Mengenal Sinar Ultraviolet UV A, UV B dan UV C Beserta Manfaatnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

manfaat sinar ultraviolet UV A, UV B, UV C

Manfaat sinar matahari dikenal sebagai sumber vitamin D terbesar yang baik dan bagus untuk tubuh. Apalagi di saat pandemic Covid19 ini disarankan untuk terbiasa berjemur untuk mendapatkan vitamin D dari matahari. Namun begitu tidak disarankan untuk terlalu terpapar sinar matahari sebab memiliki sinar ultraviolet (UV) yang dapat membawa reaksi atau dampak buruh bagi kesehatan kulit.

Adapun tiga jenis sinar ultraviolet yang dipaparkan matahari. Sinar ini dikenal dengan UVA, UVB, dan UVC. Istilah UVA dan UVB mungkin kamu sudah pernah mendengar dan tak asing dalam produk perawatan kulit. Biasanya produk seperti sunscreen atau sunblock menawarkan perlindungan pada kedua jenis ultraviolet ini.

Nah, ketiga sinar ultraviolet tersebut tentu memiliki perbedaan, level energy, manfaat dan dampakpada kulit. Untuk itu sahabat pandawa harus mengenal ketiga manfaat sinar ultraviolet ini agar lebih peduli dengan kesehatan kulit.

Mengenal Sinar Ultraviolet (UV)

Seblum lanjut pada manfaat sinar ultraviolet, seperti yang kita ketahui, bila sinar matahari memiliki peran penting bagi kesehatan dan kehidupan makhluk hidup di bumi.

Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV) yang umumnya terdiri dari 3 jenis sinar matahari berdasarkan panjang gelombangnya yaitu sinar Ultraviolet A (UVA) gelombang panjang, sinar Ultraviolet B (UVB) gelombang pendek, dan sinar Ultraviolet C (UVC) gelombang sangat pendek. berikut rincian panjang pita gelombang masing-masing Sinar UV:

  • UV A = 315 – 400 nm (*baca: 1nm/ nanometer = 9-10 meter)
  • UV B = 280 – 325 nm
  • UV C = 100 – 280 nm

Pada saat memasuki atmosfer, hampir seluruh UV C akan tertahan pada lapizan ozon dan 90 % UV B akan diserap oleh ozon, uap air dan gas lain yang ada di atmosfer.  Adapun UV A sebagain besar akan dapat mencapai permukaan bumi.

Pada sampai permukaan bumi kandungan radiasi matahari untuk UV A mencapai 90-99%, sementara UV B kurang lebih dibawah 10% dari UV A. Nah, dengan radiasi yang dimiliki UV A tersebut dapat menembus kulit hingga bagian dalam dan berpotensi merusak kesehatan kulit, cepat mengalami penuaan dini hingga kanker kulit.

Sedangkan UV B tidak dapat menembus kulit namun juga bisa membuat kulit tampak lebih gelap ataupun sunburn. Tapi kamu bisa mencegahnya dengan selalu memakai sunscreen atau tabir surya. Sementar untuk UV C, untungnya sinar ini tertahan oleh lapisan ozon dan tidak bisa mencapai permukaan bumi. Hanya saja manusia bisa membuat UV C buatan seperti obor las, lampu pembasmi bakteri dan sebagainya.

Manfaat Infus Whitening Cerahkan Kulit Tubuh Secara Menyeluruh

Manfaat Sinar Ultraviolet UV A & UV B

Manfaat sinar ultraviolet yang dikenal umum adalah untuk mengubah provitamin D pada tubuh menjadi vitamin D. Kita tahu vitamin D berperan mengatur kadar kalsium dan fosfor serta membantu membangun tulang dan gigi yang kuat.

Pada dosis tertentu dengan pengawasan dokter, sinar ultraviolet juga digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit kulit. Manfaat sinar ultraviolet juga dapat membangkitkan mood ataupun suasana hati dan dapat mengurangi gejala depresi.

Berjemur di bawah sinar matahari pukul 10 pagi membantu kita mendapatkan vitamin D3 dari cahaya UVB.

Vitamin D3 inilah yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, jika kita berjemur di bawah sinar matahari pukul 10 pagi selama 15 – 20 menit.

Sinar UVA dan UVB juga membantu untuk mengobati kondisi kulit tertentu, seperti psoriasis, yaitu kondisi di mana kulit melepaskan sel-selnya terlalu cepat. Sehingga kulit akan menebal dan terlihat bersisik. Nah, paparan sinar UV inilah akan membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit dan meredakan gejala psoriasis ataupun gangguan kulitnya.

Tapi perlu diketahui juga, baiknya kamu tetap memakai lotion atau sunscreen setiap kali beraktivitas di luar ruangan.

Cara Merawat Kulit Dengan Platelet Rich Plasma Treatment

Manfaat UV C

Sementara manfaat sinar ultraviolet UV C dinilai sangat baik dalam menghancurkan bahan genetik partikel virus. Para ilmuwan menemukan bahwa mereka dapat memanfaatkan UVC untuk membunuh mikroorganisme.

Gelombang yang terkandung dalam sinar tersebut disebut bisa menonaktifkan mikroorganisme dengan cara menghancurkan asam nukleat dan mengganggu DNA mereka, sehingga mikroorganisme tidak bisa melakukan fungsi vitalnya.

Cara Aman Menikmati Sinar Matahari

Meski radiasinya berbahaya bagi kulit, sinar matahari tetap penting untuk memenuhi asupan harian vitamin D pada tubuh. Untuk tetap aman menikmati sinar matahari, sebaiknya pada jam 10 pagi dan 16 sore. Sinar matahari di pagi hari antara pukul 6 – 9 pagi masih terlalu lekat dan berbahaya bila terlalu lama di bawah matahari langsung. begiu juga matahari siang pukul 11-15 sore.

Menurut WHO, baiknya berjemur 5 hingga 15 menit sinar matahari di lengan, tangan, dan wajah kamu 2-3 kali seminggu sudah cukup untuk menikmati manfaat penambah vitamin D matahari. Jika akan berada di luar dengan paparan sinar matahari selama lebih dari 15 menit, penting untuk terus menggunakan tabir surya atau sunscreen.

Jika sahabat pandawa memiliki masalah kulit seperti psoriasis, eksim, melanoma, atau penuaan dini segera lakukan pemeriksanaan pada dokter ahli kulit. Konsultasikan pada kami melalui konsultasi dokter online gratis di nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 atau dapat mengklik link KONSULTASI GRATIS. Rahasia terjamin!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *