MENGENAL KELAINAN KULIT HIPERPIGMENTASI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

PENGERTIAN HIPERPIGMENTASI

Hiperpigmentasi kulit adalah salah satu gangguan kulit yang sering kali kali dialami oleh seseorang. Meskipun gangguan ini tidak berbahaya, Tetapi bercak yang muncul di berbagai bagian tubuh akan membuat rasa percaya diri seseorang menurun.

Kelainannya ditandai dengan warna kulit yang coklat atau gelap (kulit belang), terutama pada kulit yang sering terkena sinar matahari.

Secara medis, hiperpigmentasi kulit terjadi karena adanya kerusakan kulit yang ditandai oleh munculnya bercak yang menyebabkan kulit terlihat gelap apabila dibandingkan dengan kondisi kulit di sekitarnya.

Ada beragam tipe hiperpigmentasi dengan pemicu yang berbeda-beda, misalnya terpapar cahaya sinar matahari secara berlebihan, factor usia, serta pengaruh dari penyakit kulit lainnya. Anda dapat melakukan pelbagai langkah untuk menghindari terjadinya hiperpigmentasi.

Sebagian metode di antaranya adalah dengan membiasakan diri untuk menggunakan krim tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan serta menghindari paparan cahaya sinar matahari terlalu lama dan secara langsung.

Bercak hitam atau coklat disebut juga dengan kelainan hiperpigmentasi atau hipermelanosis. Kelainan ini merupakan keluhan yang sangat sering ditemukan dalam praktek sehari-hari seperti melasma, hiperpigmentasi pasca inflamasi, lentigo solaris, freckles, nevus, dan keganasan kulit. Hipermelanosis bahkan dapat merupakan bagian dari kelainan sistemik seperti pada penyakit Addison dan Akantosis Nigricans. Saat ini tersedia beragam modalitas terapi untuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi kulit, seperti misalnya berbagai bahan pemutih topikal, pengelupasan kimiawi, mikrodermabrasi dan terapi laser.

Empat Jenis Penyakit Hiperpigmentasi :

Hiperpigmentasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Masing-masing memiliki penyebab yang berbeda, seperti paparan cahaya sinar matahari berlebihan, {elemen|unsur|faktor} {usia|umur}, atau {dampak|akibat|pengaruh|imbas} dari penyakit kulit tertentu.

Beberapa penyakit hiperpigmentasi yang paling umum adalah :

1. Melasma
Melasma ditandai dengan munculnya bercak-bercak hitam di dagu, dahi, hidung, pelipis, leher, atas bibir, atau pipi pada salah satu atau kedua sisi wajah. Selain di wajah, bercak hitam yang tidak gatal atau bahkan sakit ini dapat juga muncul di bagian tubuh lain, seperti lengan.

Melasma bisa muncul di area tubuh yang sering kali terkena cahaya sinar matahari dan lebih umum terjadi pada wanita, meskipun dapat juga terjadi pada pria. Mereka yang berkulit gelap umumnya lebih berisiko mengalami melasma.

Melasma pada wanita sering kali terjadi di masa kehamilan atau karena mengonsumsi pil KB. Melasma yang muncul di masa kehamilan disebut dengan kloasma.

2. Lentigo
Lentigo ditandai dengan munculnya bintik bulat hitam atau kecokelatan pada kulit, seperti di wajah, lengan, atau punggung tangan. Bintik yang timbul berukuran sekitar 0,2-2 cm dan memiliki bentuk yang tidak beraturan.
Berdasarkan penyebabnya, lentigo dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
Solar lentigo, disebabkan oleh paparan cahaya sinar matahari.
Nonsolar lentigo, disebabkan oleh penyakit kelainan bawaan/turunan seperti sindrom Peutz-Jeghers.
Lentigo juga umum dialami oleh orang-orang berusia paruh baya atau lanjut usia. Seiring pertambahan usia, bercak lentigo dapat terus bertambah.

3. Post-inflammatory hyperpigmentation
Kondisi yang bernama lain hiperpigmentasi pascainflamasi ini ditandai dengan bercak kecoklatan pada kulit di bagian tubuh tertentu yang mengalami cedera atau peradangan sebelumnya. Ukuran bercak besar tetapi bentuknya tidak beraturan.

Bercak hitam ini disebabkan karena cedera semisal luka bakar, reaksi alergi, efek samping obat-obatan, serta peradangan pada kulit, seperti jerawat atau eksim.

Hiperpigmentasi pascainflamasi juga dapat terjadi pada orang yang melaksanakan prosedur perawatan kult tertentu, seperti laser dan mikrodermabrasi.

Hiperpigementasi akibat pengaruh efek samping obat dan bahan kimia yaitu hiperpigmentasi yang terjadi akibat efek samping penerapan penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu.

Obat tersebut dapat berupa obat antimalaria, obat jantung, Ataupun kemoterapi, seperti bleomycin dan busulfan. Sedangkan bahan kimia yang memicu hiperpigmentasi yaitu perak, emas dan merkuri.

Bercak yang muncul umumnya berwarna kecoklatan, keabu-abuan, kebiru-biruan, atau abu kebiruan. Umumnya bercak dapat menyebar, meskipun wujud dan pola bercak dapat tergantung pada obat yang dikonsumsi. Bercak-bercak ini biasanya timbul di wajah terutama tangan, kaki, atau alat kelamin.

Jenis – jenis hiperpigmentasi kulit di atas bukanlah kondisi yang membahayakan. Namun, Anda perlu mewaspadai seandainya bercak yang timbul cepat menyebar atau meluas, wujudnya tidak beraturan, terdapat luka pada bercak, atau hiperpigmentasi disertai gatal, nyeri, dan mudah berdarah.

Hiperpigmentasi dengan ciri-ciri tersebut kemungkinan menandakan membuktikan kanker kulit.

Cara Mengatasi Hiperpigmentasi

Munculnya bercak hitam pada kulit, terutama kulit wajah, tentu akan mengganggu penampilan. Guna mengatasi dampak hiperpigmentasi, ada sebagian cara perawatan yang dapat Anda lakukan, di antaranya:

Vitamin C dan asam kojic

Sebagian penelitian memperlihatkan bahwa krim atau salep yang mengandung vitamin C dan asam kojic mampu mencerahkan sekaligus mengurangi hiperpigmentasi kulit. Kombinasi bahan tersebut dapat menghalangi enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan penyusunan melanin.

Krim pelembab

Krim yang dipasarkan bebas ataupun krim dengan resep dokter dapat juga jadi alternatif pilihan. Pilihlah produk yang mengandung hidroquinon dan tretinoin. Kombinasi keduanya diketahui efektif membantu mencerahkan kulit.

Krim dengan kandungan gliserin, asam hyaluronic, dan retinol juga dapat menjadi alternatif pilihan}. Kombinasi bahan tersebut mampu meningkatkan regenerasi sel kulit dan bekerja lebih efektif dalam mencerahkan kulit.

Akan tetapi, hati-hati dengan kandungan tretinoin sebab efeknya dapat membahayakan janin dalam kandungan. Oleh sebab itu, krim yang mengandung tretinoin tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Laser atau chemical peeling

Biasanya hiperpigmentasi yang diobati dengan krim khusus akan hilang. Tetapi jika sekiranya tak kunjung hilang, maka diperlukan metode perawatan lain, seperti laser ataupun chemical peeling.

Meskipun demikian, hiperpigmentasi sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit seandainya tidak kunjung menghilang, setelah diobati, atau mengalami perubahan wujud, ukuran, dan warna.

Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337 whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *