NEURODERMATITIS GEJALA DAN PENGOBATANNYA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Neurodermatitis adalah penyakit kulit kronis yang diawali dengan bercak kulit yang terasa gatal. Kondisi kulit yang juga dikenal dengan nama lichen simplex chronicus ini apabila digaruk akan terasa semakin gatal. Bercak kulit yang terasa sangat gatal umumnya timbul pada leher, pergelangan tangan, lengan, paha atau pergelangan kaki.

Penyakit kulit ini tidak berbahaya dan juga tidak menular, tetapi rasa gatalnya dapat mengganggu waktu tidur, aktivitas seksual, dan kualitas hidup penderitanya. Hal itu disebabkan gatal akan terasa betul-betul saat penderita sedang beristirahat, tidur, atau merasa tertekan.
Penanganan neurodermatitis berupaya menahan keinginan menggaruk pada daerah yang terasa gatal. Oleh sebab itu, faktor penyebabnya perlu diketahui, agar penderita bisa menghindari dan mencegah neurodermatitis menjadi semakin parah.

Gejala Neurodermatitis

Gejala neurodermatitis diawali dengan timbulnya bercak pada pemukaan kulit yang terasa gatal. Bercak tersebut biasanya hanya satu atau dua, dan jarang muncul bercak yang banyak. Bercak yang terasa gatal ini dapat muncul di kepala, leher, pergelangan tangan, lengan, pergelangan kaki, hingga alat kelamin skrotum, atau dubur.

Beberapa gejala neurodermatitis lainnya adalah :

  1. Rasa amat sangat gatal yang dapat terjadi terus menerus atau muncul timbul. Rasa gatal terutama terjadi saat sedang berisitirahat atau sedang merasa tertekan dalam hidup.
  2. Sekiranya terjadi pada kulit kepala, maka bercak gatal dapat disertai rasa nyeri dan menyebabkan kerontokan rambut karena digaruk terus menerus.
  3. Timbul luka terbuka yang berdarah pada bercak kulit yang gatal karena berulang kali digaruk hingga dapat memicu infeksi.
  4. Komponen kulit yang terasa gatal akan bertekstur kasar atau bersisik karena terus menerus digaruk, dan akan semakin
    terasa gatal sehingga penderita akan cenderung menggaruk terus dan menyebabkan kulit semakin tebal.
  5. Bercak pada kulit akan terlihat lebih terlihat serta berwarna merah atau lebih gelap dari kulit sekelilingnya.

 

Penyebab dan faktor Resiko Neurodermatitis

Penyebab pasti munculnya neurodermatitis masih belum diketahui hingga saat ini, namun kondisi ini diduga berkembang saat terjadi respon syaraf yang berlebihan terhadap sebagian kondisi, seperti pakaian yang ketat atau gigitan serangga. Pemicu rasa gatal lainnya pada kasus neurodermatitis antara lain cedera pada syaraf, kulit kering, keringat, cuaca panas, serta aliran darah yang kurang baik. Pada kasus tertentu, neurodermatitis juga berkaitan dengan kondisi kulit lainnya, seperti eksim, psosiaris, atau reaksi alergi. Sebagian faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena neurodermatitis adalah sebagai berikut:

  1. Gangguan kecemasan.
    Stres dan rasa tertekan bisa memicu rasa gatal yang berkaitan dengan neurodermatitis.
  2. Usia dan jenis kelamin.
    Wanita lebih berisiko terkena neurodermatitis, kondisi ini juga cenderung muncul pada penderita yang berusia 30 hingga 50 tahun.
  3. Riwayat penyakit keluarga.
    Seandainya ada anggota keluarga penderita dermatitis, eksim, psoriasis, atau mengalami ganguan kecemasan, maka risiko terkena neurodermatitis lebih besar.

 

Diagnosis Neurodermatitis

Diagnosis neurodermatitis diawali dengan menanyakan gejala yang dialami penderita, terutama awal mula munculnya gatal, serta tindakan yang dilakukan penderita. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada kulit yang terasa gatal.Jika dokter curiga ada penyebab lain, dokter kulit dapat melakukan biopsi kulit dengan mengambil sampel kulit dan mengidentifikasi kelainan kulit di bawah mikroskop. Pemeriksaan lain yang juga dilakukan adalah tes alergi, jika sekiranya diduga yang menyebabkan rasa gatal adalah respon reaksi alergi.

Pengobatan Neurodermatitis

Pengobatan pada penderita neurodermatitis bertujuan untuk mengendalikan rasa gatal, mencegah penderita untuk menggaruk, serta menangani penyebab rasa gatal.Sebagian upaya yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk membantu meredakan gejala neurodermatitis, yaitu

  1. Berhenti menggosok dan menggaruk, sebab dapat memperburuk kondisi kulit.
  2. Lindungi kulit dengan perban atau kain bersih, agar terlindungi dan mencegah penderita menggaruknya.
  3. Kompres kulit dengan kain dingin yang basah, sehingga rasa gatal bisa mereda.
  4. Gunting kuku-kuku Anda. Kuku yang terpotong pendek akan mencegah kulit rusak lebih parah saat menggaruk.
  5. Mandi dengan air hangat.
  6. Lembapkan kulit dengan losion tanpa pewangi.
  7. Hindari kondisi yang dapat memicu neurodermatitis, seperti pakaian yang terlalu ketat, rasa khawatir, dan stres.

Apabila upaya di rumah belum dapat meredakan gejala, dokter dapat memberi obat-obatan untuk menyelesaikan keluhan yang diderita pasien. Obat-obatan tersebut berupa:

  1. Krim anti peradangan.
    Dokter akan meresepkan krim kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal pada kulit.
  2. Obat antihistamin.
  3. Kortikosteroid suntik.
    Dokter dapat menyuntikkan kortikosteroid langsung pada kulit yang terkena neurodermatitis. Prosedur ini berguna untuk membantu proses penyembuhan.
  4. Obat penenang.
    Obat penenang atau obat anticemas diberikan untuk mengurangi rasa khawatir, cemas dan stres yang dapat memicu neurodermatitis.

Di samping pemberian obat, terdapat beberapa terapi lain yang bisa dilakukan guna membantu mengatasi gejala. Terapi sinar yang digunakan secara langsung pada area bercak dapat meredakan rasa gatal. Selain itu, psikoterapi juga dapat bisa membantu menolong penderita mengendalikan emosi dan tingkah laku, sehingga dapat mengurangi rasa gatal dan keinginan menggaruk, agar gejala bertambah parah.

Komplikasi Neurodermatitis

Neurodermatitis atau lichen simplex chronicus ini dapat menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi, antara lain infeksi kuman/bakteri pada kulit, perubahan warna kulit dan bekas luka yang permanen. Neurodermatitis sirkumskripta atau juga disebut dengan liken simpleks kronik merupakan penyakit gatal-gatal lokal yang berlangsung kronik, lesi disebabkan garukan dan gosokan berulang, dengan gambaran likenifkasi berbatas tegas. umumnya mengenai orang dewasa, kebanyakan pada umur 30-50 tahun. lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. Patofisiologi yang mendasari penyakit ini tidak diketahui tetapi mungkin melibatkan perubahan pada system saraf yang menerima dan memproses sensasi gatal. Gatal yang berat merupakan gejala dari liken simplek kronik. Gatal bisa paroksismal, terus menerus, atau sporadik. Penggosokan dan penggarukan berulang menyebabkan terjadinya likenifikasi (penebalan kulit dengan garis-garis kulit semakin terlihat), plak yang berbatas tegas dan ekskoriasi, sedikit edematous, lambat laun eritema dan edema menghilang, bagian tengah berskuama dan menebal, sekitarnya hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas. Liken simplek kronik dapat didiagnosis banding dengan dermatitis atopi, dermatitis seboroik, dermatitis kontak alergi, dan liken planus. Terapi yang dapat diberikan pada liken simplek kronik adalah steroid topical, antiaxietas, dan antibotik topical bila sudah terjadi infeksi sekunder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami