Penyakit Herpes kulit (Herpes Zooster)
Ilustrasi.

Penyakit Herpes kulit (Herpes Zooster)

Diposting pada
Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh virus adalah penyakit herpes zooster. Seringkali penyakit herpes zooster merebak di suatu daerah atau kawasan di bagian kulit. Hal ini disebabkan oleh adanya daya tular virus melalui kontak langsung dan melalui udara. Orang yang terkena penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) ini biasanya adalah orang dengan kondisi tubuh yang lemah (daya tahan tubuh lemah). Siapa pun yang sudah sembuh dari cacar air dapat mengembangkan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) kembali.

Ada sekitar 1 juta kasus penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) setiap tahun. Di Amerika Serikat, dengan 1 dari 3 orang mengalami penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) selama hidup mereka. Apakah yang dimaksud dengan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) ?, Apa saja ciri-ciri penyakit herpes kulit (herpes zooster) ?, Apa saja ciri-ciri penyakit herpes kulit (herpes zooster) ?, Apa gejala yang terjadi pada penyakit herpes kulit (herpes zooster) ?, Apakah penyebab dan faktor resiko terjadinya penyakit herpes kulit (herpes zooster) ?, Apakah bahaya dan komplikasi yang di timbulkan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) apabila tidak segera diobati ?, Dan bagaimanakah Pengobatan Penyakit Herpes Kulit (penyakit herpes zooster) Di Klinik Pandawa Jakarta ?.

 

Apakah Yang Dimaksud Dengan Penyakit Herpes Kulit (Penyakit Herpes Zooster) ?

Penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) adalah salah satu jenis penyakit kulit dimana munculnya gelembung-gelembung air disertai nyeri pada bagian kulit yang disebabkan karena adanya virus herpes  zooster yang sudah menginfeksi tubuh. Virus penyebab penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) adalah Human Herpes Virus, disingkat dengan HHV. Cacar atau herpes ada 2 macam golongan yaitu Herpes Genital dan Herpes Zooster. Penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) yang disebut dengan penyakit shingles (cacar ular) yaitu infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zooster yang menimbulkan gelembung cairan pada bagian tubuh tertentu sesuai dengan area dermatom kulit. Sedangkan penyakit herpes genital (herpes simpleks) ditularkan melalui hubungan seksual yang sering terjadi pada alat kelamin dan bibir.

Setelah terpapar, virus herpes dapat tertidur selama bertahun-tahun. Kebanyakan orang dewasa dengan virus herpes tidak aktif, tidak mengalami wabah herpes zoster atau masalah lebih lanjut. Namun, pada beberapa individu, dapat mengaktifkan kembali virus tersebut. Virus yang sama yang menyebabkan cacar atau herpes zoster ini disebut virus varicella zoster (VZV). Bahkan setelah sembuh dari cacar air, VZV tetap aktif di dalam tubuh. Virus cacar air dapat mengaktifkan kembali beberapa tahun atau bahkan beberapa dekade kemudian. Ketika ini terjadi, seseorang akan terkena penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) sehingga mengakibatkan kondisi yang menyakitkan dengan komplikasi parah, jadi untuk mengenali gejala awal adalah sangat penting.

 

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Herpes Kulit (Penyakit Herpes Zooster) ?

Untuk mengenali ciri-ciri atau gejala dari penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) tidaklah sulit karena penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) ini cukup khas. Namun sebagian orang juga tidak mudah mengenalinya karena tidak semua orang akan terkena penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit). Adapun beberapa ciri yang sering ditemukan pada penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) antara lain :

  • Timbul bintil atau benjoan seperti cacar air
  • Ruam dan lepuhan luka berisi air
  • Sensasi rasa panas dan sakit
  • Terkadang terasa gatal
  • Muncul berkelompok pada bagian tertentu di bagian tubuh
  • Bisa muncul dan tumbuh di bagian punggung, perut dahi atau dada

 

Ada 2 jenis penyakit virus herpes yaitu :

1. Penyakit herpes genital (penyakit herpes simpleks)
Penyakit herpes genital (herpes simpleks) adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS) tipe 1 dan tipe 2. Munculnya penyakit herpes genital akibat penularan dari hubungan seksual dengan berbeda pasangan atau pasangan yang telah postif terinfeksi virus herpes genital (herpes kelamin).

2. Penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit)
Penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh virus herpes zooster dengan gejala timbul ruam melepuh berair di salah satu area dermatom tubuh (tangan, kaki, perut, dada, pundak, dll). Virus herpes zooster sangat menular. Dan orang dengan usia diatas 50 tahun sangat rentan terinfeksi penyakit herpes zooster ini. Gejala utama penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) adalah muncul bintil kecil bergelembung air yang dapat menjadi luka, bergerombol. Masa inkubasi dari penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) adalah 7 sampai 12 hari.


Apa Gejala
Yang Terjadi Pada Penyakit Herpes Kulit (Penyakit Herpes Zooster) ?
Pada penderita dengan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) yang berat akan menimbulkan gejala umum seperti :

  • Rasa sakit, kulit lembut, dan ruam, biasanya di satu sisi tubuh.
  • Nyeri yang terus-menerus, membakar, menggerogoti, atau rasa sakit yang tajam dan menusuk, yang datang dan pergi.
  • Mungkin juga ada ruam kulit yang melepuh dan biasanya muncul dalam satu atau lebih dermatom dan nyeri saraf.
  • Nyeri akut, kesemutan, mati rasa, dan gatal pada bagian tertentu dari kulit, pada satu sisi tubuh.
  • Antara 1 dan 5 hari setelah rasa sakit dimulai, muncul ruam.
  • Bercak merah muncul yang berkembang menjadi lecet berisi cairan yang gatal.
  • Ruam terlihat seperti cacar air tetapi hanya pada kulit yang dipasok oleh saraf yang terkena.
  • Ruam mungkin melibatkan wajah, mata, mulut, dan telinga dalam beberapa kasus.
  • Kadang-kadang, lepuh bergabung, dan tampak seperti luka bakar yang parah.
  • Lepuh baru bisa muncul hingga satu minggu.
  • Peradangan yang pada jaringan lunak di sekitar ruam.
  • Lepuh akan mengering secara bertahap dan membentuk scab atau kerak dalam 7-10 hari.
  • Jaringan parut kecil dapat terjadi di mana lepuhan terjadi.
  • Berlangsung antara 2-4 minggu.
  • Dalam beberapa kasus, ada ruam tetapi tidak ada rasa sakit, atau tidak terlihat ruam tetapi sekelompok rasa sakit.
  • Timbul nanah pada area kulit yang terinfeksi
  • Penderita bisa meriang sampai menggigil
  • Pusing
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Rasa Lelah
  • Tidak Selera Makan
  • Nyeri dan Perih pada bagian yang terinfeksi
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri otot dan kelemahan
  • Sakit perut
  • Kesulitan buang air kecil
  • Nyeri sendi
  • Kelenjar getah bening membengkak

 

Bila sudah muncul gejala tersebut diatas maka infeksi virus herpes zoster sudah semakin parah dan jenis ini biasanya kelanjutan dari virus cacar air. Melemahnya daya tahan tubuh, tidak menutup kemungkinan herpes zooster ini juga akan menyerang seluruh bagian kulit tubuh lainnya. Umumnya, seluruh jenis dari virus herpes dapat menular melalui kontak langsung. Pada penyakit cacar, proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang terkontaminasi dan sentuhan dari atas gelembung/lepuh yang pecah.

Orang yang pernah mengalami virus cacar air lalu sembuh, namun sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuh, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) menurun, virus akan aktif kembali menyerang dalam bentuk herpes zoster, dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox).

Jika ruam dari herpes zoozter mempengaruhi area wajah, maka gejala mungkin termasuk:

  • Kesulitan menggerakkan beberapa otot wajah
  • Kelopak mata terluka
  • Gangguan pendengaran
  • Kehilangan gerakan mata
  • Masalah dengan selera
  • Masalah penglihatan

 

Apakah Penyebab Dan Faktor Resiko Terjadinya Penyakit Herpes Kulit (Penyakit Herpes Zooster) ?

Siapa pun yang menderita cacar air bisa terkena herpes zoster. Diperkirakan bahwa setengah dari semua kasus herpes zooster terjadi pada orang yang berusia 60 tahun dan lebih tua. Kelompok lain yang rentan mengembangkan herpes zoster meliputi:

  • Orang dengan HIV
  • Orang yang menjalani perawatan kanker
  • Pasien transplantasi organ
  • Mereka yang mengalami banyak stres
  • Telah menjalani kemoterapi atau pengobatan radiasi
  • Mengkonsumsi obat yang melemahkan sistem kekebalan, seperti steroid atau obat yang diberikan setelah transplantasi organ
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah dari kondisi seperti HIV, AIDS, leukemia, kanker atau limfoma
  • Orang yang pernah menderita cacar air

 

Apakah Bahaya dan Komplikasi Yang Di timbulkan Penyakit Herpes Zooster Apabila Tidak Segera Diobati ?

Pada penderita dengan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) yang berat akan memberikan dampak, bahaya dan komplikasi antara lain :

1. Neuralgia pasca herpes
Nyeri saraf (neuralgia) akibat infeksi virus herpes zoster yang tetap bertahan setelah lepuhan kulit menghilang. Masalah ini jarang terjadi pada usia di bawah 50 tahun, rasa nyeri biasanya secara bertahap menghilang dalam satu bulan tetapi pada beberapa orang dapat berlangsung berbulan-bulan bila tanpa pengobatan.

2. Infeksi kulit / Abses
Lepuhan kulit yang  terinfeksi  oleh bakteri dapat mengakibatkan lepuhan menjadi merah dan meradang.

3. Masalah mata atau kebutaan
Herpes zoster yang mengenai  mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh mata akibatnya dapat mengancam penglihatan, kelopak mata jatuh (eye drop), hingga kebutaan

4. Kelemahan atau layuh otot
Kemungkinan dapat menyebabkan saraf yang terkena dampak adalah saraf motorik dan saraf sensorik menimbulkan kelemahan (palsy) pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf.

5. Untuk area wajah bisa menimbulkan bells palsy atau migrain
6. Untuk area kelamin bisa menimbulkan gangguan ereksi dan ejakulasi
7. Untuk wanita hamil beresiko keguguran dan kelahiran cacat janin
8. Infeksi kulit
9. Ensefalitis, atau radang otak
10. Mielitis melintang, atau radang medula spinalis
11. Bercak putih karena kehilangan pigmen di daerah ruam
12. Sindrom Ramsay Hunt

 

Bagaimana Diagnosis Dan Pengobatan Terhadap Penyakit Herpes Kulit (Penyakit Herpes Zooster) ?

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memastikan apakah ruam kulit yang timbul disebabkan oleh virus herpes zooster. Pemeriksaan laboratorium akan sangat membantu dalam menegakkan diagnosi pasti. Riwaya medis masa lalu aku ditanyakan ke pasien antara lain apakah anda pernah mengalami penyakit herpes kulit (herpes zooster) sebelumnya. Lalu melakukan tes atau pemeriksaan fisik untuk mendapatkan hasil yang akurat terhadap penyakit herpes kulit (herpes zooster).

Perihal pengobatan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) ini membutuhkan penanganan dan pengobatan yang tepat dari tenaga kesehatan dokter yang profesional serta terlatih pada bidangnya. Pengobatan secara medis tidak dapat dilakukan sendiri tanpa pengawasan dokter, oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut terhadap penyakit agar didapatkan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Bagaimanakah Pengobatan Penyakit Herpes Kulit (Herpes Zooster) Di Klinik Pandawa Jakarta ?

Kami klinik pandawa yang berada dijakarta pusat memiliki banyak pasien dengan penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) disertai berbagai komplikasi dan penyebab. Klinik Pandawa juga memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit herpes zooster (penyakit herpes kulit) ataupun penyakit kulit dan kelamin lainnya. Banyak pasien yang telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan. Biaya berobat di klinik pandawa juga relatif terjangkau dan murah. Fasilitas yang dimiliki oleh klinik pandawa antara lain semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, rontgen dan USG, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Apabila anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut, silahkan anda bisa berkonsultasi online gratis dengan dokter kami melalui whatsapp / SMS /telp. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis anda akan terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *