Molluscum Contagiosum atau Moluskum Kontagiosum adalah infeksi pada lapisan atas kulit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditandai dengan tumbuhnya bintil seukuran biji kacang hijau pada permukaan kulit. Tonjolan berwarna putih atau merah ini biasanya terasa agak keras.

Penyakit Moluskum Kontagiosum umum terjadi. Namun, anak-anak dan remaja rentan terserang penyakit tersebut. Orang dewasa yang aktif secara seksual pun berisiko mengalami kondisi ini. Bahkan, Moluskum Kontagiosum bisa menyerang seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah dan memiliki penyakit kulit lain, seperti Dermatitis Atopik.

Selain itu, Moluskum Kontagiosum menular melalui hubungan seksual jika penderita mengalami penyakit ini di bagian kelamin. Untuk itu, Moluskum Kontagiosum juga bisa menyebabkan penyakit menular seksual lainnya.

Penyebab Moluskum Kontagiosum

penyebab moluskum kontagiosum
Penyebab Moluskum Kontagiosum adalah virus Molluscum Contagiosum.

Penyebab Moluskum Kontagiosum adalah virus yang memiliki nama sama dengan penyakit ini, yaitu virus Molluscum Contagiosum. Virus ini masuk ke dalam kelompok poxvirus yang menyerang sel kulit manusia.

Virus ini menyebar melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi, yakni aktivitas hubungan seksual atau sentuhan kulit lainnya. Tak hanya itu, benda-benda yang terkontaminasi virus tersebut, seperti handuk dan berganti pakai pakaian dengan orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus Molluscum Contagiosum.

Baca juga: Benjolan-benjolan Kecil di Bawah Mata Pertanda Penyakit Syringoma

Namun, aktivitas seperti bersin, batuk, atau droplet infection tidak dapat menyebarkan virus ini. Meski demikian, virus dapat tersebar ke daerah tubuh lain pada tubuh penderita dengan cara autoinokulasi (yaitu apabila bintil Molluscum tergaruk dan penderitanya menggaruk daerah tubuh lain).

Faktor risiko lain yang dapat memicu seseorang terserang penyakit ini, antara lain:

  • Remaja dan anak-anak, terutama umur 1 – 10 tahun
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Terserang penyakit kulit lain, seperti Dermatitis Atopik
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu
  • Sering melakukan aktivitas seksual yang tidak aman

Gejala Moluskum Kontagiosum

gejala moluskum kontagiosum
Pada anak-anak, umumnya bintil tumbuh di sekitar lengan, perut, dada, leher, dan wajah.

Gejala yang paling umum dari penyakit ini yaitu munculnya bintil-bintil seukuran biji kacang hijau pada permukaan kulit. Tonjolan berwarna putih atau merah ini biasanya terasa agak keras. Gejala Moluskum Kontagiosum lainnya adalah:

  • Di atas bintil terlihat seperti cekungan, bahkan ada yang seperti memiliki titik.
  • Beberapa bintil ada yang terasa gatal.
  • Bintil dapat menyebar ke area kulit lainnya dan mudah menular pada orang lain.
  • Jika pecah, akan keluar cairan putih kekuningan. Cairan ini dapat menularkan Molluscum Contagiosum.
  • Terkadang ketika akan sembuh, bintil bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan mengalami pembengkakan ringan meskipun tidak terasa menyakitkan.

Jumlah bintil Moluskum Kontagiosum yang tumbuh biasanya sekitar 20 hingga 30. Namun pada orang dengan imunitas yang rendah, jumlah bintil bisa melebihi itu. Benjolan ini memiliki ukuran dengan lebar sekitar 2 sampai 5 milimeter dan memiliki bintik di bagian tengah.

Bintil dapat tumbuh di berbagai area atau bagian tubuh. Pada anak-anak, umumnya bintil tumbuh di sekitar lengan, perut, dada, leher, dan wajah.

Sedangkan pada orang dewasa, bintil umumnya tumbuh di tubuh bagian bawah akibat aktivitas seksual. Misalnya area perut bawah, alat kelamin, bokong, serta lipat paha.

Namun pada kasus yang jarang terjadi, bintil Molluscum Contagiosum ada yang tumbuh di sekitar kelopak mata, rongga mulut, telapak kaki, dan telapak tangan.

Benjolan biasanya tidak disertai dengan peradangan (pembengkakan dan kemerahan), kecuali jika Anda menggaruk benjolan tersebut sehingga menyebabkan virus menyebar sebaris atau mengelompok, kondisi ini disebut crop.

Pengobatan Moluskum Kontagiosum

pengobatan moluskum kontagiosum
Sejumlah prosedur medis dilakukan untuk mengangkat atau menghancurkan bintil-bintil.

Moluskum kontagiosum akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Akan tetapi, pada beberapa keadaan tertentu dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

Jika Moluskum Kontagiosum muncul di kelopak mata, virus dapat menyebar ke mata dan menyebabkan gejala penyakit mata merah yang menular.

Baca juga: Gatal-gatal pada Area Kewanitaan, Apakah Eksim atau Jamur?

Gawatnya lagi, Moluskum Kontagiosum bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Hal ini disebabkan oleh penyebaran virus yang dapat menular melalui hubungan seksual.

Untuk menghentikan penyebaran dan komplikasi lebih jauh, Anda sebaiknya langsung melakukan pengobatan ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis awal melalui riwayat kesehatan, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan fisik.

Apabila ada kecurigaan lain mengenai diagnosa bintil-bintil yang tumbuh, Anda disarankan untuk melakukan biopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel kulit yang mengalami kelainan, lalu menelitinya dengan menggunakan mikroskop.

Jika Anda bintil-bintil yang muncul di permukaan kulit Anda positif sebagai gejala penyakit Moluskum Kontagiosum, dokter akan melakukan sejumlah prosedur medis untuk mengangkat atau menghancurkan bintil-bintil yang muncul dengan cara:

  • Terapi laser

Prosedur ini akan memusnahkan sel-sel Molluscum Contagiosum dengan sinar laser.

  • Cryotherapy

Pada teknik ini, Molluscum Contagiosum akan diangkat dengan terlebih dahulu dibekukan menggunakan nitrogen cair.

  • Scraping

Bintil-bintil Molluscum Contagiosum akan dihilangkan dengan menggunakan alat pengikis yang terbuat dari logam.

  • Diathermy

Energi panas akan digunakan untuk menghilangkan bintil Molluscum Contagiosum di kulit.