PENYAKIT INFEKSI JAMUR TINEA CAPITIS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Definisi Tinea Capitis (Infeksi Jamur)

Tinea Capitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut. Gejala yang muncul dapat berupa kulit kepala bersisik dan pitak, sampai peradangan dan kerontokkan yang meluas. Seseorang dapat dengan mudah tertular tinea capitis jika seandainya bersentuhan langsung dengan kulit pengidap. Seseorang dapat dengan mudah tertular Tinea Capitis jika bersentuhan langsung dengan kulit pengidap. Kasus penularan seperti ini  yang paling sering terjadi. Penyakit ini lebih banyak dialami oleh anak-anak kecil, terutama laki-laki usia 3-7 tahun. Tinea Capitis sangat mudah menyebar melalui perantara benda yang sudah terpapar jamur dermatofit, atau kontak langsung dengan binatang/hewan atau orang yang terinfeksi.Selain itu, seseorang juga berisiko tertular tinea capitis sekiranya ia meraba binatang-binatang pembawa penyakit. Contoh-contoh hewan pembawa penyakit Tinea Capitis adalah kucing, anjing, kuda, domba, sapi, dan babi. Selain penularan secara langsung, tinea capitis juga dapat menular secara tidak langsung, yakni saat kita menyentuh permukaan benda yang mengandung jamur dermatofit karena sebelumnya telah tersentuh oleh pengidap atau hewan pembawa penyakit ini. Contoh benda perantara adalah handuk, baju, sikat, sisir, dan seprai.

Gejala Tinea Capitis

Gejala Tinea Capitis dapat bervariasi pada setiap penderita, di antaranya adalah :

  1. Terdapat bentuk seboroik di kulit kepala yang ditandai kulit bersisik dan kerontokan rambut yang tidak terlalu tampak menonjol.
  2. Terdapat pola pustula nanah berkerak dalam satu lokasi atau menyebar.
  3. Terdapat titik spot hitam, yang merupakan pertanda kerontokan rambut dari kulit kepala yang bersisik.
  4. Di samping itu, tinea capitis juga dapat disertai gejala pembengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang leher, dan demam yang ringan. Sedangkan gejala
  5. yang muncul dalam kondisi lebih parah adalah keberadaan kerion (koreng) dengan pola kulit bersisik, melingkar, serta timbulnya favus atau kerak kulit berwarna
  6. kuning dengan rambut yang kusut.

Penyebab Tinea Capitis

Tinea Capitis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur dermatofit yang berkembang pada jaringan kulit. Infeksi ini lebih sering kali terjadi pada kulit yang berkeringat dan lembap, dan menyerang lapisan luar kulit kepala dan batang rambut. Ragam jamur dermatofit yang bisa menyerang rambut adalah Trichophyton (T) dan Microsporum (M).

Tinea capitis sangat mudah menular dan menyebar. Berikut ini adalah cara penyebarannya:

  1. Penyebaran antarmanusia melalui kontak kulit seketika. Jenis jamur dermatofit yang sering kali menular melalui cara ini adalah T. violaceum, M. audouinii, M. ferrugineum, T. rubrum, T. schoenleinii, T. yaoundei, T. soudanense, dan megninii.
  2. Penyebaran dari benda ke manusia melalui benda yang tercemari jamur. Contoh jamurnya adalah gypseum dan M. fulvum.
  3. Penyebaran dari hewan ke manusia. Contoh jamurnya adalah T. verrucosum (dari hewan ternak), M. distortum (dari kucing), T. mentagrophytes var equinum (dari kuda), dan M. nanum (dari babi).

Diagnosis Tinea Capitis

Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita Tinea Capitis berdasarkan gejala yang dirasakan dan pemeriksaan fisik pada kulit kepalanya. Untuk mendeteksi keberadaan jamur pada kulit kepala atau batang rambut, dokter akan membutuhkan alat yang disebut lampu Wood.Guna menguatkan diagnosis, dokter dapat menyarankan tes lanjutan, yaitu berupa biopsi kulit. Pemeriksaan tersebut  bertujuan untuk mengetahui jenis variasi jamur yang menyerang kulit kepala, dan proses cara kerjanya umumnya memakan waktu hingga 3 minggu.

Pengobatan Tinea Capitis

Pengobatan Tinea Capitis bertujuan untuk memberantas jamur dermatofit yang menginfeksi kulit kepala. Obat yang umumnya diresepkan adalah anti jamur dalam bentuk sampo. Contohnya adalah sampo yang mengandung selenium sulphide povidone-iodine, atau ketoconazole. Pengobatan dengan sampo dilakukan 2 kali dalam seminggu, selama 1 bulan. Selanjutnya pasien disarankan untuk menemui dokter kembali. Jika hasil pemeriksaan menunjukan bahwa jamur masih tetap ada, karenanya penerapan pemakaian sampo perlu dikombinasikan dengan antijamur minum, seperti griseofluvin atau terbinafine. Anti jamur minum perlu dikonsumsi selama sekitar 6 minggu. Sedangkan penggunaan pemakaian griseofluvin dan terbinafine hydrochloride tetap berpotensi menimbulkan efek samping.

Efek samping terbinafine hydrochloride dapat berupa:

  1. Sakit kepala
  2. Sakit perut
  3. Ruam atau biduran
  4. Gatal
  5. Reaksi alergi
  6. Perubahan rasa atau hilangnya rasa di dalam mulut
  7. Demam
  8. Gangguan pada hati ( jarang terjadi)

Sedangkan  efek samping griseofulvin adalah :

  1. Sakit kepala
  2. Badan terasa lelah
  3. Kulit menjadi sensitif
  4. Ruam atau biduran
  5. Muntah
  6. Reaksi alergi
  7. Pusing
  8. Pingsan

Kondisi penderita Tinea Capitis umumnya mulai menampakkan perbaikan setelah 4-6 minggu pengobatan. Penderita harus konsisten untuk melakukan pemeriksaan secara rutin agar dokter mengetahui perkembangan kondisi hingga benar-benar dipastikan bersih dari infeksi. Di samping pengobatan terhadap penderita, pengobatan Tinea Capitis juga perlu dilakukan pada keluarga penderita, serta teman sekolah atau teman kerjanya.

Komplikasi Tinea Capitis

Komplikasi yang dapat timbul sesudah mengalami Tinea Capitis adalah kerontokan rambut atau kebotakan, serta bekas luka (jaringan parut) permanen. Kondisi yang demikian terjadi saat Tinea Capitis pada kulit kepala menjadi kerion atau favus. Alhasil, rambut menjadi mudah lepas jika ditarik, sehingga dapat terjadi kebotakan secara permanen.

Pencegahan Tinea Capitis

Berikut ini adalah sebagian cara yang dapat diterapkan untuk menekan risiko penularan Tinea Capitis :

  1. Selalu menjaga kebersihan tangan.
  2. Mencuci rambut dan kulit kepala secara rutin dengan sampo.
  3. Tidak berbagi pemakaian barang-barang, seperti sisir, handuk, dan pakaian dengan orang lain.
  4. Menghindari hewan yang terinfeksi.

Faktor Risiko Tinea Capitis

Penyakit ini tergolong dalam penyakit yang sangat menular, sehingga membuat proses pencegahan menjadi amat sulit. Faktor risikonya akan sangat tinggi jika seandainya seseorang kurang memperhatikan kebersihan diri. Pemicu penularan jamur ini dapat terjadi akibat pengaruh berbagi sisir atau barang pribadi lain. Selain itu, mereka yang sering kali bermain dengan hewan peliharaan tanpa segera membersihkan tangan setelahnya juga dapat mengalami kondisi ini.

Gejala Tinea Capitis

Gejala penyakit ini dapat bervariasi pada setiap pengidap. Tetapi, umumnya kulit kepala seseorang yang terkena penyakit ini akan terasa amat sangat gatal. Selain itu, di kulit kepala akan terlihat bagian bulat yang botak, bersisik, berwarna merah, dan kadang-kadang bengkak. Kebotakan juga dapat terjadi pada area yang terinfeksi. Umumnya pada sisi kepala yang mengalami kebotakan akan terlihat pola titik-titik hitam yang sebenarnya adalah rambut yang sudah patah. Pada kasus Tinea Capitis yang parah, luka-luka tersebut juga dapat mengeluarkan bisul. Kecuali gejala-gejala yang tadi disebutkan, Tinea Capitis juga dapat disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan demam ringan.

Diagnosis Tinea Capitis

Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan visual. Pemeriksaan yang demikian dapat menggunakan lampu khusus yang disebut lampu Wood untuk menerangi kulit kepala untuk menemukan pertanda infeksi. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan kerokan kulit dengan bilasan KOH. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel kulit atau rambut untuk memastikannya. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop guna menemukan tanda-tanda infeksi jamur.

Pengobatan Tinea Capitis

Dalam mengobati tinea capitis, dokter umumnya akan mengkombinasikan sampo khusus dengan obat oral (obat yang diminum). Obat oral diberikan dengan tujuan membunuh jamur penyebab Tinea Capitis, sedangkan sampo berfungsi mencegah penyebaran infeksi dan membasmi spora jamur di kepala.

Pencegahan Tinea Capitis

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir penularan penyakit Tinea Capitis, seperti:

  1. Selalu menjaga kebersihan tangan.|
  2. Mencuci rambut dan kulit kepala secara rutin dengan sampo.
  3. Jangan berbagi penggunaan barang-barang, seperti sisir, handuk, dan pakaian, dengan orang lain, atau meminjamkan barang-barang tersebut dengan orang
  4. lain.Menghindari binatang/hewan yang terinfeksi.

Kapan ke Dokter?

Jika seandainya kamu atau anggota keluarga mengalami satu atau sebagian gejala di atas, segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paste your AdWords Remarketing code here
klinik-pandawa-logo-white.png

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami