Mengenal Hymenoplasty, Operasi Keperawanan Pada Selaput Dara

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

operasi keperawananOperasi keperawanan seringkali dilakukan oleh kaum wanita dengan berbagai alasan. Banyak wanita yang berpikir bahwa operasi selaput dara dapat menjadikan seorang wanita kembali perawan.

Sebelum kita membahas mengenai operasi keperawanan atau hymenoplasty, maka sebaiknya kita mengetahui lebih dalam mengenai kaitan antara selaput dara dengan keperawanan terlebih dahulu. Keperawanan seringkali dihubungkan dengan keadaan selaput dara. Selaput dara dijadikan sebagai patokan bagi keperawanan seseorang. Wanita yang masih perawan sering diidentikkan dengan selaput daranya yang masih utuh dan belum mengalami perobekan.

Padahal definisi keperawanan sebenarnya adalah ketika seorang wanita belum atau tidak pernah memasukkan penis ke dalam vagina atau melakukan hubungan seksual secara penetrative.

Jadi secara medis, operasi keperawanan atau selaput dara sebenarnya tidak dapat mengembalikan keperawanan seorang wanita. Hanya saja, prosedur operasi ini dapat membantu memperbaiki selaput dara atau organ intim wanita agar tampak seperti belum pernah melakukan hubungan seksual.

Mari kita simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui lebih dalam tentang selaput dara dan operasi selaput dara atau operasi keperawanan yang dikenal dengan istilah hymenoplasty.

 

Definisi Selaput Dara

Selaput dara merupakan lapisan selaput tipis yang terletak merentang pada bagian bawah vagina dan melapisi bukaan vagina wanita. Fungsi dari selaput dara adalah untuk menyaring kotoran atau bakteri agar tidak langsung masuk ke dalam vagina. Bentuk selaput dara bervariasi pada tiap wanita, begitu pula dengan elastisitas dan ketebalannya.

Pada umumnya, selaput dara memiliki bentuk yang menyerupai cincin dengan lubang kecil ditengahnya. Lubang tersebut berfungsi sebagai lubang tempat keluarnya darah menstruasi. Ukuran lubang pada selaput dara wanita dapat bervariasi. Namun, biasanya memiliki ukuran sebesar jari atau tampon ukuran kecil.

Bentuk dari selaput dara wanita umumnya dapat berubah seiring bertambahnya usia. Selaput dara mulai mengalami perubahan ketika seorang remaja mulai memasuki masa pubertas. Tidak hanya terjadi perubahan bentuk, namun elastisitas selaput dara seorang remaja wanita juga akan mengalami perubahan. Selaput dara remaja wanita cenderung akan berubah menjadi lebih elastis ketika memasuki masa remaja.

Ketika dewasa, selaput dara wanita akan berubah menjadi lebih tebal dibandingkan saat remaja. Perubahan yang terjadi pada selaput dara tersebut dipengaruhi oleh terjadinya perubahan hormon, yaitu hormon estrogen.

Operasi keperawanan umumnya dilakukan apabila selaput dara ini robek. Dokter akan membuat selaput dara tersebut kembali seperti keadaan semula melalui tindakan operasi.

 

Klasifikasi Bentuk Selaput Dara

Selaput dara dapat digolongkan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuknya, yaitu:

  1. Normal Hymen.

Pada kondisi ini selaput dara dan lubang vagina sama-sama masih utuh dan berukuran normal sehingga mudah untuk keluar darah saat menstruasi dan melakukan hubungan seksual.

  1. Microperforate Hymen.

Selaput dara yang mengalami mikroperforasi hanya terdapat sedikit sekali pembukaan pada lapisan selaputnya. Kondisi ini memberikan gangguan pada keluarnya darah menstruasi dari vagina dan kesulitan saat berhubungan seksual. Penetrasi penis ke dalam vagina dengan selaput dara tipe ini dapat menyebabkan terjadinya pendarahan yang agak banyak.

Mikroperforasi selaput dara ini umumnya dapat diatasi dengan operasi keperawanan. Dokter akan membuat robekan atau pembukaan dengan membuang kelebihan jaringan pada selaput dara, sehingga lubang pada selaput dara menjadi berukuran normal dan memudahkan keluarnya darah menstruasi.

  1. Imperforate Hymen

Imperforasi selaput dara merupakan sebuah kondisi dimana selaput dara menutupi seluruh lubang vagina. Hal ini termasuk anatomi selaput dara yang berbahaya. Kondisi kelainan ini membuat darah menstruasi tidak bisa keluar dari vagina wanita tersebut sehingga penderita akan mengalami sakit perut yang hebat.

Pada kasus ini akan terdeteksi terdapat banyak sekali darah di dalam perut. Hal ini disebabkan karena darah yang terdapat pada rahim kembali lagi melalui saluran indung telur dan keluar mengisi seluruh perut. Darah yang menumpuk tersebut dapat menyebabkan gangguan seperti sakit perut atau sakit punggung, serta rasa nyeri ketika buang air besar dan buang air kecil.

Sebenarnya imperforasi selaput dara dapat dideteksi sejak lahir. Namun Sebagian besar kondisi ini baru terdeteksi ketika wanita mulai memasuki masa pubertas dan mengalami menstruasi.

Kondisi kelainan ini dapat diatasi melalui operasi keperawanan. Dokter akan membuat pembukaan atau robekan pada selaput dara dan menjadikan lubang vagina berukuran normal sehingga darah menstruasi dapat keluar dengan lancar.

       4. Septate Hymen

Septate selaput dara merupakan sebuah kondisi dimana selaput dara memiliki pembatas atau sekat di tengah-tengah lubangnya dan menjadikannya tampak seperti memiliki dua bukaan. Hymen yang bersekat umumnya tetap dapat mengeluarkan darah menstrusi seperti hymen normal. Akan tetapi, ketika berhubungan seksual dapat menimbulkan terjadinya pendarahan akibat tebalnya sekat atau pembatas tersebut.

Kelainan selaput dara ini juga dapat diatasi dengan operasi keperawanan. Dokter akan menghilangkan septate tersebut dengan membuang kelebihan jaringan sehingga bukaan vagina dapat berukuran normal kembali.

 

Penyebab Selaput Dara Robek

Pada beberapa negara, termasuk di Indonesia, keperawanan menjadi simbol kesucian dan moralitas seorang wanita. Keperawanan seringkali diartikan sebagai kondisi selaput dara wanita yang masih utuh saat pertama kali berhubungan seksual. Wanita dianggap sudah tidak perawan lagi apabila vagina tidak berdarah ketika berhubungan seksual untuk pertama kalinya.

Untuk beberapa kasus tertentu, penetrasi seksual belum tentu dapat merobek selaput dara wanita. Hal ini dikarenakan selaput dara terkadang sangat tebal dan sangat elastis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang wanita tidak dapat dianggap tidak perawan apabila tidak keluar darah pada saat penetrasi seksual pertama kali dilakukan.

Sejatinya keutuhan selaput dara tidak dapat menjadi tolak ukur keperawanan seorang wanita. Hal ini dikarenakan robeknya selaput dara wanita tidak hanya dapat disebabkan oleh hubungan seksual atau penetrasi penis ke vagina, namun juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain. Berikut ini beberapa faktor penyebab yang dapat menyebabkan vagina robek

  • Penetrasi penis ke vagina saat melakukan hubungan seksual
  • Olahraga ataupun aktivitas fisik berat lainnya, seperti ketika terjatuh dari kendaraan bermotor, ketika bersepeda, ataupun ketika menunggang kuda.
  • Pemakaian tampon.
  • Menggunakan jari atau sex toys saat masturbasi
  • Penggunaan alat khusus seperti spekulum pada saat melakukan pemeriksaan ginekologi yang dimasukkan ke dalam vagina.

 

Definisi Operasi Selaput Dara

Operasi selaput dara atau operasi keperawanan merupakan prosedur bedah plastik yang bertujuan untuk merekonstruksi kembali dan memperbaiki selaput dara yang telah robek.

Prosedur ini dikenal dengan sebutan hymenorrhaphy atau hymenoplasty dalam istilah kedokteran. Hymen berasal dari bahasa latin yang artinya selaput dan raphe yang artinya jahitan. Jadi hymenorrhaphy atau hymenoplasty dilakukan dengan cara menjahit sisa selaput dara yang robek hingga mirip seperti kondisi selaput dara sebelum robek.

Operasi selaput dara untuk hymen yang robek umumnya dilakukan bukan hanya untuk alasan adat dan reliji, namun juga untuk karena stasus sosial dan hubungan interpersonal.

 

Mengapa Prosedur Operasi Selaput Dara Perlu Dilakukan?

Wanita dapat menjalani operasi keperawanan ini untuk mengembalikan struktur asli selaput dara mereka. Beberapa alasan umum para wanita yang menjalani operasi selaput dara, antara lain:

  • Memperoleh status dan tanda keperawanan ketika menikah. Umumnya, alasan ini timbul karena adanya desakan atau tuntutan sosial terhadap kehormatan diri dan keluarga.
  • Memperbaiki selaput dara yang rusak atau pecah atau robek baik karena alasan kekerasan seksual atau pemerkosaan, karena cedera maupun karena tidak disengaja seperti akibat jatuh ketika bersepeda, menunggang kuda maupun karena kecelakaan.
  • Memberikan sensasi keluarnya darah layaknya perawan untuk memuaskan pasangan saat berhubungan seksual.
  • Memperbaiki kelainan pada selaput dara seperti imperforate hymen, microperforate hymen maupun septate hymen.

 

Operasi Selaput Dara Di Klinik Pandawa

Berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda menjalani operasi keperawanan ini agar memperoleh penanganan yang tepat. Umumnya pada operasi ini dokter akan menjahit sisa selaput dara wanita yang telah robek atau rusak tersebut. Lapisan dalam dan lapisan luar dari selaput dara tersebut akan dijahit sehingga mirip dengan kondisi selaput dara pada awalnya.

Operasi keperawanan ini tergolong sebagai operasi kecil dan ringan serta cepat dilakukan karena hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berat.

Pasien hanya perlu rawat jalan dan tidak perlu menjalani rawat inap. Setelah operasi selesai dilakukan, dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit atau antibiotik untuk mempercepat proses pemulihan pasca operasi.

Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kelamin terbaik di kota Jakarta menyediakan layanan untuk operasi hymenoplasty. Dokter yang berpengalaman, alat-alat kesehatan yang modern, dan fasilitas yang memadai menjadikan Klinik Pandawa pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan operasi hymenoplasty.

Anda dapat berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis di nomor 0821-1141-0672/021-6231-3337 (telepon/SMS/WA) atau melalui link layanan konsultasi. Dapatkan promo menarik setiap bulannya untuk berbagai layanan kesehatan kelamin di Klinik Pandawa.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *