Pemeriksaan Kolposkopi, Penting Untuk Deteksi Kanker Serviks

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Daftar Isi

kolposkopi deteksi kanker serviks

Pernah mendengar penyakit kanker serviks, kan? Bagaimana kalau dengan kolposkopi? Nah, kolposkopi merupakan pemeriksaan mulut Rahim yang akan dilakukan dokter ketika melihat adanya tanda sel-sel abnormal di mulut rahim (serviks) atau vagina.

Data Globocan tahun 2012 menunjukkan, tiap harinya ada sekitar 26 wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2015. Kanker serviks atau mulut rahim merupakan kanker yang paling bisa dicegah dan cenderung bisa diobati. Asalkan, dideteksi dan diatasi sedini mungkin.

 

Definisi dari Kolposkopi

Bagi kamu yang masih bertanya apa itu Kolposkopi, merupakan suatu cara yang digunakan oleh dokter dengan menggunakan alat pembesar khusus untuk melihat vulva, vagina, dan mulut rahim kamu. Bila adanya kelainan selama kolposkopi, maka akan dilakukan pengambilan sedikit sampel jaringan dari serviks atau dari dalam pembukaan serviks (endoservikal kanal). Kemudian sampel ini dilihat di bawah mikroskop.

Langkah ini biasanya dilakukan untuk memeriksa vagina dan serviks ketika hasil tes pap-smear menunjukkan hasil yang abnormal. Rata-rata hasil uji pap-smear abnormal itu diakibatkan oleh infeksi virus, semacam human papillomavirus (HPV) atau jenis infeksi seperti yang disebabkan oleh bakteri, jamur (ragi), atau protozoa (Trichomonas).

Kenapa melakukan langkah ini?

Pemeriksaan ini digunakan untuk menindaklanjuti tes skrining kanker mulut rahim yang abnormal. Misalnya, pap-smear, Human Papilloma Virus (HPV), ataupun area abnormal yang terlihat pada serviks, vagina, atau vulva. Hasil pap-smear mungkin abnormal jika memiliki pra kanker serviks atau kanker yang sering disebabkan oleh infeksi HPV pada leher rahim.

Dengan dilihatnya ukuran, jenis, dan lokasi sel abnormal membantu menentukan area mana yang perlu dibiopsi (pengambilan jaringan). Informasi ini selanjutnya akan menentukan seberapa parah kelainan itu dan juga membantu menentukan pengobatan apa yang diperlukan. Ketika dipantau dan diobati dini, daerah pra-kanker biasanya tidak berkembang menjadi kanker serviks.

Hasil tes kolposkopi dan biopsi serviks

Hasil dari kolposkopi dapat dokter beri tahukan langsung pada kamu selama prosedur berlangsung. Tetapi, pada hasil biopsi membutuhkan waktu beberapa hari karena perlu pemeriksaan laboratorium.

Hasil normal

  • Larutan cuka atau idonie tidak menunjukkan adanya bagian yang tidak normal pada jaringan. Vagina dan serviks terlihat normal.
  • Sampel biopsi tidak menampakkan adanya sel yang tidak wajar.

Hasil abnormal

  • Larutan cuka atau iodine menunjukkan adanya bagian jaringan yang tidak normal. Luka atau kelainan lain, seperti kutil atau infeksi, ditemukan disekitar vagina atau serviks.
  • Sampel biopsi mmenampakkan adanya sel yang tidak wajar. Ini menandakan adanya kanker atau kanker cenderung berkembang.

Lalu seperti apa sih prosedur kolposkopi?

Prosedur

Pemeriksaan kolposkopi sebenarnya hampir sama dengan skrining kanker serviks. Kolposkopi ini dilakukan untuk membuka vagina menggunakan spekulum. Kemudian, dokter akan menggunakan mikroskop kecil yang dilengkapi lampu pada ujungnya (kolposkopi) untuk melihat kondisi rahim.

Nah, bilamana pemeriksaan skrining menunjukkan adanya kelainan, maka dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim melalui biopsi dan diperiksa di laboratorium. Metode biopsi yang digunakan berupa biopsi punch dan biopsi kerucut.

Selama proses pemeriksaan skrining ini bisa saja kamu merasa kurang nyaman ketika dilakukan pembukaan vagina. Di samping itu, jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian vulva atau bagian paling luar vagina, dokter bisa saja memberikan anestesi untuk mencegah rasa nyeri.

Hal yang perlu diingat, bila dokter tak melakukan biopsi, kamu bisa kok langsung beraktivitas seperti biasa. Ada kemungkinan dirimu akan mengalami bercak darah, tetapi jangan khawatir karena umumnya kondisinya sangat ringan.

Dan apabila dokter melakukan biopsi, lain lagi ceritanya. Ada rasa nyeri beberapa saat, paling lama sekitar 2 hari. Di samping itu, ada kemungkinan timbulnya bercak darah selama beberapa hari. Nah, seandainya pemeriksaan kolposkopi menunjukkan adanya kanker serviks, maka dokter akan menjalani berbagai tes lainnya untuk mengetahui tingkat penyebaran atau stadium kanker.

Waktu untuk menjalani prosedur ini

Dengan tujuan untuk mendeteksi kanker serviks dan perubahan yang dapat menyebabkan kanker serviks, kamu bisa melakukan kolposkopi kapan saja. Karena lebih cepat dideteksi maka semakin cepat disembuhkan. Dan umumnya, hal ini dilakukan ketika kamu memiliki hasil pap-smear abnormal. Hingga metode uji ini direkomendasikan bila Kamu mengalami pendarahan setelah berhubungan intim.

Kolposkopi juga dapat dilakukan bila dokter melihat adanya bagian yang abnormal pada serviks kamu selama pemeriksaan panggul. Dilansir dari WebMD, kondisi-kondisi yang termasuk tidak normal biasanya meliputi:

  • adanya pertumbuhan yang tidak normal pada serviks, atau bagian lain dalam vagina
  • terdapatnya kutil kelamin atau HPV
  • iritasi atau peradangan serviks (servisitis)


Kolposkopi berguna untuk memantau HPV, dan untuk mencari perubahan tidak normal yang bisa kembali setelah selesai pengobatan.

Apakah menyakitkan?

Pemeriksaan skrining ini nyaris tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Kamu mungkin akan merasakan sedikit tekanan saat spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Samping itu, pada saat dokter menuangkan cairan seperti cuka selama proses kolposkopi, Anda mungkin akan merasakan sedikit sensasi menyengat atau panas.

Namun, apabila kamu merasakan cemas atau memiliki ketakutan yang berlebihan sebelum menjalani pemeriksaan ini, kamu bisa saja merasakan rasa sakit dibandingkan mereka yang mampu mengendalikan rasa cemasnya.

Maka dari itu, sebaiknya carilah aktivitas yang membantu kamu agar lebih tenang dan rileks sebelum melakukan pemeriksaan ini, seperti olahraga, meditasi, mendengarkan lagu, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.

Jika kamu menjalani kolposkopi sebagai bagian dari biopsi, mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman. Beberapa orang mendeskripsikan rasa sakit menyerupai kram menstruasi. Setelah pemeriksaan skrining yang dilakukan bersamaan dengan biopsi serviks, kamu mungkin akan mendapati bercak, sedikit darah, atau cairan berwarna gelap dari miss V kamu.

Pemeriksaan Kolposkopi di Klinik Pandawa

Kolposkopi dapat dilakukan Klinik Pandawa oleh dokter yang melakukan pemeriksaan. Sebagian besar wanita dapat segera kembali bekerja atau beraktivitas kembali setelah menjalani skrining. Beberapa wanita mengalami nyeri ringan atau kram, tetapi ini biasanya hilang dalam satu hingga dua jam. Jangan memasukkan apa pun ke dalam vagina (krim, douche, ataupun tampon) dan belum diperbolehkan melakukan hubungan intim selama 48 jam setelah pemeriksaan ini.

Untuk informasi lebih lanjut dan pengobatan, hubungi layanan konsultasi kami atau konsultasi dokter online Gratis di nomor 0821-1141-0672 (WA/TLP/SMS). Kami siap melayani.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paste your AdWords Remarketing code here
klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Kami yang Berpengalaman