Mengenal Penyakit Candidiasis: Penyebab dan Gejala

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Candidiasis adalah salah satu penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida Albicans. Dalam keadaan normal, jamur Candida ini dapat ditemukan dalam tubuh seseorang dengan jumlah yang sedikit.

Pertumbuhan jamur tersebut bisa dicegah oleh kulit yang merupakan salah satu komponen sistem imun tubuh. Namun, jamur dapat menyebabkan penyakit apabila daya tahan tubuh lemah atau terdapat luka pada kulit hingga jamur bisa menembus sistem pertahanan tubuh.

Terdapat lebih dari 20 jenis jamur Candida. Berikut jenis jamur Candidayang umumnya menimbulkan candidiasis pada manusia:

  • Candida tropicalis
  • Candida albicans
  • Candida parapsilosis
  • Candida glabrata
  • Candida guilliermondii

Jamur Candida dapat menginfeksi tubuh secara sistemik (menyebar ke seluruh tubuh) ataupun lokal (hanya terbatas pada satu organ).

Meski bisa menyerang organ tubuh manapun, penyakit ini paling banyak menginfeksi bagian kelamin. Jika sudah menyerang organ intim, dapat mengakibatkan rasa gatal yang ekstrem hingga rasa sakit pada daerah kelamin.

Infeksi jamur Candida pada alat kelamin lebih sering menyerang wanita daripada pria. Jamur Candida yang menginfeksi vagina wanita disebut Vaginal Candidiasis.

Penyebab Candidiasis

penyebab candidiasis
Penyebab Candidiasis adalah jamur Candida.

Penyebab penyakit Candidiasis adalah jamur Candida, khususnya Candida Albicans. Jamur jenis ini dapat menyerang seluruh bagian tubuh. Jamur Candida akan tumbuh di area yang lembab dan panas, seperti area genital dan kulit.

Pada keadaan normal, jamur ini berada di permukaan kulit manusia dalam jumlah yang sedikit. Namun, jika daya tahan tubuh seseorang melemah, jamur Candida akan menyebar hingga menimbulkan infeksi.

Baca juga: Dampak Penyakit Menular Seksual Sebabkan Uretritis

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang bisa menyebabkan seseorang terserang Candidiasis:

  • Memiliki sistem imun yang lemah
  • Orang lanjut usia
  • Wanita dengan kadar estrogen yang tinggi
  • Memiliki diabetes yang tidak terkendali dengan baik
  • Aktif secara seksual
  • Sedang dalam pengobatan tertentu, seperti konsumsi antibiotik dan obat-obatan golongan steroid tanpa terkontrol
  • Penggunaan pil KB
  • Dalam masa kehamilan
  • Memasuki menopause
  • Sedang menstruasi
  • Memiliki kebiasaan buruk dalam hal kebersihan

Gejala Candidiasis

gejala candidiasis
Gejala Candidiasis bisa membuat penderitanya tidak nyaman.

Gejala Candidiasis bisa membuat penderitanya tidak nyaman. Bagaimana tidak, pada wanita di area kewanitaan akan merasakan sejumlah gejala, seperti:

  • Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar vagina
  • Area kewanitaan mengalami nyeri dan kemerahan
  • Keluar keputihan yang berwarna putih susu dan kental
  • Terasa nyeri dan panas saat berkemih
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Sementara pada pria, gejala yang muncul antara lain:

  • Kemerahan, gatal, dan rasa panas pada ujung penis
  • Area Mr. P mengeluarkan bau tidak sedap
  • Terasa nyeri dan panas saat berkemih
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Diagnosis Candidiasis

diagnosis candidiasis
Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosa Candidiasis.

Diagnosa yang akan dilakukan dokter untuk menentukan jenis infeksi Candida adalah dengan melihat rekam medis, serta beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara memeriksa secara visual bentuk dan penampakan ruam yang terjadi. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kondisi kulit di daerah yang terinfeksi.
  • Kultur kulit. Setelah dokter selesai memeriksa kondisi kulit dan ruam pada saat pemeriksaan fisik, pasien akan melakukan metode swabbing (apusan) pada daerah kulit yang terkena Candidiasis. Hasil sampel kulit yang diperoleh dari swabbing tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa guna mendapatkan kepastian mengenai keberadaan jamur Candida sehingga bisa dipastikan apakah terjadi Candidiasis atau tidak.
  • Analisis urine. Metode dengan menganalisis urine ini berguna untuk membantu diagnosis Candidiasis genitourinarial. Urine akan dianalisis untuk mengecek keberadaan sel darah merah dan putih, protein, dan sel-sel ragi. Selain itu, urine juga akan dikultur untuk memeriksa keberadaan jamur.

Baca juga: Trichomoniasis, Infeksi Menular Seksual Paling Umum di Seluruh Dunia

Pada kasus yang lebih parah, dokter akan menggunakan CT Scan atau ultrasound untuk memeriksa bagian lain, seperti otak, ginjal, liver atau limfa untuk melihat ada atau tidaknya luka yang disebabkan oleh jamur Candida.

Pengobatan Candidiasis

pengobatan candidiasis
Terdapat berbagai pilihan pengobatan Candidiasis.

Terdapat berbagai pilihan pengobatan Candidiasis. Penderita bisa memilih pengobatan yang diinginkan, seperti penggunaan krim, lotion, pil, troches (lozenges), dan supositoria vagina. Meski secara umum, pengobatan Candidiasis adalah dengan menggunakan obat antijamur yang akan diresepkan oleh dokter.

Untuk Vaginal Candidiasis, biasanya dapat menggunakan obat yang akan dimasukkan langsung ke dalam vagina.

Namun, obat-obatan saja tidak cukup. Pasien juga harus melakukan sejumlah prosedur medis sesuai dengan tingkat keparahan Candidiasis yang diderita agar jamur tidak semakin berkembang dan menyebabkan komplikasi serius.

Jadi, segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasakan sejumlah gejala Candidiasis di atas. Apabila Anda positif terkena infeksi jamur Candida pada alat kelamin, maka pasangan Anda juga harus melakukan pengobatan agar tidak saling menularkan dan mencegah terjadinya infeksi bolak-balik.

Selain itu, agar infeksi jamur Candida tidak semakin meluas, Anda dan pasangan tidak boleh berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *