Kenali Gejala, Penyebab dan Penanganan Penebalan Dinding Rahim

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Penebalan Dinding Rahim: Gejala, Penyebab, dan Faktor Pemicu

penebalan dinding rahim

Sahabat pandawa pernah mendengar penebalan dinding rahim? Pasti saat kamu mendengar telah terbayang yang aneh-aneh, seram atau bahkan menakutkan. Tapi sebelum kamu ambil kesimpulannya, sebaiknya baca artikel selengkapnya di bawah ini, agar kamu menambah wawasan dan bisa sebagai pencegahan.

Definisi Penebalan Dinding Rahim

Penebalan dinding rahim sendiri adalah salah satu kelainan yang bisa terjadi sistem reproduksi wanita. Kondisi yang juga disebut dengan hiperplasia endometrium ini bisa dipicu oleh berbagai hal, dan umumnya ditandai dengan keluarnya darah dari vagina atau perubahan pola menstruasi.

Dinding rahim atau endometrium ini punya dua lapisan jaringan yang menempel pada otot rahim. Lapisan pertama pada dasarnya tidak berubah, sementara untuk lapisan kedua bersifat dinamis dan bisa berubah seiring naik-turunnya hormon estrogen sepanjang siklus menstruasi.

kelainan jumlah hormon yang ada dalam rahim bisa membuat dinding rahim menebal secara tak wajar dan memicu timbul keluhan lainnya. Dengan demikian, penting bagi kamu setiap wanita untuk mengetahui gejala-gejala atau penyebab gangguan ini agar pengobatan bisa dilakukan segera.

Jenis-jenis

Dilansir dari Healthline, ada dua jenis utama penebalan dinding rahim ini tergantung pada apakah kondisi itu melibatkan sel yang tidak biasa (atipia) atau tidak. Jenis-jenis penebalan dinding rahim adalah:

  • Hiperplasia endometrium tanpa atipia. Jenis ini tidak melibatkan sel yang tidak normal
  • Hiperplasia endometrium atipikal. Jenis atipikal ini ditandai oleh pertumbuhan sel-sel berlebih yang dianggap tak normal dan diduga pra-kanker. Pra-kanker berarti ada kemungkinan kanker yang dapat berubah menjadi kanker rahim jika tidak segera ditangani

 

Baca juga: Kenali Penyakit Endometriosis, Kondisi yang Perlu Diawasi Wanita

Penyebab Terjadinya Penebalan Dinding Rahim

Meskipun penebalan dinding rahim ini bukan menjadi salah satu bagian dari kanker, namun pada akhirnya bisa memicu komplikasi seperti kanker rahim pada beberapa wanita.

Kemunculan gangguan ini sebetulnya berkaitan dengan tingginya kadar estrogen yang tidak diimbangi oleh kadar progesterone. Pada masa ovulasi atau siap dibuahi, indung telur atau ovarium ini akan melepaskan sel telur dan estrogen.

Dan apabila terjadi pembuahan hormone ini akan membuat dinding rahim menebal dan penuh dengan pembuluh darah sehingga siap bagi embrio atau janin terbentuk.

Namun, saat tidak terjadi pembuahan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita tentu akan menurun. Sel telur yang belum dibuahi pun akan keluar bersama darah dari vagina ketika haid – proses menstruasi. Kondisi ini bisa membuat dinding rahim mengecil kembali hingga masa ovulasi berikutnya.

Apabila jumlah hormon estrogen di dalam tubuh wanita terlalu tinggi dan hormon progesteronnya terlalu rendah, kondisi ini bisa memunculkan dinding rahim menebal secara tidak wajar. Kondisi penebalan dinding rahim yang tak wajar inilah yang disebut hiperplasia endometrium.

Nah berikut penyebab penyebab penebalan dinding rahim yang abnormal yakni:

  • Menopause karena ovulasi telah berhenti dan hormon progresteron tidak lagi terbentuk.
  • Masa perimenopause (menjelang menopause) karena pada masa ini ovulasi menjadi tidak teratur.
  • Penggunaan obat-obatan yang memicu naiknya hormon estrogen.
  • Penggunaan estrogen dosis tinggi secara jangka panjang setelah menopause pada wanita yang belum menjalani operasi pengangkatan rahim.
  • Haid yang tidak teratur akibat sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau gangguan kesuburan.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.

 

Gejala Penebalan Dinding Rahim

Gangguan ini bisa saja tidak memberikan gejala atau keluhan apa pun yang spesifik. Berikut yang bisa kamu perhatikan sebagai tanda-tanda meliputi:

  • Periode menstruasi berlangsung lebih lama
  • Jumlah darah yang keluar saat menstruasi lebih banyak dari biasanya
  • Siklus menstruasi tidak teratur, misalnya jarak antara siklus bulan lalu dan bulan ini kurang dari 21 hari
  • Pendarahan dari vagina meski sudah menopause

Tanda dan gejala penebalan dinding rahim tersebut terkadang bisa menyerupai gejala penyakit lain, seperti endometriosis ataupun kanker rahim. Sebab itu, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang tepat dapat dilakukan.

 

Baca juga: Nyeri Panggul: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengobati

Faktor Pemicu

Berikut beberapa faktor pemicu gangguan reproduksi wanita ini, yakni:

  • Usia di atas 35 tahun
  • Ras kulit putih
  • Tidak pernah hamil sebelumnya
  • Usia tua saat menopause
  • Usia muda saat menstruasi dimulai
  • Riwayat pribadi terhadap kondisi tertentu, seperti diabetes melitus, polycystic ovary syndrome, penyakit kantung empedu, atau penyakit tiroid
  • Merokok
  • Riwayat keluarga terhadap kanker indung telur, usus besar, atau rahim

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila sahabat pandawa merasakan tanda-tanda atau gejala-gejala di atas seperti mengalami siklus haid tak wajar, mengalami pendarahan atau setelah menopause. Jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter.

Klinik pandawa juga memiliki layanan penyakit kult dan kelamin, andrologi, dan ginekologi yang ditangani oleh masing-masing ahli.

Bila ada pertanyaan atau keluhan hubungi dokter kami di 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi. Lebih cepat dideteksi, maka akan lebih mudah pula diobati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *