Penis bengkok? Normal atau Indikasi Penyakit? Cari Tahu Segera

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

penis bengkok

 

Selain menjadi organ reproduksi pada pria, penis juga merupakan sebagai aktivitas seksual. Tapi tahukah kamu bila penis sering mengalami beberapa gangguan? Yup, misalnya saja gangguan penis bengkok. Penis bengkok bisa ditemukan saat ereksi atau bisa saja karena bawaan lahir pada beberapa pria dan kondisi lainnya.

Pasalnya kondisi ini dianggap bukan masalah yang berarti dan tidak perlu penanganan khusus. Namun sahabat pandawa perlu memerhatikan lebih lagi, apabila disertai gejala-gejala lain, seperti rasa sakit, penis bengkok bisa menjadi gejala penyakit serius.

Yuk baca artikel satu ini untuk mengetahui informasi lebih dalam mengenai penis yang bengkok yang bisa dialami oleh pria.

Penis Bengkok                                            

Mengalami gangguan penis bengkok ke kiri, kanan, atas atau bawah, tentunya membuat para pria merasa minder atau malu dengan keadaannya.

Namun, seperti yang disebutkan di atas, kondisi ini bukan masalah yang berarti dan bisa dikatakan hal normal.

Dengan kondisi ini kamu tetap dapat ‘menggunakan’ dengan sangat baik ketika beraktivitas seks dengan pasangan. Kamu bisa mencoba mensiasati penis bengkok dengan beberapa cara atau posisi agar aktivitas seksual pun dapat dinikmati.

Penyebab Penis Bengkok

Lalu seperti apa sih penyebab umum dari penis bengkok ini? Pada penis sendiri ada jaringan seperti spons yang akan mengembang ketika dialiri darah bila seorang pria ereksi atau terangsang secara seksual.

Nah, gangguan penis terjadi saat jaringan spons tersebut tak mengembang secara merata karena perbedaan anatomi penis yang normal.

Bila bengkoknya penis masih dalam keadaan normal (tidak terlalu parah) serta tidak disertai rasa sakit atau ngilu dan masih bisa melakukan hubungan seksual dengan lancar, maka tidak perlu dikhawatirkan.

Namun bila bengkoknya penis disertai dengan rasa sakit dan nyeri yang amat sangat. Maka kamu perlu segera melakukan pemeriksaan dirimu ke dokter terdekat karena dikhawatirkan kamu menderita beberapa penyakit serius yang menimpa alat reproduksimu tersebut.

Adapun indikasi-indikasi situasi dan penyakit yang bisa disebabkan oleh penis dengan keadaan bengkok yaitu:

  • Penyakit peyronie
  • Penyakit autoimun
  • Cedera penis
  • Ketidaknormalan pada jaringan fibrosa karena faktor genetik

Waspada Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie merupakan suatu keadaan yang hampir bisa mempengaruhi pria di atas usia 40 tahun. Tetapi tak menutup kemungkinan juga, masalah ini juga bisa terjadi pada pria usia berapapun. Penyakit Peyronie bisa ditangani, tetapi komplikasi yang mengkhawatirkan bisa saja terjadi.

Termasuk rasa sakit pada penis, ukuran penis yang berkurang, ketidakmampuan untuk berhubungan seks, dan stres serta kecemasan berlebihan.

Penyebab penyakit peyronie sebenarnya belum dipastikan. Tetapi gangguan ini bisa terjadi adanya cedera berulang pada pembuluh darah di penis seperti yang disebutkan di atas. Tetapi untuk diketahui penyakit peyronie ini tak disebabkan oleh penyakit infeksi menular seksual maupun penyakit kanker.

Ciri-ciri penyakit peyronie selain bengkok saat ereksi, biasanya memiliki ciri nyeri pada penis saat ereksi, ada penebalan atau benjolan di penis, perubahan bentuk, termasuk panjang dan lingkar penis.

Beberapa kasus yang parah, gangguan penis ini bisa memicu penderitanya sulit beraktivitas seksual dan melakukan penetrasi. Lebih jauh lagi, penyakit Peyronie juga berisiko memicu disfungsi ereksi atau gangguan seksual lainnya.

Faktor Risiko Penyakit Peyronie

Ada beberapa sejumlah faktor yang bisa menghambat proses penyembuhan cedera, dan memicu terbentuknya jaringan parut pada penis, diantaranya:

  • Usia. Faktor risiko utama menderita penyakit Peyronie ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria di atas 40 tahun.
  • Genetik. Selanjutnya penyakit Peyronie jauh berisiko dialami pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini.
  • Kelainan jaringan ikat. Beberapa penderita gangguan ini pun mengalami Dupuytren’s contracture, yaitu suatu kondisi ketika jaringan keras terbentuk di bawah telapak tangan dan menyebabkan jari tangan tertekuk ke dalam.

 

Diagnosis Peyronie dan Penis Bengkok

Dokter umumnya bisa mendeteksi penyakit Peyronie dari riwayat kesehatan, pengecekan fisik, dan rontgen penis bila diperlukan. Sehabis diagnosis diketahui dan kelengkungan penis melebihi 30 derajat, umumnya dokter akan memberikan penanganan melalui pemberian obat-obatan minum (oral), obat oles atau suntikan pada penis, dan terapi radiasi.

Dibeberapa kasus berat, penyakit ini harus ditangani dengan operasi pengangkatan. Metode operasi lain yang bisa dilakukan yaitu dengan litotripsi gelombang kejut. Namun, kamu pun perlu berkonsultasi dahulu pada dokter dan pasanganmu.

Kapan harus ke dokter?

Jika sahabat pandawa merasakan ada yang berbeda atau mengalami perubahan seperti yang disebutkan di atas mengenai gejala peyronie, jangan ragu untuk ke dokter klinik kulit dan kelamin.

Pasalnya bila kamu terlambat dan membiarkan akan bisa memicu komplikasi seperti gangguan seksual atau ereksi. Dimana gangguan seksual ini bisa saja merusak hubungan percintaan kamu.

Dan untuk mencegah hal-hal yang buruk, pastikan kamu tidak mencoba obat selain dari anjuran dokter ahlinya, ya.

Semoga artikel ini dapat berguna untuk kamu semua. Ingat untuk para pria agar selalu menjaga baik penis dengan menjaga kebersihan penis. Untuk informasi lengkapnya dan langkah pengobatan, silakan kamu melakukan konsultasi online secara gratis ke dokter kami melalui konsultasi online ataupun menghubungi kami di 0821-1141-0672 via WhatsApp, SMS, atau telepon.

Segala rahasia medis sangat terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *