Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Diposting pada
Uretra berfungsi sebagai saluran untuk urin dapat keluar dari tubuh dan sebagai saluran pembuangan yang baik pada sistem kemih atau ekskresi dan sistem seksual. Apabila terjadi gangguan atau peradangan pada uretra maka hal tersebut akan menyebabkan terganggunya fungsi organ dan sakit  saat mengeluarkan air mani dan urine dalam tubuh. Apakah yang dimaksud dengan penyakit infeksi saluran kemih (ISK) ?, Apa saja gejala yang  dapat ditimbulkan oleh penyakit infeksi saluran kemih (ISK) ?, Apakah penyebab dan faktor resiko terjadinya penyakit infeksi saluran kemih (ISK) ?, Apakah bahaya atau komplikasi penyakit infeksi saluran kemih (ISK) apabila tidak segera diobati ?, Bagaimana diagnosis dan pengobatan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) ?, Dan bagaimanakah penanganan penyakit infeksi saluran kemih (ISK) di klinik pandawa ?.

 

Apakah Yang Dimaksud Dengan Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) ?

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada saluran uretra sampai ke kandung kemih bahkan ke ginjal. yang bisa disebabkan oleh berbagai macam kuman / mikroba sperti bakteri, jamur, dan virus. Infeksi saluran kemih ini disebut juga dengan UTI (urinary tract infection). Kebanyakan UTI (urinary tract infection) disebabkan oleh bakteri, tetapi beberapa disebabkan oleh jamur dan virus. UTI (urinary tract infection) adalah salah satu infeksi paling umum yang terjadi pada manusia.

ISK (infeksi saluran kemih) dapat terjadi di mana saja pada saluran kemih. Saluran kemih pada manusia yaitu terdiri dari, ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi saluran kemih adalah salah satu jenis infeksi yang paling umum dan terhitung sekitar 8,1 juta kunjungan ke dokter setiap tahun. Saluran kemih dapat dibagi ke dalam saluran kemih bagian atas dan saluran kemih bawah. Saluran kemih bagian atas yaitu ginjal dan ureter. Dan saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan uretra. Infeksi saluran kemih tersebut dapat mempengaruhi semua orang dari segala usia. Baik laki-laki maupun perempuan.

 

Apa Saja Gejala Yang  Dapat Ditimbulkan Oleh Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) ?

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi saluran kemih (ISK) tergantung pada bagian saluran urin yang terinfeksi. Gejala dari infeksi saluran kemih (ISK) bagian bawah dapat meliputi :

  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Dorongan kuat dan sering untuk buang air kecil
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil atau banyak buang air kecil
  • Air kencing berdarah
  • Urine (kencing) berawan atau berwarna
  • Urine (kencing) yang terlihat seperti coca cola
  • Urine (kencing) yang memiliki bau yang kuat
  • Nyeri panggul pada wanita
  • Nyeri dubur pada pria

 

Infeksi saluran kemih (ISK) saluran atas dapat mempengaruhi ginjal. Dan berpotensi mengancam jiwa jika bakteri berpindah dari ginjal yang terinfeksi dan masuk ke dalam darah. Kondisi ini, disebut urosepsis, yaitu dapat menyebabkan tekanan darah rendah, syok, dan bahaya kematian.

Gejala infeksi saluran kemih (ISK) saluran atas dapat meliputi :

  • Nyeri di punggung bagian atas dan samping
  • Panas dingin
  • Demam
  • Mual
  • Muntah dan muntah
  • Nyeri otot dan sakit perut

 

Apakah Penyebab Dan Faktor Resiko Terjadinya Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) ?

Infeksi saluran kemih disebabkan oleh mikroba seperti bakteri yang menginfeksi saluran kemih. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko untuk terkena ISK antara lain :

  • Usia, orang dewasa yang lebih tua lebih beresiko untuk mendapatkan insfeksi saluran kemih (ISK) setelah operasi atau batu restikula (kencing batu) yang berkepanjangan.
  • Terjadinya halangan atau penyumbatan saluran urin sebelumnya, seperti pembesaran prostat, batu ginjal, dan bentuk-bentuk tertentu dari kanker yang menggunakan kateter urin, yang mungkin membuat lebih mudah bagi bakteri untuk masuk ke kandung kemih.
  • Diabetes yang tidak terkontrol, yang membuatnya lebih mungkin untuk mendapatkan struktur urin yang tidak normal hingga dapat menyebabkan infeksi pada saluran krmih.
  • Sebagian besar faktor risiko ISK untuk pria sama dengan untuk wanita.
  • Memiliki prostat yang membesar adalah salah satu faktor risiko ISK yang unik untuk pria.
  • Uretra pada wanita sangat dekat dengan vagina dan anus yang menyebabkan bakteri secara alami dapat terjadi di sekitar vagina dan anus.
  • Tekanan pada saluran kemih perempuan selama melakukan hubungan seksual juga dapat memindahkan bakteri dari sekitar anus ke dalam kandung kemih yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Jadi sebagian besar wanita memiliki bakteri dalam air kencing mereka setelah hubungan seksual.

Orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin dapat terkena infeksi saluran kemih (ISK). Namun, beberapa orang lebih berisiko daripada yang lain. Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi saluran kemih (ISK) :

  • Hubungan seksual, terutama jika lebih sering, intens, dan dengan banyak pasangan
  • Diabetes
  • Kebersihan pribadi yang buruk
  • Masalah mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
  • Memiliki kateter kemih
  • Inkontinensia usus
  • Aliran urin tersumbat
  • Batu ginjal
  • Beberapa bentuk kontrasepsi
  • Kehamilan
  • Prosedur yang melibatkan saluran kemih
  • Menekan sistem kekebalan tubuh
  • Imobilitas untuk waktu yang lama
  • Penggunaan spermisida dan tampon
  • Penggunaan antibiotik yang berat, yang dapat mengganggu flora alami usus dan saluran kemih

 

Apakah Bahaya Atau Komplikasi Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) Apabila Tidak Segera Diobati ?

Pentingnya pengobati penyakit infeksi saluran kemih (ISK) lebih awal. Karena infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak segera diobati akan menjadi semakin parah dan semakin menyebar hingga menimbukan kerusakan organ reproduksi lainya. Infeksi juga dapat menyebar ke saluran kemih bagian atas dan jauh lebih sulit untuk diobati hingga menyebar ke peredaran darah dan menyebabkan sepsis. Ini adalah peristiwa yang sangat mengancam jiwa. Jadi apabila anda menduga bahwa anda memiliki infeksi saluran kemih (ISK), hubungilah dokter sesegera mungkin. Pemeriksaan yang meliputi tes urine atau darah akan menghindari masalah jangka panjang. Infeksi saluran kemih (ISK) selama kehamilan juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan persalinan prematur.

 

Bagaimana Diagnosis Dan Pengobatan Terhadap Infeksi Saluran Kemih (ISK) ?

Untuk mendiagnosis penyakit infeksi saluran kemih (ISK) ini dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan penyebab terjadinya penyakit. Dan perihal pengobatan penyakit acne vulgaris (jerawat) ini membutuhkan penanganan dan pengobatan yang tepat dari tenaga kesehatan yang profesional serta terlatih pada bidangnya. Pengobatan secara medis tidak dapat dilakukan sendiri tanpa pengawasan dokter, oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut terhadap penyakit agar didapatkan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat

 

Bagaimanakah Penanganan Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) Di Klinik Pandawa ?

Kami klinik pandawa yang berada dijakarta pusat memiliki banyak pasien dengan penyakit Infeksi saluran kemih (ISK) disertai dengan berbagai komplikasi dan penyebab. Klinik Pandawa juga memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit infeksi saluran kemih (ISK) ataupun penyakit kulit dan kelamin lainnya. Dari sekian banyak pasien yang berobat telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan. Mengenai biaya berobat di klinik pandawa juga termasuk relatif murah dan terjangkau. Dan fasilitas yang dimiliki oleh klinik pandawa yaitu semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, rontgen dan USG, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Apabila anda membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut, silahkan anda bisa berkonsultasi online gratis dengan dokter kami dengan cara klik tombol Whatsapp / SMS / Telp. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis anda akan terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *