Miss V Terasa Nyeri Usai Bercinta? Mungkin Ini Dia Penyebabnya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Nyeri pada Vagina Usai Bercinta Ini Dia Penyebabnya!

nyeri pada vagina

Sahabat pandawa, tak banyak wanita mengeluhkan nyeri pada vagina setelah usai berhubungan intim. Ahli mengungkapkan, seperti perubahan posisi, setelah persalinan, penggunaan produk, faktor umur pun bisa membuat rasa perih atau nyeri pada vagina.

Penting untuk mencari tahu pemicu dan menemukan solusinya. Karena, sahabat pandawa tidak boleh pasrah begitu saja soal ini.

Dilansir Healthline, rasa kurang nyaman akibat miss v sakit, perih, dan lecet setelah berhubungan intim umumnya muncul dari vulva. Vulva adalah bagian luar alat kelamin wanita. Organ sensitive ini terdiri atas labia atau bibir vagina, klitoris, lubang vagina, dan lubang uretra.

 

Penyebab Nyeri pada Vagina                        

Cara mengatasi nyeri pada vagia setelah berhubungan intim perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Kamu melewatkan foreplay

Seperti yang diketahui bila vagina kering bisa membuat hubungan tidak nyaman, tetapi perlu diulangi bahwa hal ini merupakan penyebab paling umum nyeri pada vagina setelah berhubungan seks.

Vagina kering diketahui disebabkan oleh karena kurangnya pelumas alami yang dikeluarkan. Sebab itu kamu butuh pemanasan atau foreplay sebelum penetrasi.

Kalau kamu termasuk yang tidak sabaran, kamu juga bisa memanfaatkan pelumas tambahan untuk mencegah nyeri pada vagina.

  1. Terlalu agresif

Menurut salah satu ahli dan dosen kedokteran seksual wanita bagian kebidanan dan ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, hal ini tentu bisa membuat nyeri pada vagina apabila pasanganmu terbilang agresif.

Apalagi bila kamu memang kurang pelumas, aktivitas seksual yang menggairahkan itu bisa menyebabkan sedikit robekan atau luka gesekan pada jaringan vagina kamu.

  1. Nyeri pada Vagina juga bisa karena Salah Posisi

Seorang psikolog klinis dan terapis seksual, Janet Brito, PhD, menyebutkan, bila posisi seks tertentu bisa saja menjadi pemicu miss V nyeri. Untuk menghindarinya, kamu bisa bereksperimen dan pilih posisi optimal untuk tubuh kamu dan pasangan. Karena seperti yang dijelaskan, bila salah posisi dan pasangan terlalu agresif tentu mengurangi rasa kenikmatan.

  1. Kamu mengalami infeksi

Bercinta bisa menjadi tak nyaman bila kamu mengalami infeksi jamur vagina. Gairah seksual juga cenderung meningkatkan kelembapan vagina, yang bisa memperparah rasa gatal, ketidaknyamanan, atau rasa panas hingga keluar cairan tak normal dari vagina.

Bilamana ada gejala infeksi vagina, cara tercepat mengatasinya adalah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ada penyakit infeksi vagina seperti vulvodynia dan vulvitis yang mana membuat peradangan pada miss v dan bengkak.

Semakin cepat ke dokter, semakin baik. Infeksi pada vagina yang tidak serius ditangani dapat menimbulkan komplikasi seperti disfungsi seksual.

  1. Penggunaan Pengaman Berbahan Lateks

Alergi lateks dari kondom juga bisa jadi penyebab nyeri pada vagina, perih, atau sakit setelah berhubungan intim. Alergi lateks pada kondom bisa menyebabkan iritasi miss v dan area intim terasa nyeri.

Cara mengatasi nyeri pada vagina setelah berhubungan intim akibat alergi lateks yakni menghindari kondom lateks. Ada berbagai pilihan kondom bebas lateks, salah satunya kondom poliuretan.

Konsultasikan ke dokter terkait jenis alat pengaman paling pas dan aman untuk kamu.

  1. Adanya Masalah Kesehatan Kelamin

Area sekitar miss V nyeri setelah berhubungan intim juga bisa jadi tanda masalah kesehatan. Beberapa penyakit terkait kondisi ini di antaranya: Endometriosis, Fibroid uterus, Vulvodynia, Penyakit radang panggul, Vaginismus, Wasir, ataupun Kista ovarium.

Bila sahabat pandawa mencurigai ada masalah kesehatan tertentu pada organ reproduksi wanita, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter ahlinya.

 

Diagnosis Nyeri pada Vagina

Bila sahabat pandawa mengalami keluhan miss V nyeri berulang-ulang. Jangan malu untuk mendiskusikan dengan pasangan kamu dan segera lakukan pemeriksaan.

Dokter awalnya akan mengumpulkan informasi mengenai riwayat kesehatan kamu, melakukan pemeriksaan fisik, dan jika perlu, melakukan satu atau lebih pemeriksaan lainnya.

Kemudian dokter juga bisa mengambil sampel dari vagina untuk memastikan gejala tidak terjadi akibat infeksi atau gangguan pada kulit dan area genital.

Dokter juga dapat melakukan tes cotton swab. Tes ini dilakukan dengan cara memberikan tekanan lembut pada area vulva untuk menilai tingkat keparahan rasa sakit.

Jika ditemukan luka, benjolan, ataupun perubahan warna pada vulva, dokter bisa melakukan biopsi. Pengecekan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan vulva untuk diperiksa di laboratorium, sehingga diketahui ada tidaknya jaringan yang abnormal.

 

Kapan harus ke dokter?

Apabila sahabat pandawa mengalami keluhan nyeri pada vagina beberapa kali dalam waktu yang lama, segera atasi bersama dengan dokter kulit dan kelamin terpercaya.

Kunjungi untuk mendapatkan pengobatan penyakit kelamin optimal bersama Klinik Pandawa. Salah satu klinik kulit dan kelamin ini telah berpengalaman dan terpercaya mengatasi berbagai seputar kelamin wanita (ginekologi) ataupun pria (andrologi).

Sahabat Pandawa bisa langsung berkonsultasi online dengan dokter ahli kami dan reservasi di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layananKami siap melayani.

 

 

referensi:
Medicalnewstoday. Vaginal pain: Causes and How to treat it.
Nhs.uk. Vulvodynia
Cleaveandclinic. 5 reason vagina hurts

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *