Penyakit Balanitis bisa menjadi masalah besar buat kaum adam. Apalagi jika terkena Balanitis; peradangan pada kepala penis, lazimnya terjadi pada laki-laki yang belum disunat.

Pada penyakit Balanitis penis tak hanya sakit, tetapi juga memerah, bengkak, berbau tak sedap, serta nyeri saat buang air kecil. Hal inilah yang membuat perasaan tak nyaman di keseharian.

Rentang usia yang disasar pun beragam. Namun, biasanya pada anak-anak  yang berusia 4 tahun ke bawah. Bahkan Penyakit Balanitis pada anak bisa dialami 1 dari 30 anak laki-laki yang belum disunat.

Penyebab Balanitis pada pria

Penyebab Balanitis
Perhatikan penyebab Balanitis yang bisa dikenali sedari awal. Siapa tau mulai menjangkiti Anda.

Dilihat dari seringnya Balanitis yang dialami pria terutama anak-anak, Anda pun harus waspada. Pahamilah gejala Balanitis yang bisa menyerang siapa saja.

1. Perhatikan kulit

Penyebab Balanitis bisa dilihat dari kondisi kulit, seperti:

  • Lichen planus, yaitu kondisi kulit ruam, memerah, dan terasa gatal.
  • Eksim, penyakit kulit kronis yang menyerang permukaan kulit penis. Biasanya terlihat kering, gatal, pecah-pecah, dan memerah.
  • Dermatitis, yakni peradangan pada permukaan kulit sehingga kulit iritasi.
  • Psoriasis, kondisi permukaan kulit kering dan bersisik. Penyebabnya, karena sistem kekebalan tubuh tak mampu melakukan regenerasi sel kulit dengan normal.

Dari keempat penyakit kulit itu mengakibatkan penis menjadi sakit, sehingga bisa mengalami Balanitis. Solusinya, obati penyakit kulit yang menjadi penyebab dari balanitis itu.

2. Kondisi penis yang meradang

Peradangan dan iritasi di permukaan kulit penis bisa disebabkan karena :

  • Pemakaian kondom, lubrikan, dan spermisida yang bisa membuat kulit menjadi alergi.
  • Celana dengan sisa deterjen yang tidak dibilas dengan bersih. Sehingga menimbulkan gatal dan iritasi.
  • Pemakaian sabun mandi yang menimbulkan alergi pada penis.

3. Infeksi pada penis

Salah satu penyebab utama dari balanitis adalah infeksi yang terjadi pada Mr.P. Infeksi ini bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu:

Infeksi candida, yaitu infeksi jamur yang membuat peradangan di tubuh. Semisal dari mulut, sehingga membuat penis sakit, bengkak, dan iritasi.

Infeksi bakteri, yakni dengan meminimalisir pemakaian sabun untuk membersihkan penis. Sebab, jika tidak cocok, bisa membuat penis mengalami Balanitis.

4. Diabetes

Penyakit diabetes bisa menimbulkan penyakit Balanitis. Sebab, penderita yang memiliki riwayat diabetes mempunyai glukosa yang bisa memicu tumbuhnya bakteri di sekitar penis.

5. Fimosis

Pada penis laki-laki yang tidak disunat, terkadang kulup terlalu ketat sehingga tidak bisa ditarik kembali ke atas kepala penis, akibatnya terjadi fimosis. Fimosis biasanya terjadi pada bayi dan anak laki-laki.

6.  Aktif secara seksual dengan tidak sehat

Balanitis dapat terjadi bila pria melakukan hubungan seksual yang tidak sehat. Apalagi, bila pasangannya terinfeksi atau luka pada vagina, maka penyakitnya bisa menularkan Balanitis.

Selain itu, penyakit menular lainnya seperti herpes genital, chlamydia, dan sipilis juga berpotensi menyebabkan Balanitis.

Cara mencegah Balanitis

Cara mencegah balanitis
Cara mencegah Balanitis yang paling sederhana bisa dilakukan sendiri. Jaga Mr. P Anda untuk selalu kering dan tak lembab.

Cara mencegah Balanitis sebenarnya tak terlampau sulit. Hindari saja penyebab infeksi penis, kepala penis dan kulupnya. Caranya, dengan rajin menjaga kebersihan dan selalu membuat kondisi kering di area Mr. P dengan beberapa cara:

  • Bersihkan penis dan kulup penis.  Tarik kepala penis, agar kulup dapat dibersihkan dengan baik
  • Gunakan air hangat, lalu pakai sabun yang lembut.
  • Kemudian, keringkan kepala penis dengan handuk atau tisu.

Peradangan pada kulit di sekitar kepala penis atau Balanitis biasanya disebabkan oleh kebersihan yang kurang terjaga. Imbasnya, bisa terjadi komplikasi dengan penyakit lain dan bisa menimbulkan;

  • Jaringan parut pada penis
  • Gangguan aliran darah di penis
  • Gangguan ereksi
  • Nyeri pada kulit kepala penis

Untuk mengurangi gejala Balanitis antara lain;

  • Tidak melakukan hubungan seksual sampai gejala membaik
  • Jangan menggunakan zat yang bisa mengiritasi kulit penis, seperti sabun atau krim
  • Tidak memakai pakaian dalam yang ketat

Cara mengobati Balanitis

Cara Mengobati balanitis
Cara mengobati Balanitis dengan sederhana bisa dilakukan dengan cara dikhitan

Dilihat dari gejala dan sebab yang ditimbulkannya, sulit untuk Balanitis sembuh sendiri. Artinya, harus ada pengobatan yang dilakukan. Berikut metode-metode pengobatan balanitis:

  • Krim dan tablet anti jamur bisa dipergunakan untuk pengobatan balanitis dari infeksi Candida.
  • Antibiotik dapat dipakai untuk pengobatan balanitis yang disebabkan infeksi bakteri.
  • Krim steroid bisa digunakan untuk mengobati balanitis karena inflamasi atau alergi.
  • Khitan. Tindakan ini yang memang seharusnya dilakukan untuk menghindari penyakit Balanitis. Apalagi, jika penderita mengalami Fimosis.

Catatan, ketika menjalani pengobatan kepala penis sakit yang bukan karena infeksi menular seksual, penderita boleh melakukan aktivitas seksual. Namun, bila mengkhawatirkan, sebaiknya tidak berhubungan seksual akan jauh lebih aman.

Jika balanitis dikarenakan oleh infeksi menular, maka penderita tidak boleh beraktivitas seksual. Terkecuali, bila pengobatan selesai dan gejala Balanitis hilang.  Sebab, penularan penyakit Balanitis masih berpotensi besar terhadap pasangan.