Jangan Tunggu Komplikasi Parah, Begini Cara Mengobati Sifilis

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Jangan Tunggu Komplikasi, Begini Cara Mengobati Sifilis

pengobatan sifilis

 

Tahukah kamu, bila penyakit gonore dan sifilis menjadi penyakit infeksi menular seksual yang paling sering terjadi. Kedua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh bakteri kelamin yang berbahaya. Pada penyakit sifilis yang tak ditangani tuntas bisa menyebabkan komplikasi kerusakan serius pada saraf, otak, serta jantung. Sehingga, sangat penting untuk mengetahui cara pengobatan sifilis ini sejak sekarang.

Menurut data distribusi kasus penyakit sifilis terbaru dari RSCM, telah terjadi peningkatan jumlah pasien yang berobat oleh karena penyakit ini. Tercatat ada 45 pasien pada tahun 2016, 49 pasien pada tahun 2017 dan 63 pasien di tahun 2018.

Hal ini juga diperkuat oleh data Kemenkes atau Kementerian Kesehatan bilamana pada bulan Juli hingga September tahun 2019 lalu terjadi peningkatan. Kiranya ada sekitar 1.586 pasien pengidap penyakit sifilis yang disebabkan infesi menular seksual berbahaya ini.

Pengobatan sifilis memang harus cepat dituntaskan karena mengingat bisa mengancam ibu hamil dan dapat menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkannya.

Baik gonore atau sifilis (raja singa) termasuk penyakit yang dapat disembuhkan, terutama jika cepat terdeteksi dan ditangani. Bila sifilis baru diobati saat sudah terjadi komplikasi kerusakan organ, pengobatan sifilis tidak bisa memperbaiki kerusakan organ.

 

Penyakit Sifilis atau Raja Singa

Sifilis atau dikenal dengan raja singa merupakan salah satu penyakit menular secara seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit sipilis tidak bisa diatasi sendiri di rumah atau dengan penggunaan obat sifilis alami tertentu, seperti mengonsumsi bawang putih atau sayuran.

Bila sahabat pandawa dan orang tersayang Kamu terinfeksi sifilis, cara mengobati sifilis tak bisa dijalani secara alami melainkan perlu berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan diberikan pengobatan sesuai dosis.

Sebelum lanjut pada cara pengobatan sifilis, baiknya Kamu mengenali gejala dan tanda-tanda dari penyakit sifilis.

 

Gejala

Gejala sifilis digolongkan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Tiap tahapan dari sifilis memiliki gejala dan tanda yang juga berbeda. Berikut tahapan dan gejala selengkapnya

  • Sifilis primer
    Sifilis tahap primer ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder
    Sifilis tahap sekunder ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.
  • Sifilis laten
    Sifilis tahap laten ini tak menimbulkan gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier
    Sifilis tahap terakhir ini sudah bisa menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.

 

Bagaimana penularannya?

Penularan sifilis disebabkan bakteri treponema yang masuk pada tubuh, berbagai gejala bisa muncul dari demam hingaa muncul luka atau lesi di kulit. Perpindahan dan penyebaran bakteri terbut bisa terjadi melalui beberapa cara, diantaranya adalah:

  1. Aktivitas seksual

Peluran melalui aktivitas seksual atau berhubungan intim ini menjadi penyebaran utama bakteri ini masuk. Kontak seksual melalui vaginal, oral, maupun anal tanpa alat pengaman menjadi jalur favorit bakteri ini berpindah pindah.

Beberapa hari setelah terinfeksi maka luka atau lesi khas sifilis akan muncul di area vagina, batang penis, skrotum atau testis, anus ataupun mulut. Keberadannya bisa saja tak diketahui dan sering sekali disepelekan. Akibatnya penularan menjadi lebih luas apabila kamu sering berganti pasangan.

  1. Dari ibu hamil ke janinnya

Selain aktivitas seksual, penyakit ini juga bisa menginfeksi ibu hamil sehingga dengan demikan bayi yang dikandungnya ikut terinfeksi. Keberadaan infeksi sifilis pada bayi juga memiliki risiko serius seperti kelahiran premature, hingga gangguan pertumbuhan, atau mengalami keguguran di masa kehamilan. Hal ini juga dapat terjadi pada beberapa penyakit kelamin lainnya seperti gonore.

  1. Penggunaan jarum suntik tak steril

Penularan sifilis juga bisa terjadi akibat jarum suntik yang tak steril. Bagi orang-orang yang memakai obat-obat terlarang hal ini berisiko tinggi penyakit sifilis atau bahkan penyakit menular lainnya seperti HIV.

  1. Kontak langsung dengan luka

Bakteri sifilis bisa saja masuk pada tubuh apabila luka sifilis yang tak tertutup tersebut tersentuh. Penularan melalui cara ini memang jarang terjadi. Tetapi bukan berarti kamu menyepelekannya ya.

Untuk diketahui, penyakit ini tidak bisa tertular melalui kontak bisa seperti berpelukan, bergandengan tangan, berbagi alat makan maupun bersin atau batuk. Penyakit sifilis pun tak bisa menular melalui dudukan toilet ataupun berbagi handuk. Karena bakteri sifilis tidak dapat hidup atau bertahan di luar tubuh manusia.

 

Bagaimana pengobatan sifilis pada Ibu Hamil?

Pada ibu hamil, pengobatan sifilis sama dengan cara mengobati sifilis pada umumnya. Pada ibu yang sedang dalam trimester ketiga kehamilannya dan terdiagnosis dengan ciri-ciri sifilis pada tahapan awal, cara mengobatinya adalah dengan menggunakan antibiotik yang disuntikkan setiap minggu dalam jangka waktu dua minggu.

Bagi bayi lahir dari penderita sifilis yang telah menyelesaikan pengobatannya lebih dari empat minggu sebelum persalinan, tetap memerlukan pemeriksaan. Karena itu diperlu pemeriksaan berkelanjutan hingga tuntas baik ibu dan bayi, agar terhindar dari berbagai kondisi yang mengkhawatirkan.

 

Bila Terinfeksi, Kemana Harus Memeriksakan Diri? Dan Bisakah Sembuh?

Jangan ragu lakukan memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin terpercaya bila mendapati gejala infeksi di atas. Ajak pasangan kamu juga untuk melakukan pengecekkan diri. Sifilis bisa disembuhkan, namun saat terinfeksi, hindari hubungan seksual sampai dokter menyatakan kamu sembuh dan benar-benar pulih, ya.

 

Pemeriksaan Apa yang Harus Dijalani?

Seperti tindakan pemeriksaan penyakit Infeksi menular seks lainnya, pada tahap awal dokter akan mengajukan pertanyaan sehubungan dengan riwayat medis dan seksual, serta gejala-gejala yang sempat dirasakan. Kemudian, tes skrining sifilis dilakukan, diantaranya seperti;

  • Tes cairan serebrospinal, pemeriksaan cairan serebrospinal bisa dijalani guna memastikan apakah kamu mengalami komplikasi di sistem saraf akibat sifilis. Cairan serebrospinal dalam diambil dari tulang belakang dengan metode lumbar puncture.
  • Tes darah, tes darah digunakan untuk melihat ada tidaknya antibodi dalam tubuh yang muncul sebagai respon atas infeksi sifilis. Tes darah bisa mengindikasi infeksi sifilis yang terjadi sebelumnya dan saat ini karena antibodi yang melawan bakteri sifilis akan terus ada hingga bertahun-tahun.

 

Pengobatan Sifilis di Klinik Pandawa

Pada umumnya, baik pengobatan gonore dan sifilis akan menggunakan antibiotik, baik suntikan maupun obat oral. Dosis yang diberikan berbeda pada tiap penderita tergantung dari kondisinya. Untuk mengatasi sifilis pada tahapan awal bisa diberikan dosis tunggal, sementara pada sifilis tahap kelanjutan dokter akan memberikan dosis tambahan.

Seperti yang sudah disebutkan, penyakit sifilis bisa disembuhkan apabila cepat dideteksi dan ditangani. Bila sudah mempengaruhi bahkan terjadi kerusakan organ, pengobatan sifilis tak bisa menangani kerusakan tersebut.

Untuk diketahui juga, bila penyakit infeksi menular seksual seperti sifilis tidak dapat diobati sendiri karena penyakit ini tak mudah hilang. Kamu tetap memerlukan konsultasi dokter terpercaya untuk membantu mengatasi sifilis.

Selama pengobatan berlangsung, penderita tidak diperbolehkan untuk melakukan beraktivitas seksual hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Untuk mencegah penularan, beri tahu pasangan tentang kondisi yang dialami dan ajak periksa agar pasangan segera melakukan tes sifilis dan segera diobati.

Ketaatan menjadi kunci pengobatan yang perlu diterapkan sampai dokter menyatakan bahwa infeksi sifilis sembuh. Apabila sudah berkomplikasi, pengobatan sifilis memerlukan waktu yang lebih lama.

Informasi selengkap atau silakan untuk berkonsultasi secara online pada dokter terpercaya Kami dengan melalui layanan konsultasi atau bisa langsung menelepon / WA / SMS ke nomor HP:  0821-1141-0672.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *