Nyeri Panggul: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengobati

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

nyeri panggul

Tahukah sahabat pandawa bila wanita maupun pria bisa mengalami nyeri panggul? Yup, siapa saja bisa mengalami nyeri ini dan penyebabnya pun banyak. Nyeri panggul yang dialami bisa terasa ringan hingga berat. Jika seseorang merasakan nyeri pada panggul lebih dari 6 bulan, kondisi tersebut bisa dikategorikan nyeri panggul kronis.

Area panggul berada di bagian bawah perut dan nyeri ini bisa melibatkan permasalahan pada tulang panggul, atau pada organ reproduksi internal pada seseorang, apalagi pada wanita. Bagi wanita yang mengalami nyeri ini terkadang mengalami masalahnya di area vagina, leher rahim, saluran telur maupun indung telur. Nyeri pada panggul secara umum bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, meliputi infeksi saluran kemih, peradangan pada usus, hingga hernia.

Apalagi kalau nyeri dipanggul diiringi gejala lain yang bisa saja mengganggu aktivitas segera periksakan diri pada ahlinya.

Gejala Nyeri Panggul

Gejala yang bisa dialami pada penderita bisa bervariasi, dan semua tergantung dari penyebab nyeri. Nah berikut beberapa gejala yang perlu kamu awasi baik wanita maupun pria, diantaranya adalah:

  • Keram saat menstruasi
  • Perdarahan, atau bercak diantara periode menstruasi dan pasca
  • Kesulitan atau nyeri saat buang air kecil
  • Diare atau konstipasi
  • Feses berdarah
  • Nyeri saat aktivitas seksual
  • Demam
  • Mengigil
  • Nyeri pada pangkal paha
  • Kembung
  • Gas yang berlebihan
  • Nyeri pada selangkangan

Ketika nyeri pada area panggul disertai dengan satu atau lebih gejala seperti di atas, lantas kamu harus secepatnya berkonsultasi dengan ahli.

 

Baca juga: Waspada Bila Vagina Keluar Darah Saat Tidak Menstruasi, Ini Dia Penyebabnya

Pemicu Nyeri Pinggul

Ada banyak sekali kemungkinan penyakit yang memicu terjadinya nyeri dipanggul. Beberapa pemicu diantaranya meliputi:

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih atau ISK pasti sudah sering mendengarnya. Infeksi yang disebabkan mayoritasnya oleh bakteri ini menyerang uretra, kandung kemih, maupun ginjal. ISK bisa menyerang siapa saja, dan biasanya sering dialami oleh wanita.

Umumnya nyeri panggul yang disebabkan infeksi saluran kemih bisa disertai dengan rasa tak nyaman, nyeri saat buang air kecil, sensasi panas, warna urin yang pekat, mengalami demam dan nyeri punggung.

Infeksi menular seksual

Pemicu selain infeksi saluran kemih, nyeri pinggul juga bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual. penyakit infeksi menular sendiri terdiri gonore, klamidia, kandidia, sifilis, trikomoniasis, kondiloma, dan herpes kelamin.

Beberapa penyakit IMS ini bisa menimbulkan nyeri pinggul seperti pada gonore, klamidia dan kandidiasis. Nyeri panggul akibat infeksi menular seksual sering disertai juga dengan adanya darah pada urine, keputihan berlebihan, hingga rasa nyeri tak tertahankan saat beraktivitas seksual dengan pasangan.

Hernia

Hernia atau dikenal dengan turun berok merupakan kondisi yang terjadi pada saat organ dalam tubuh kamu menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Akibatnya, akan terasa nyeri panggul tak tertahankan. Tetapi rasa nyeri ini hanya muncul ketika berada dalam posisi tertentu dan hilang saat berbaring.

Baik wanita dan pria pun bisa mengalami kondisi turun berok ini. Pada pria juga bisa merasakan nyeri dan bengkak di area testis.

Usus Buntu

Kalau sakit pinggul disertai dengan rasa sakit di perut bawah, bisa jadi pertanda usus buntu. Meski begitu, rasa nyeri juga bisa terasa di sekitar pusar dan perlahan bergerak ke perut kanan bawah. Biasanya, rasa nyeri semakin meningkat ketika menarik napas panjang, bersin, atau batuk.

Penderita usus buntu pun bisa merasakan gejala seperti mual-mual, muntah, hilang nafsu makan, demam, dan konstipasi (sembelit) atau di sisi lain mengalami diare.

Cytitis

Penyakit yang memicu nyeri pada perut bawah lainnya yaitu cystitis. Di mana peradangan kantung kemih karena ada infeksi di saluran kemih. Akibatnya, akan terasa tekanan dan nyeri di perut bawah dan panggul.

Gejala umumnya seperti demam tinggi, tidak bisa menahan buang air kecil, ada darah saat kencing, hingga urine berbau menyengat. Untuk mendetesi penyakit apa yang memicu terjadinya nyeri diperut bawah, sebaiknya jangan tunda untuk periksakan diri ke dokter.

Diagnosis Nyeri Panggul

Diagnosis atau pendeteksian bertujuan untuk mencari tahu penyebab munculnya nyeri pada perut bawah. Proses diagnosis biasanya diawali dengan pemeriksaan gejala, fisik, dan riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh.

Selanjutnya, pemeriksaan bisa dilanjutkan dengan melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan tambahan. Beberapa prosedur yang bisa dijalani untuk menentukan penyebab dari nyeri pada panggul, diantaranya:

  • Tes darah
  • Tes urine
  • USG panggul
  • MRI
  • Laparoskopi panggul
  • Sistoskopi
  • Kolonoskopi

Faktor Risiko Nyeri Panggul

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kondisi nyeri perut bawah, diantaranya:

  • Disfungsi dasar panggul (pelvic floor)
  • Aktivitas seksual tak aman, berisiko penyebaran penyakit infeksi menular seksual.
  • Gangguan kehamilan, seperti kehamilan ektopik atau keguguran.
  • Konstipasi (sembelit) berkepanjangan.

Pengobatan Nyeri Panggul

Pengobatan nyeri panggul akan disesuaikan dengan penyebabnya. Pasien dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter dan mencari tahu pemicu pasti timbulnya nyeri diperut bawah. Setelah pemicu nyeri dipanggul diketahui, dokter lanjut menentukan langkah penanganan yang tepat.

Apabila nyeri di perut bawah disebabkan oleh infeksi saluran kemih ataupun infeksi menular seksual, maka penanganan bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik.

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dokter akan menyesuaikan dengan penyebabnya. Dan tentu diagnosis serta pemeriksan fisik akan dilakukan.

Bila ada pertanyaan atau ingin buat janji dengan dokter hubungi nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi . Lebih cepat dideteksi, maka pengobatan pun bisa lebih cepat dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *