Blog Details

Image

Mengenal 10 Jenis Kista

Klinik Kulit | Klinik Kelamin | Info Kesehatan | Kista

Tahukah Anda 10 jenis kista berikut ini? Kista adalah benjolan atau kantung yang berisi zat baik cair maupun semipadat. Kehadirannya seringkali tidak diketahui penyebabnya. Sebenarnya, ia bukan kanker sehingga tak berbahaya. Sayangnya, jika membesar dan infeksi, ia dapat menghasilkan nanah bahkan pecah. Untuk menanganinya, Anda harus ke dokter.

Jenis Kista

Berikut ini adalah 10 jenis kista yang harus Anda ketahui. Jika Anda memiliki salah satunya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Kalaupun tidak berbahaya dan hanya berpengaruh secara estetika, sebaiknya hilangkan secara medis. Misalnya dengan operasi minor.

jenis kista

Kista Ganglion

Kista ganglion muncul pada sendi terutama di pergelangan tangan, kaki, dan pergelangan kaki. Biasanya berupa benjolan yang berisi cairan. Penyebab pastinya belum diketahui. Namun, diperkirakan kista terbentuk akibat trauma atau cedera. 

Kista Pilonidal

Ia muncul pada celah di atas bokong. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain pertumbuhan rambut, perubahan hormon, duduk terlalu lama, atau gesekan dengan pakaian. Kista ini menyebabkan rasa sakit saat duduk dan berdiri. Bahkan, dapat memunculkan lesi dengan bau busuk dan rambut yang muncul dari dalamnya.

Kista Epidermoid

Disebut juga sebagai kista ateroma atau sebasea. Jenis kista ini muncul di bawah kulit dan sering dianggap sebagai bisul. Ukurannya dapat mencapai 5 sentimeter. Selain tak bisa hilang sendiri, kista ini juga tumbu sangat lambat. Biasanya, Anda tak perlu mengobatinya. Hanya saja, jika mengganggu penampilan, Anda dapat ke dokter untuk menghilangkannya. Ia tidak berbahaya dan bersifat nonkanker.

Baca juga: Mengenal Kista: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 

Kista Dermoid

Ukurannya kecil seperti jerawat, tidak sakit, dan tidak berbahaya. Kista ini dapat muncul di bawah kulit, tulang belakang, otak, rongga sinus, rongga perut, hingga indung telur. Biasanya benjolan ini berisi kelenjar keringat, rambut, hingga gigi.

Kista Bartholin

Benjolan yang muncul pada kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin adalah kelenjar yang memproduksi pelumas. Ia terletak di labia dan bekerja dengan mengirimkan cairan ke dalam vagina. Fungsinya adalah menjadi pelumas alami saat berhubungan seksual. Jika tumbuh, kista bartholin dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks.

Salah satu pemicu benjolan ini adalah penyakit menular seksual. Karena itu, dokter mungkin meminta Anda melakukan skrining untuk mengetahui penyakit yang menjangkiti Anda.

Kista Nabothi

Kista nabothi atau kista serviks adalah benjolan yang berada di mulut rahim. Benjolan ini muncul karena kelenjar yang memproduksi lendir di mulut rahim tersumbat. Penyumbatnya adalah sel-sel kulit yang tumbuh sebagai jaringan penutup luka ketika Anda melahirkan. Artinya, Anda berisiko memiliki benjolan ini jika berada di usia subur, aktif secara seksual, dan melahirkan.

Jika pecah, cairannya akan menimbulkan bau tak sedap di vagina. Selain itu, benjolan ini juga membuat panggul Anda nyeri. Bahkan dapat membuat periode menstruasi Anda kacau. Ini adalah jenis kista yang tak boleh Anda sepelekan dan harus diperiksakan ke dokter.

Kista Ovarium

Benjolan atau kantung berisi cairan yang ada di indung telur (ovarium). Kebanyakan perempuan memilikinya, termasuk Anda. Jenis ini bisa hilang dengan sendirinya dan umumnya tidak berbahaya. Namun, ketika tumbuh besar dan pecah, ia dapat menunjukkan gejala berikut

  • Pembengkakan pada perut
  • Demam
  • Pingsan 
  • Pusing
  • Nyeri panggul

Kista Baker

Benjolan yang muncul di belakang lutut. Umumnya, kista baker dapat hilang dengan sendirinya. Gejalanya adalah

  • Nyeri
  • Kaku
  • Bengkak
  • Memar pada lutut
  • Membuat gerakan terbatas

Baca juga: Kondiloma atau Kutil Kelamin Kecil Namun Membahayakan

Kista Ginjal

Kista jinak yang berisi cairan dan terletak di dalam ginjal. Namun, jika terinfeksi, dapat menimbulkan

  • Nyeri tubuh
  • Demam
  • Ingin terus menerus buang air kecil
  • Hematuria (kencing berdarah)

Kista Payudara

Ini biasanya benjolan berisi cairan yang tidak berbahaya. Teskturnya lunak, berbentuk bulat atau oval, dan dapat berpindah tempat. Selain itu, ia dapat berubah ukuran dan lebih dapat dirasakan kehadirannya ketika Anda haid. Jika terasa nyeri dan terus membesar, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

Klinik Utama Pandawa telah terdaftar & terakreditasi sebagai lembaga resmi untuk pelayanan kesahatan.

Copyright © 2024 Klinik Utama Pandawa, All rights reserved.
Disclaimer Privacy Policy Cookie Policy