah dan harus segera dilakukan perawatan medis.

  • Kanker usus besar.

Jika Anda mengalami kolitis ulseratif selama sekitar 8 hingga 10 tahun, maka Anda semakin berisiko untuk terkena kanker usus. Segera jadwalkan skrining untuk kanker usus besar secara berkala.

  • Kolangitis sklerosis primer.

Peradangan dan pembentukan jaringan parut (fibrosis) di saluran empedu.

 

Komplikasi ekstra intestinal dapat meliputi:
  • Penyakit mata. 

Uveitis, glaukoma, keratopati, episkleritis, dan mata kering adalah beberapa kondisi mata yang terkait dengan penyakit kolitis ulseratif dan pengobatannya.

  • Radang sendi. 

Komplikasi bentuk arthritis ini meliputi radang sendi perifer, radang sendi aksial, dan rheumatoid arthritis

  • Masalah kulit

Timbulnya kondisi erythema nodosum dan pyoderma gangrenosum pada kulit.

  • Bisul mulut

Stomatitis aphthous atau bisul mulut merupakan luka pada lapisan mulut yang dapat terjadi berbarengan dengan terjadinya kolitis ulseratif.

  • Osteoporosis
  • Pertumbuhan yang terhambat atau terganggu
  • Gejala lain ketika menstruasi.

Beberapa wanita yang mengalami kolitis ulseratif merasakan gejala sindrom pra-menstruasi (PMS) atau menjelang menstruasi menyebabkan timbulnya diare dan rasa nyeri.

 

Pencegahan Kolitis Ulseratif

Beberapa hal untuk mencegah timbulnya gejala kolitis ulseratif antara lain:

  • Asupan produk susu harus dibatasi
  • Asupan makanan dan minuman yang dapat mencetuskan keluhan, seperti makanan pedas, alkohol, dan kafein harus dibatasi
  • Minum air putih yang cukup setiap harinya
  • Rutin berolahraga
  • Meminimalisir stress

 

Pengobatan Kolitis Ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara cepat dan dapat kambuh di lain waktu.

Gejala penyakit ini dapat timbul dan hilang sepanjang hidup pada penderitanya. Namun, pengobatan yang tepat dapat membantu untuk meringankan dan meredakan gejala , mengendalikan peradangan atau inflamasi, mencegah terjadinya komplikasi serta mencegah agar penyakit ini tidak kambuh kembali di lain waktu.

Metode pengobatannya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami dan seberapa sering gejala tersebut kambuh.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk pengobatan kolitis ulseratif. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan kolitis ulseratif. Dokter di Klinik Pandawa akan menyarankan pengobatan atau tindakan medis yang tepat untuk menangani kolitis ulseratif yang Anda derita.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan di Klinik Pandawa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman