Penyakit kelamin yang dapat menyerang pria maupun wanita, yaitu penyakit Chancroid. Chandroid adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini kemudian akan menyebabkan luka terbuka pada bagian genital.

Chancroid atau yang juga biasa disebut dengan kankroid atau penyakit ulkus mole merupakan penyakit kelamin yang cukup berbahaya dan sangat mudah ditularkan. Penularan Chancroid melalui aktivitas seksual atau sentuhan antara kulit dengan luka dari orang yang sudah terinfeksi.

Penyakit Chancroid lebih banyak ditemukan di negara berkembang, seperti Afrika, Asia (kecuali Thailand), Amerika Latin, dan Karibian. Sedangkan di negara lain, sangat sedikit orang yang didiagnosis dengan infeksi ini setiap tahunnya. Biasanya, orang di daerah lain yang terdiagnosis penyakit ini karena telah melakukan perjalanan ke daerah di mana infeksi ini lebih umum terjadi.

Gejala Penyakit Chancroid

gejala penyakit chancroid

Gejala Chancroid yakni munculnya benjolan berwarna merah pada area genital.

Gejala Chancroid akan muncul satu hari sampai beberapa minggu setelah paparan. Gejala awal penyakit Chancroid ditandai dengan munculnya satu atau beberapa benjolan berwarna merah pada area genital.

Gejala Chancroid akan muncul satu hari sampai beberapa minggu setelah paparan. Gejala awal penyakit Chancroid ditandai dengan munculnya satu atau beberapa benjolan berwarna merah pada area genital.

Pada pria, benjolan tersebut akan nampak pada kulup dan beberapa bagian penis. Benjolan kecil dan merah itu dapat berubah menjadi luka terbuka (ulkus) dalam satu atau dua hari. Biasanya, pria yang terinfeksi akan merasakan nyeri pada ulkus.

Pada pria, benjolan tersebut akan nampak pada kulup dan beberapa bagian penis. Benjolan kecil dan merah itu dapat berubah menjadi luka terbuka (ulkus) dalam satu atau dua hari. Biasanya, pria yang terinfeksi akan merasakan nyeri pada ulkus.

Sementara, pada wanita jumlah benjolan dapat mencapai beberapa buah yang berada di antara lipatan kulit yang menutupi alat kelamin wanita (labia), anus, atau paha. Ketika benjolan berubah menjadi luka terbuka (ulkus), wanita dapat mengalami sensasi terbakar atau nyeri selama buang air kecil atau besar.

Baca juga: Herpes Genital, Penyakit Kelamin yang Tidak Bisa Disembuhkan

Selain gejala-gejala yang disebutkan di atas, ada beberapa gejala lain yang dapat dialami baik oleh pria maupun wanita, antara lain:

  • Ukuran ulkus bervariasi dengan diameter berkisar 0,5 – 5 cm.
  • Bagian tengah ulkus lunak dan berwarna abu-abu kekuningan, berbatas tegas, kadang berbau tidak enak.
  • Ulkus mudah berdarah terutama jika disentuh.
  • Ulkus dapat terbentuk pada daerah anus jika berhubungan seksual melalui anus.
  • Pada area yang berdekatan, jika bersentuhan maka juga akan terbentuk ulkus pada area yang tersentuh oleh ulkus tersebut (disebut kissing ulcer).
  • Merasa nyeri saat berhubungan intim dan buang air kecil.
  • Bengkak pada daerah lipatan paha (biasanya hanya salah satu sisi paha).
  • Terkadang jika kelenjar getah bening di area tersebut membesar dapat pecah dan membuat saluran keluar melalui kulit, sehingga keluar nanah pada kulit.

Penyebab Penyakit Chancroid

penyebab penyakit chancroid

Chancroid disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophylus ducreyi.

Penyakit Chancroid disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophylus ducreyi. Bakteri ini berbentuk batang (basil), H. ducreyi, yang berpotensi tinggi menimbulkan infeksi. Bakteri Haemophylus ducreyi merupakan bakteri gram negatif, anerobik, berbentuk basillus dan sangat infektif.

Bakteri H. ducreyidapat dapat masuk ke kulit manusia melalui membran mukosa yang terganggu, dan menyebabkan reaksi peradangan lokal. Bakteri ini kemudian akan menghasilkan racun cytocidal distending toxin yang menyebabkan berhentinya siklus sel dan kematian sel tubuh manusia. Akibatnya, akan timbul ulserasi yang umumnya terjadi pada bagian kelamin.

Bakteri H. ducreyi menular melalui hubungan seksual secara kontak langsung dengan lesi purulent atau autoinokulasi pada bagian tubuh non-seksual, seperti mata atau kulit. Setelah tertular, gejala Chancroid akan muncul dalam jangka waktu 1–2 minggu.

Faktor Risiko Chancroid

faktor risiko chancroid
Aktif mengonsumsi obat-obatan terlarang menjadi salah satu pemicu Chancroid.

Chancroid dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia. Namun, orang-orang dengan aktivitas dan kondisi tertentu dapat dengan mudah terjangkit penyakit ini, seperti:

  • Kerap bergonta-ganti pasangan seksual
  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman, contoh tidak menggunakan alat pengaman atau kondom
  • Aktif mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Pria yang tidak disunat

Penularan Chancroid

penularan chancroid

Chancroid ditularkan melalui sentuhan antara kulit dengan luka yang sudah terinfeksi.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Chancroid adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui sentuhan langsung antara kulit dengan luka yang sudah terinfeksi. Ulkus yang berdarah akan menghasilkan cairan menular yang dapat menyebarkan bakteri selama hubungan seksual oral, anal, atau vaginal.

Diagnosa Chancroid

diagnosa chancroid
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di daerah genital.

Untuk menentukan bahwa benjolan yang terdapat pada organ intim merupakan penyakit Chancroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di daerah genital, termasuk pemeriksaan kelenjar getah bening di pangkal paha.

Baca juga: Tak Hanya Pria, Waspadai Penyakit Gonore pada Wanita

Demi memastikan diagnosis, dokter juga memerlukan kultur (pembiakan kuman melalui media khusus) dari bakteri H. ducreyi yang diperoleh dengan mengambil sampel cairan dari luka (ulkus). Sampel ini kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis.

Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa tes lainnya untuk memastikan bahwa tidak ada penyebab lain dari luka terbuka pada area genital, seperti Sifilis dan Herpes Simpleks.

Pengobatan Chancroid

pengobatan chancroid

Chancroid bisa disembuhkan dengan obat-obatan dan sejumlah tindakan medis.

Chancroid bisa disembuhkan dengan obat-obatan dan sejumlah tindakan medis yang diberikan oleh dokter. Meski infeksi bakteri dapat hilang dengan sendirinya, akan lebih baik jika Chancroid diobati dengan anjuran dokter agar pulih lebih cepat dan meminimalkan bekas luka.

Berikut obat-obatan dan tindakan medis yang akan dilakukan dokter untuk mengobati pasien dengan penyakit Chancroid:

  1. Obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab luka. Antibiotik dapat membantu mengurangi jaringan parut (bekas luka permanen) seiring sembuhnya ulkus.

  1. Operasi

Dokter akan mengeluarkan cairan dari abses besar dan menyakitkan di kelenjar betah bening dengan jarum atau melalui operasi. Tindakan ini untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri karena ulkus sembuh tetapi dapat menyebabkan sedikit luka parut di tempat tersebut.

Selama masa pengobatan, pasien tidak boleh melakukan hubungan seksual, terutama bila tidak mengenakan kondom, hingga luka terbuka sembuh. Pasangan penderita juga harus diperiksa dan diobati tanpa meski gejala belum dirasakan, terutama jika melakukan hubungan seksual dengan penderita dalam kurun waktu 10 hari sebelum gejala muncul.

Respon pengobatan akan terlihat dalam waktu tujuh hari setelah antibiotik diberikan. Jika respon belum terlihat setelah tujuh hari, pasien harus diperiksa kembali. Sedangkan pasien chancroid yang juga mengalami infeksi HIV akan memberikan respon yang lebih lambat.

Penyakit Chancroid dapat sembuh jika semua obat-obatan digunakan sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter. Chancroid yang tidak diobati dapat menyebabkan luka parut permanen pada alat kelamin pria serta menyebabkan komplikasi seperti fistula uretra dan bekas luka di kulup penis pada pria yang tidak disunat. Sedangkan, pada wanita akan menyebabkan infeksi serius di area genital.