PEMERIKSAAN DAN PENCEGAHAN HIV/AIDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

HIV/AIDS termasuk jajaran penyakit yang mempunyai tingkat penularan yang sangat tinggi. Hal ini terjadi karena seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi HIV, sehingga menjadi sumber penularan bagi orang lain. Seseorang terkena HIV biasanya diketahui jika telah terjadi Sindrom Defisiensi Imun Dapatan (AIDS) yang ditandai antara lain penurunan berat badan, diare berkepanjangan dan beberapa gejala lainnya.

PEMERIKSAAN/DIAGNOSA HIV/AIDS

  • Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Laboratorium digunakan untuk menegakkan diagnosa infeksi HIV/AIDS berdasarkan tes yang dapat mendeteksi adanya antigen dan antibody HIV. Ketika HIV memasuki tubuh seseorang, maka tubuh akan membentuk antibody sebagai respon tubuh terhadap infeksi. Sehingga apabila pada darah seseorang terdapat antibodi HIV, maka seseorang tersebut adalah terinfeksi. Kebanyakan orang membentuk antibody HIV antara 6-2 minggu dari waktu infeksi. Dan pada kasus yang jarang dapat mencapai waktu 6 bulan. Melakukan tes HIV dalam waktu kurang dari 3 bulan sejak terinfeksi dapat menghasilkan hasil yang meragukan karena pada waktu tersebut kemungkinan orang yang terinfeksi belum membentuk antibody terhadap HIV. Waktu antara seseorang terinfeksi dan pembentukan antibody HIV disebut window period. Pada masa ini tidak ditemukan antibody HIV pada tubuh mereka. Tetapi pada window period dapat menularkan virus HIV pada orang lain walaupun hasil tes HIV negative karena orang tersebut memiliki HIV dengan level yang tinggi pada darah, cairan-cairan seksual ataupun ASI. Di Amerika Serikat dilakukan kombinasi dua tes antibody HIV. Apabila antibodi HIV dideteksi pada tes awal (ELISA), lalu dilakukan tes kedua yaitu WesternBlot untuk mengukur antigen yang berikatan dengan antibody.

  • Test ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay)

ELISA merupakan komponen integral dari laboratorium klinik. Tingkat sensitifitas yang tinggi dan minimnya pengunaan radioisotop menyebabkan tes ini luas digunakan untuk mendeteksi antigen dan antibody secara kualitatif dan kuantitatif. Jika digunakan dengan baik, tes ini mempunyai sensitifitas > 98%. Dasar pemeriksaan ini adalah mereaksikan antigen HIV dengan serum. Apabila di dalam serum terdapat antibodi HIV, akan terjadi ikatan antigen-antibody. Serum ditambahkan anti IgG yang bertanda peroksidase. Terjadi ikatan antigen-antibody dengan anti IgG peroksidase. Peroksidase yang terikat akan memecah substrat yang ditambah sehingga menghasilkan perubahan warna yang akan dibaca dengan spektrofotometer. jika terdeteksi antibody virus di dalam jumlah besar akan memperlihatkan warna yang lebih tua.

Bila tes antibodi berdasarkan ELISA digunakan untuk skrining populasi dengan prevalensi infeksi HIV yang rendah (misalnya donor darah), hasil yang positif dalam sampel serum harus dikonfirmasi dengan tes ulang. Hal ini untuk mencegah hasilpemeriksaan yang positif palsu atau negative palsu. Oleh karena itu, pemeriksaan ELISA diulang dua kali, dan jika menunjukkan hasil positif, dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik untuk konfirmasi.

  • Tes Western Blot

Tes Western Blot merupakan cara pemeriksaan yang lebih spesifik, dimana antibodi terhadap protein HIV dari berat molekul tertentu dapat terdeteksi. Tes ini menggunakan kombinasi dari elektroforesis dan tes ELISA sehingga dapatmenentukan respon terhadap berbagai protein spesifik.

Cara pemeriksaan, HIV yang telah dimurnikan kemudian dielektroforesis dan gelpoliakrilamid. Hasil pemisahan berbagi antigen HIV dipindahkan ke kertasnitoroselulosa yang kemudian dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan diinkubasi dengan serum yang diperiksa. Adanya antigen HIV akan menghasilkan pita-pita pada berat molekul yang sesuai.

Tes Western Blot paling sering digunakan untuk konfirmasi dari tes skrining serologic reaktif untuk antibody HIV. Tes ini dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pada pita-pita pada molekul yang sesuai untuk protein inti virus (P24) atau glikoprotein selubung gp41, gp120 atau gp160. kemampuan untuk mengenali reaktifitas spesifik terhadap protein tertentu menyebabkan tes inimempunyai tingkat spesifitas yang tinggi.

  • PCR (Polymerase Chain Reaction)

Tes ini digunakan untuk mendeteksi materi genetic virus pada darah. Pemeriksaan ini sangat akurat dan dapat mendeteksi infeksi virus HIV secara dini. Tes PCR dapat mendeteksi virus 14 hari setelah infeksi.

Dalam penelitian infeksi HIV digunakan 2 bentuk PCR, yaitu PCR DNA dan PCR RNA. PCR RNA telah digunakan, terutama untuk memantau perubahan kadar genom HIV yang terdapat dalam plasma. Pengujian PCR ini menggunakan metode enzimatik untuk mengaplifikasi RNA HIV sehingga dengan cara hibridisasi dapat dideteksi. Tesberbasis molekuler ini merupakan cara yang sangat sensitif.

Pengujian PCR DNA dikerjakan dengan mengadakan campuran reaksi dalam tabungmikro yang kemudian diletakkan pada blok pemanas yang telah deprogram pada seritemperature yang diinginkan. Pada dasarnya target DNA diekstraksi dari spesimen dansecara spesifik membelah dalam tabung sampai diperoleh jumlah yang cukup yangakan digunakan untuk deteksi hibridisasi.

Diagnosis awal infeksi HIV pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV sulitdilakukan karena adanya antibody maternal membuat tes-tes serologik tidak bersifat informatif. Pengujian PCR dapat memperkuat adanya genom HIV dalam serum atausel sehingga bermanfaat dalam diagnosis. Uji ini mempunyai sensitifitas 93,2% danspesifitas 94,9%.

  • Tes Antibodi

Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi, atau bisa sampai 6 – 12 bulan. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. Tapi antibody ternyata tidak efektif, kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic.

PENCEGAHAN

Tindakan-tindakan untuk mencegah penularan HIV AIDS jika anda belum terinfeksi HIV AIDS:

  • Pahami HIV AIDS dan ajarkan pada orang lain. Memahami HIV AIDS dan bagaimana virus ini ditularkan merupakan dasar untuk melakukan tindakan pencegahan, sebarkan pengetahuan ini ke orang lain seperti keluarga, sahabat dan kerabat.
  • Ketahui status HIV AIDS patner seks anda. Berhubungan seks dengan sembarang orang menjadikan pelaku seks bebas ini sangat riskan terinfeksi HIV, oleh karena itu mengetahui status HIV AIDS patner seks sangatlah penting.
  • Gunakan jarum suntik yang baru dan steril. Penyebaran paling cepat HIV AIDS adalah melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang memiliki status HIV positif, penularan melalui jarum suntik sering terjadi pada IDU (injection drug user).
  • Gunakan Kondom Berkualitas. Selain membuat ejakulasi lebih lambat, penggunaan kondom saat berhubungan seks cukup efektif  mencegah penularan HIV AIDS melalui seks.
  • Lakukan sirkumsisi / khitan. Banyak penelitian pada tahun 2006 oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa pria yang melakukan khitan memiliki resiko 53 % lebih kecil daripada mereka yang tidak melakukan sirkumsisi.
  • Lakukan tes HIV secara berkala. Jika anda tergolong orang dengan resiko tinggi,

Sebaiknya melakukan tes HIV secara teratur, minimal 1 tahun sekali.Pencegahan bagi penderita yang sudah terkena infeksi

Pencegahan bagi penderita yang sudah terkena infeksi :

  • Beritahu partner seks bahwa anda telah positif HIV AIDS. Pemahaman patner seks terhadap status HIV sangatlah penting untuk antisipasi paska seks agar tidak menular ke yang lain.
  • Jika anda hamil, segera konsultasikan dengan tim medis terdekat agar mendapat penanganan khusus.
  • Hindari donor darah dan donor organ.
  • Jangan biarkan orang lain memakai sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya,meskipun kemungkinan tertular melalui barang-barang pribadi ini sangat kecil, tapi tetap saja masih ada kemungkinan.
  • Beritahukan status HIV AIDS anda kepada orang yang terpercaya. Selain untuk melindungi orang lain, hal ini juga untuk memastikan bahwa anda mendapat perawatan dari orang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami