MUDAH MENULAR LEWAT AIR LIUR, KENALI PENYAKIT MONONUKLEOSIS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Penyakit Mononukleosis
penyakit mononukleosis dapat menular melalui air liur, bersin, dan berciuman.

 

Penyakit bisa saja ditularkan dengan berjenis-jenis macam cara yang bisa bisa terjadi pada tubuh manusia. Salah satunya penyakit Mononukleosis, penyakit yang diketahui dengan sebutan “the kissing disease”.

Hal hal yang demikian terjadi karena penyebaran virus infeksi yang ditularkan melalui air liur, atau droplet yang keluar saat bersin maupun saat batuk. Virus hal yang demikian bisa ditularkan melalui cairan tubuh lainnya seperti darah dan semen. Tapi, jarang seseorang terjangkit mononukleosis dampak transfusi darah atau kontak seksual.

 

Penyebab Penyakit Mononukleosis

Penyebab utamanya yaitu adanya virus Epstein-Barr atau EBV. Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui kontak air liur atau cairan tubuh lainnya, seperti darah atau sperma dari yang terinfeksi.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko penyebaran virus EBV antara lain:

  • Berbagi sikat gigi
  • Batuk dan bersin tak ditutupi
  • Hubungan seksual
  • Berciuman
  • Berbagi peralatan makanan atau minum tanpa mencucinya lebih dulu
  • Transplantasi organ

Ketika air liur orang yang terinfeksi virus EBV masuk ke dalam tubuh Anda, virus ini kemudian mulai menginfeksi sel di permukaan dinding tenggorokan. Tubuh secara alami akan mengeluarkan sel darah putih, yakni limfosit B, untuk melawan infeksi hal yang demikian.

Sel limfosit B yang berisi virus EBV ini kemudian akan ditangkap oleh metode kelenjar getah jernih yang tersebar di bermacam-macam bagian tubuh. Alhasil, virus akan tersebar luas di dalam tubuh Anda.

 

Gejala Penyakit Mononukleosis

Gejala yang dialami hampir sama dengan gejala flu pada umumnya, merupakan demam, rasa menggigil, nyeri otot dan sendi, lemas, gampang lelah, tak nafsu makan, nyeri tenggorok, pembesaran kelenjar getah bening yang terasa nyeri, pembesaran amandel (amandel), dan nyeri kepala.

Selain itu, dapat pula disertai dengan ruam berupa bintik merah dan pembesaran hati serta limpa. Seandainya pembesaran hati dan limpa terjadi, dapat pula muncul jaundice merupakan perubahan kulit menjadi kuning.

 

Faktor Risiko Penyakit Mononukleosis

Mereka yang mempunyai risiko tinggi terkena penyakit ini ialah para pekerja medis/ kesehatan yang kerap kali terpapar dengan pasien yang terinfeksi. Selain itu, mereka yang mempunyai cara pertahanan tubuh yang lemah juga sangat rentan terinfeksi virus penyebab mononukleosis, seperti pada pasien HIV, pasien yang menjalani kemoterapi, pasien yang mendapatkan terapi kortikosteroid waktu panjang, dan lain-lain.

 

Pencegahan Penyakit Mononukleosis

Pencegahan terbaik untuk menghindari penyakit mononukleosis adalah tidak berciuman atau menggunakan gelas dan alat makan yang sama dengan pasien yang sedang terinfeksi. Pasien yang terinfeksi sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah terjadinya penularan. Berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Apa yang Membuat Mononukleosis Berbahaya?

Meski kebanyakan kasus mononukleosis tidak serius, dalam beberapa kasus penyakit ini bisa berkembang menjadi beberapa komplikasi serius, seperti:

  1. Pembesaran Limpa

Proses penyembuhan total yang berlangsung lama, yakni 1 hingga 2 bulan, dapat menyebabkan munculnya beberapa kondisi. Pengidap mononukleosis bisa saja harus menunggu setidaknya 1 bulan sebelum bisa melakukan aktivitas berat, mengangkat benda berat, atau berolahraga berat. Hal ini bertujuan untuk mencegah pecahnya limpa, yang mungkin bengkak karena infeksi.

  1. Peradangan Hati

Hepatitis (radang hati) atau penyakit kuning (kulit dan mata menguning) kadang-kadang dapat terjadi pada orang yang memiliki mono.

Selain 2 hal tadi, ada juga beberapa komplikasi langka, yang juga dapat diakibatkan oleh infeksi mononukleosis, yaitu:

  • Anemia, yang merupakan penurunan jumlah sel darah merah.
  • Trombositopenia, yang merupakan penurunan trombosit, bagian dari darah yang memulai proses pembekuan.
  • Gangguan jantung.
  • Komplikasi yang melibatkan sistem saraf, seperti meningitis atau sindrom Guillain-Barré.
  • Pembengkakan amandel yang bisa menghalangi pernapasan

Tidak hanya komplikasi-komplikasi yang telah dijabarkan itu, penyakit yang disebut infeksi EBV kronis dapat terjadi jika gejalanya berlangsung lebih dari enam bulan. EBV akan tetap tidak aktif dalam sel darah selama sisa hidup, dan kadang-kadang dapat diaktifkan kembali tanpa gejala. Dimungkinkan untuk menyebarkan virus ke orang lain melalui kontak dengan air liur selama waktu ini.

EBV juga membentuk infeksi seumur hidup yang tidak aktif dalam sel sistem kekebalan tubuh. Dalam beberapa kasus yang sangat jarang, orang yang membawa virus mengembangkan limfoma Burkitt atau karsinoma nasofaring, yang keduanya merupakan kanker langka. EBV tampaknya berperan dalam pengembangan kanker ini. Namun, EBV mungkin bukan satu-satunya penyebab.

Itulah sedikit penjelasan tentang penyakit mononukleosis. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter Klinik Pandawa.

 

Tangani bersama Klinik Pandawa

Klinik pandawa didukung dan dilayani oleh para dokter ahli dan berpengalaman khususnya Penyakit menular dengan berbagai penyebabnya. Dibantu oleh para asisten yang berpengalaman, alat-alat medis pemeriksaan dan pengobatan yang lengkap dan canggih, termasuk laboratorium, USG dan rontgen.

Klinik Pandawa merupakan klinik spesialis kulit dan kelamin, andrologi, ginekologi, dermatitis, bedah maupun Estetika.

Sudah banyak pasien yang berhasil disembuhkan dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami